Pengobatan Alternatif Hepatitis dan lever “sakit kuning”

Pengobatan Alternatif  Hepatitis

HEPATITIS merupakan penyakit yang menurunkan kualitas hidup. Penyakit yang dipicu oleh virus hepatitis  ini bisa menyebabkan peradangan hati. Jika dibiarkan akan memicu sirosis hati atau kanker hati. Untuk menanganinya, Anda bisa menggunakan pengobatan medis standar yang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan pengobatan pelengkap untuk mengurangi gejala dan meminimalkan efek samping obat.

Pengobatan alternatif  hepatitis juga bervariasi, mulai dari obat herbal seperti milk thistle, akar licorice, ginseng, timus, hingga terapi seperti pijat, chiropractic dan teknik relaksasi. Sekitar 40 persen pasien yang gagal dengan pengobatan medis konvensional, seperti yang dikutip situs webmd, telah mencoba terapi lain dan sebagian besar melaporkan mengalami pengurangan kelelahan, peningkatan kekebalan tubuh dan perbaikan fungsi saluran pencernaan.

Berikut beberapa pengobatan pelengkap yang bisa menjadi pilihan Anda:

Milk thistle (Silybum marianum)
merupakan obat herbal untuk hepatitis C yang paling dikenal dan paling banyak diteliti. Tanaman bunga dari keluarga Asteraceae ini diyakini berfungsi mengurangi peradangan hati dan mempunyai efek antivirus terhadap infeksi hepatitis C.

Sebuah studi kecil yang dipresentasikan pada konferensi European Association for the Study of the Liver 2008 menunjukkan bahwa milk thistle bisa mengurangi kadar virus hepatitis C di tubuh pasien yang tidak merespon terhadap interferon. Meskipun bukti  yang menunjukkan efektivitas tanaman ini masih sedikit, herbal ini dinyatakan sangat aman, dengan efek samping yang sangat sedikit.

Akar licorice (Glycyrrhiza glabra) menggunakan komponen aktif yang terdapat pada akar kering tanaman lucorice. Beberapa studi menunjukkan bahwa herbal ini bisa mengurangi komplikasi hepatitis C (termasuk kanker hati) dan memperbaiki fungsi hati. Akar licorice bisa dikonsumsi sendiri atau dipadukan dengan herbal lain. Dalam sebuah studi, pasien yang mengonsumsi kombinasi akar licorice, milk thistle dan beberapa herbal lainnya mengalami perbaikan jumlah enzim-enzim hati (penanda kerusakan hati  dan peradangan).

Ekstrak timus diambil dari kelenjar timus sapi. Karena timus membantu mengatur fungsi sistem kekebalan, maka ekstrak timus diyakini meningkatkan kekebalan tubuh pasien hepatitis C. Akan tetapi, belum cukup studi untuk mengkonfirmasi teori ini.

Ginseng telah lama digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan beberapa bukti menunjukan bahwa herbal satu ini bisa membantu fungsi hati. Akan tetapi, belum ada studi spesifik yang melihat manfaat ginseng pada pasien hepatitis C.

Lactoferrin merupakan protein yang ditemukan pada susu. Komponen ini juga terdapat pada air mata dan air ludah. Beberapa studi kecil telah menemukan bahwa saat dikonsumsi sebagai suplemen diet, lactoferrin bisa menurunkan kadar virus hepatitis C dalam darah dan memperbaiki fungsi hati.

Pengobatan lain termasuk pijat, akupunktur dan terapi relaksasi. Meskipun terapi ini belum diteliti melalui studi ilmiah, beberapa pasien melaporkan mengalami pengurangan rasa sakit. Selain itu, cara ini juga dinyatakan membantu mengurangi efek samping yang ditimbulkan pengobatan medis standar. (IK/OL-5)

Temu Ireng

Temu ireng seringkali digunakan oleh ibu pasca melahirkan sebagai penambah stamina. khasiat temu ireng sebenarnya banyak. diantaranya sebagai pembersih darah dan mencegah tumor. Tanaman ini mempunyai kandungan kimia yang bermanfaat seperti zat pati, damar, lemak, curenmin, dan minyak asitri, sifat, efek dan khasiatnya diantaranya sebagai antiradang, anti bakteri, pembersih darah, antikoagulan, antineoplastik (antikanker) tonic, pelindung hati (hepatoprotektor) dan antibiotik.

Daun Mimba

Mimba mempunyai rasa pahit dengan sifat netral. Beragam jenis penyakit bisa dibbantu pengobatannya dengan menggukan bagian tanaman ini. Meski demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa mimba bersifat toksid sehingga orang yang mengonsumsi obat herbal ini harus mematuhi dosis yang telah ditetapkan. Beberapa kandungan kimia yang ada pada mimba diantaranya azadirachtin, minyak gliserida, acetiloksifuranil, dekahidrotetrametil acid, ksosiklopentanatolfuran, asetat keton dan heksahidro-hidroksitetrametil-fenantenon (nimbol).
Daun Mimba memiliki nama latin Azadirachta indica juss, tanaman ini berguna untuk menyembuhkan penyakit kencing manis, malaria, kanker lever/hati, dan jerawat

Daun Sendok

daun sendok
daun sendok

Daun sendok mempunyai nama ilmiah plantago mayor termasuk dalam family plantaginaceae. Termasuk tanaman yang mudah ditemukan disekitar kita. Nama daerahnya daun urat, kuping menjangan, ki urat ceuli, sangkabuah, suri pandak dan torongoat. BEntuknya memang sederhana, namu memiliki khasiat yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Sifat yang dimiliki oleh tumbuhan ini adalah : anti inflamasi (anti radang), diuretic (peluruh kencing),peluruh dahak, menghentikan batuk (antitusif), antiseptic, aphrodisiac (meningkatkan kemampuan seksual), memperbaiki penglihatan, dan menormalkan hati (lever).
Daun sendok ini memiliki kandungan zat plantagin, aucubin, ursolic acid, bethasitosterol, hentriacontane, dan L-rhamose. Juga mengandung tannin, kalium dan vitamin B1, C, A. Kalium bersifat peluruh kencing dan melarutkan endapan kalsium yang terdapat dalan ginjal dan kandungan kencing. Zat aktif aukubin selain bersift melindungi hati (hepatoprotektor) juga berkhasiat sebagai antiseptic. Daun sendok berkhasiat mengobati penyakit infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal, batu empedu, batu ginjal, radang prostate, kencing sedikit. Mengobati influensa, batuk rejan, batuk sesak, batuk darah, radang saluran napas (bronchitis), keputihan, diare, disentri, nyeri lambung, dan hepatitis

Meniran

meniran
meniran

Meniran atau Phyllanthus urinaria/phyllanthus niruri. Masuk dalam family tumbuhan Euphorbiaceae. Tumbuhan ini sangat mudah tumbuh disekitar pekarangan rumah. Memiliki efek farmakologis astrigent-diuretikum (peluruh air seni), anti piretik (penurun panas), peluruh batu, anti hepatotoksik.

This entry was posted in Artikel hepatitis dan lever and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>