Pengobatan Herbal Lever Sirosis

liver

Mengobati hepatitis maupun sirosis atau kanker hati dengan cakar ayam, ganggas dan bisa juga dengan konsumsi herbal meniran+temulawak+sambiloto

Penyakit hati di Indonesia dikarenakan  virus hepatitis B dan hepatitis C. Hampir 10 persen penduduk Indonesia merupakan pengidap dari kedua jenis penyakit ini. Biarpun ia sudah pengidap belum berarti ia sakit. Hampir 40 persen pernah terinfeksi, mungkin tidak sengaja dan kemudian sembuh.

Pengobatan Herbal Lever / liver Sirosis

• Studi Kasus
Robert (29) memang sejak lama ditengarai mengidap penyakit lever sejak tiga tahun silam. Setelah mengalami beberapa kali terapi, gejala-gejala sakit yang dideritanya sembuh. Namun, karena pola hidup anak muda yang serabutan, beberapa waktu lalu ia kembali muntah darah dan perutnya sedikit membengkak. Walaupun dibilang terlambat oleh dokter, itu tidak memupuskan niat Robert untuk terus berobat, hingga ia sembuh oleh ramuan tradisional.

• Sisi Medis
Penyakit hati di Indonesia dikarenakan  virus hepatitis B dan hepatitis C. Hampir 10 persen penduduk Indonesia merupakan pengidap dari kedua jenis penyakit ini. Biarpun ia sudah pengidap belum berarti ia sakit. Hampir 40 persen pernah terinfeksi, mungkin tidak sengaja dan kemudian sembuh. Apabila seseorang terkena penyakit itu, penyakitnya bisa menjadi ganas dan mengakibatkan kematian pada kira-kira 10 persen orang. Pada 10 hingga 20 persen penderita lainnya penyakit bisa berlanjut hingga menjadi penyakit hati menahun yang ditandai dengan gejala muntah darah dan perut membengkak. Apabila sesorang mengalami muntah darah, orang itu harus mengalami pengobatan intensif dan pengobatan yang dilakukan dengan menyumbat pembuluh darah tersebut. Terapi dengan pembedahan juga bisa dilakukan tetapi jarang dilakukan. Yang sering terjadi pada masyarakat adalah bila seseorang muntah darah, dan lalu berhenti, mereka mengira sudah sembuh. Padahal itu perkiraan yang salah, karena pendarahan bisa berulang apabila tidak dilakukan dengan pengobatan yang intensif.

• Sisi Herbalisme
Ribuan jenis tanaman obat di Indonesia dengan berbagai fungsi dan kegunaannya. Salah satunya adalah obat tradisional yang berfungsi sebagai antipereodeka atau obat yang melawan gejala berkala serta obat hemostatikaatau obat penasak darah. Untuk jenis  penyakit lever sirosis ini diperlukan sekali beberapa ramuan tradisioanal yang disinyalir mampu melawan gejala berkala itu diantaranya daun  jambu klutuk yang punya khasiat sebagai penasak darah. Atau jamur dadih macan yang banyak mengandung asam-asaman yang juga mampu melawan penyakit yang berkala.

Tanaman Obat Hepatitis dan Sirosis

(konsumsi 2 sd 3 tanaman obat secara bersamaan)

Meniran

herbal meniran
herbal meniran

Meniran atau Phyllanthus urinaria/phyllanthus niruri.. Masuk dalam family tumbuhan Euphorbiaceae. Tumbuhan ini sangat mudah tumbuh disekitar pekarangan rumah. Memiliki efek farmakologis astrigent-diuretikum (peluruh air seni), anti piretik (penurun panas), peluruh batu, anti hepatotoksik.

kandungan manfaat:
Meniran mempunyai kandungan kimia berupa Filantin, Hipofilantin, Kalium, damar, tanin, flavonoid, alkaloid, triperpenoid, asam lemak dan vitamin c, segudang khasiat dimiliki oleh tumbuhan meniran ini.

Kapsul herbal meniran yang diproduksi dari daun meniran asli memiliki khasiat yaitu :
– Imunostimulan (Merangsang sel imun bekerja lebih efektif)
– Anti bakteri atau anti biotik
– Anti hepatotoksik ( melindungi hati dari racun )
– Anti piretik hipoglikemik (menurunkan kadar glukosa darah)
_ ekspektoran ( peluruh dahak ), dll

Sambiloto

herbal sambiloto
herbal sambiloto

Sambiloto nama ilmiahnya adalah andrograpis paniculata. Termasuk kedalam family tumbuhan Acantaceae. Nama daerahnya papaitan. Tumbuhan ini memiliki berbagai sifat yang bermanfaat bagi manusia. Diantaranya sebagai antipiretik (menurunkan panas/panas dalam), antiracun, anti radang, dan anti bengkak. Obat ini merusak sel tropocyt dan tropoblast, berperan dalam kondensasi cytoplasma dari sel tumor, piknosis dn menghancurkan intiselnya. Tumbuhan ini efektif untuk infeksi dan merangsang phagositosis. Mempunyai efek hipoglikemik, hipoterminan, diuretik, antibakteri dan analgesik.
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan zat yang berguna bagi kesehatan manusia. Diantaranya laktone dari cabang dan daun berupa deoxy andrographolide, neoanrographolide, 14deoxy-11, 12 didehydroandrogapholide dan hormoandrographolide. Flavonoid dari akar berupa polimetoxyflavone, andrographin, panicolin, mono-o-methilwithin dan apigenin-7, 4-dimethyl ether, alkane, ketone, aldehyde, kalium, kalsium, natrium, dan asam kersik. Andrograpolida sekurangnya-kurangnya 1%,-kalmegin, zat amorf dan hablur kuning, pahit sampai sangat pahit. Berdasarkan berbagai literatur hasil penelitian dan pengalaman dari berbagai daerah dan Negara, tumbuhan ini dapat mengobati penyakit typus abdominalis, disentri basiler, diaer, flu, sakit kepala, demam, panas, radang paru, radang saluran napas, TBC par,batuk rejan, darah tinggi, infeksi mulut, amandel, radang tenggorokan, kencing manis, kencing nanah )gonorrhoea), kolesterol dan asam urat, demam.

