Obat Herbal Epilepsi “Ayan”

Obat Herbal Epilepsi

Epilepsi “ayan” terjadi karena adanya kelainan otak yang mengakibatkan penderita sensitif terhadap kejang yang berulang-ulang. Gejala-gejala umum epilepsi, antara lain: pandangan mata kosong, kejang yang berulang-ulang, keluar busa dari mulut ,tidak sadarkan diri,  dan lain-lain.

Gejala epilepsi bisa berbeda pada tiap orang, dan biasanya penyebabnya sering kali tidak diketahui. Namun beberapa penyebab berikut ini dapat mengakibatkan epilepsi.

  • Stroke atau kanker otak.
  • Keracunan zat kimia tertentu.
  • Penyakit yang disebabkan oleh infeksi, misalnya: infeksi sumsum tulang belakang, infeksi selaput otak, gangguan metabolisme, dan lain-lain.

Pengobatan herbal epilepsi “ayan” (Pilih salah satu resep dibawah ini):

herbal epilepsi
obat herbal epilepsi

Ramuan Obat Tradisional 1 :

15 gram jahe, 30 gram akar daun hia/baru cina, dan gula merah secukupnya direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 2 :

30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, 30 gram daun sambiloto, 30 gram daun meniran, dan gula merah secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. setelah disaring, airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 3 :

60 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya direbus dengan 600 cc air sehingga tersisa 300 cc. Air rebusannya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 4 :

Rebus 1 genggam akar baru cina, 1 ibu jari jahe, dan 1 ibu jari gula aren dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas.

Pemakaian : Minum 2 kali sehari sebanyak 1 gelas.

Ramuan Obat Tradisional 5 :

Cuci bersih 8-10 butir buah ciplukan yang sudah matang.

Pemakaian : makan setiap hari secara rutin.

Ramuan Obat Tradisional 6 :

Tumbuk 5 gram buah cabai jawa kering, tambahkan madu secukupnya, lalu aduk sampai rata

Pemakaian : Minum sekaligus

Epilepsi Bukan Penyakit Menular Secara umum masyarakat di Indonesia salah mengartikan penyakit epilepsi. Akibatnya, penderita epilepsi sering dikucilkan. Padahal, epilepsi bukan termasuk penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan “ilmu klenik”, dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Jenis Epilepsi meliputi, epilepsi tonik klonik (grandmal), epilepsi absans (petit mal), epilepsi parsial sederhana, epilepsi parsial komplek, epilepsi atonik, dan epilepsi mioklonik.

Definisi Epilepsi yang benar adalah lepas muatan listrik yang berlebihan dan mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

• Kasus Pasien
Pengalaman pertama menderita penyakit epilepsi (ayan) ssperti yang dialami Fajaruddin (16) adalah saat berenang di sungai beserta teman-temannya.                         Saat bercanda di air ia merasakan tubuhnya kejang dan tak bisa digerakan. Teman-temannya yang mengira dirinya bercanda lalu mengangkat tubuhnya ke permukaan. Dari mulutnya keluar busa dan badannya terus menerus kejang, lalu pingsan.
Memang sebelumnya ada indikasi bahwa keturunan Fajaruddin ada yang pengidap epilepsy, sehingga tak menutup kemungkinan terjangkitnya penyakit tersebut karena faktor keturunan. Beberapa metode yang dilakukan oleh dokter memang cukup rumit dan mahal harganya, namun ia tetap berharap penyakit ayahnya bisa disembuhkan.

•  Sisi Medis
Penyakit epilepsi merupakan gejala yang bisa menimpa siapa saja baik itu anak-anak atau orang dewasa. Epilepsi disebabkan adanya gangguan sel-sel otak ditambah dengan efektivitas yang berlebihan di otak. Gejala-gejala yang ditimbulkan di antaranya tak sadarkan diri , keluar busa, dan sebagainya.
Cara penanganan medis apabila epilespi terlihat dalam gejala awal atau akut, pasien harus diberi bantuan elektro eksikografi atau city scan. Epilepsi termasuk penyakit yang sangat membahayakan apabila pasien sedang mengemudi kendaraan atau sedang berenang. Untuk itu, dalam penanganan perlu adanya koordinasi dengan keluarga pasien di samping kerja sama dengan dokter, penderita, maupun keluarganya.

• Sisi Herbalisme
Kaum herbalisme melihat penyakit epilepsi sebagai salah satu penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit jenis ini untuk disembuhkan secara alternative yaitu dengan menggunakan ramuan herbal. Namun faktor-faktor penting dalam penyembuhan penyakit ini diantaranya dorongan semangat dari keluarga. Hal ini secara psikologis akan membantu kesembuhan pasien.

Pantangan :
• Toge
• Durian
• Anggur
• Daging kambing
• Daging kerbau
• Es/air dingin
• Minuman bersoda

 


This entry was posted in Artikel Pengobatan Herbal and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Obat Herbal Epilepsi “Ayan”

  1. pengobatan herbal epilepsi says:

    terima kasih atas ijin alloh penyakit epilepsi yang diderita suami saya berangsur membaik, saya jadi lega
    obat herbal epilepsi sudah saya konsumsi bebera kali dan hailnya alhamdulillah
    terima kasih ya

  2. Putra says:

    nama saya Putra (19 thn), kota Medan. Saya menderita penyakit Epilepsi ini sudah 4 tahun.
    Saya kedokter diberi resep hanya obat Trileptal saja.
    Dan itupun masih belum sembuh” penyakitnya. Sampai” saya sudah 2 kali jatuh berkendara motor.
    Namun saya percaya kepada Tuhan, segala penyakit pasti ada penyembuhannya.
    Tolong sarannya, dimana saya memperoleh obat Herbal Epilepsi nya dan apa obat tradisional yang paling cocok buat saya ??? Terus pantangannya apa saja ???
    Terima kasih ….

  3. Kiswah says:

    Trimakasih…
    Arikel yang bermanfaat

  4. ayan says:

    apakah penyakit ayan atau epilepsi bisa karena gangguan makhluk halus, makhluk gaib. dan dengan obat herbal epilepsi “ayan” bisa disembuhkan, kirim ke email ya……….

  5. jon says:

    herbal epilepsi dimana tokonya? kalau penjualan lewat toko online ini bagaimana caranya? pengobatan epilepsi selama berapa bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>