Temulawak

temulawak

temulawak

Temu Lawak termasuk familia Zingiberaceae. Tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 5 – 750 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui di hutan jati, di tempat yang beralang-alang, atau ditanam di halaman rumah.

Untuk pengembangbiakannya dapat digunakan rimpangnya, yaitu seperempat bagian dari induk rimpangnya. Pilih ukuran rimpang yang besar, dan simpan dalam keadaan kering dalam beberapa hari.

Nama lain : temu besar (Melayu); koneng gede, temu raya (Sunda); temo labak (Madura); temu putih.

Temu Lawak mengandung : minyak asiri, curcumin, glucosida, phellandrene, turmerol, myrcene, xanthorrihizol, isofuranogermacreene, p-tolyletycarbinol, tepung.

Kegunaan :

Obat sakit maag. Potong rimpang kecil-kecil, rebus sampai airnya mendidih. Minum larutan tersebut.

Untuk memperbanyak air susu (ASI). a> Giling rimpang Temu Lawak, direbus dengan air, masukkan sedikit sagu. b> Parut 1 rimpang temu lawak yang sudah dicuci, lalu campurkan dengan sedikit tepung kanji dan sedikit air panas. Diaduk, saring, diminum 1 kali sehari.

Obat susah buang air besar. a> Rimpang diiris-iris, masukkan gula jawa dan asam jawa ke dalamnya, lalu masukkan air mendidih. Minum larutan tersebut. b> 1 rimpang temu lawak dicuci, parut, lalu diperas. Air perasan diberi sedikit asam jawa dan gula aren, aduk, saring, diminum 1 kali sehari.

Sariawan. 1 rimpang temu lawak dicuci, kupas, iris. Direbus dengan 2 gelas air bersama 1 buah asam, sedikit gula aren sampai airnya tinggal setengah. Angkat dari api. Masukkan 1 mata asam, aduk, saring. Diminum 2j kali sehari.

Untuk menghilangkan bau tak enak sewaktu haid. Rimpang diiris-iris, masukkan gula jawa dan asam jawa ke dalamnya, lalu masukkan air mendidih. Minum larutan tersebut.

Obat sembelit. a> Giling rimpang sampai halus, masukkan biji sesawi, lalu beri air. Minum air perasannya. b> 1 rimpang temu lawak dicuci, parut lalu diperas. Air perasan itu diberi sedikit asam jawa dan gula aren, aduk, saring, diminum 1 kali sehari.

Membersihkan darah. Iris rimpang temu lawak, jemur hingga kering, seduh dengan air hangat, lalu minum seperti minum teh.

Penyakit eksim. a> Masak rimpang temu lawak sebesar telur ayam dan asam kawak sebesar telur merpati dengan 2 gelas air, tambahkan sedikit gula aren. Didihkan, hingga airnya tinggal 1 gelas, saring, minum hangat-hangat. Lakukan setiap hari selama sebulan. b> 7 iris temu lawak yang sudah dicuci dan dikupas, 1 ruas asam jawa, sedikit gula aren direbus dengan setengah gelas air, setelah agak dingin disaring, dan diminum sekaligus.

Mengobati penyakit kuning (gangguan pada hati/lever), demam malaria, sembelit, serta memperbanyak ASI. Parut rimpang temu lawak, peras airnya, lalu minum. Juga dapat digunakan air rebusan rimpang temu lawak yang telah kering.

Badan yang terlalu capek karena kebanyakan kerja atau sehabis jatuh sakit. Ambil dan bersihkan temu lawak sebanyak 50 gram. Parut rimpang sampai halus, tambahkan air secukupnya, lalu rebus sampai mendidih, dinginkan, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari, 1 gelas.

Hepatitis. Cuci dan kupas 2 jari temu lawak, lalu iris dan rebus dengan 0,5 liter air dan sedikit gula aren sampai airnya tinggal setengah. Larutan ini untuk diminum 2 kali sehari.

Ginjal. 1 rimpang temu lawak dicuci, kupas, rebus dengan 4 gelas air dan segenggam daun kumis kucing, segenggam daun meniran sampai airnya tinggal setengah. Larutan ini untuk diminum 3 kali sehari.

Asma. 1,5 rimpang temu lawak dicuci, dikupas dan diiris, rebus dengan 5 glas air bersama sedikit gula aren sampai airnya tinggal setengah. Larutan ini untuk diminum 3 kali sehari.

Bisul. 5 iris temu lawak yang sudah dikupas, rebus dengan 2 gelas air bersama sedikit gula aren, angkat dari api, lalu masukkan seibu jari asam jawa. Setelah agak dingin, saring, diminum sekaligus.

Kolesterol. 1 rimpang temu lawak yang sudah dikeringkan, ditumbuk sampai halus lalu diseduh dengan air. Setelah agak dingin disaring, diminum langsung.

Menambah nafsu makan. 2 rimpang temu lawak dicuci, kupas, iris. Rebus dengan 2 gelas air bersama 1/4 lengkuas, 1/2 genggam daun meniran sampai airnya tinggal setengah, saring, munum larutan ini masing-masing 1/2 gelas.

Bau badan. 5 iris temu lawak dicuci, rebus dengan 1/2 gelas air selama 15 menit. Minum airnya 1 kali sehari, sekaligus.

Menghilangkan nyeri haid. 1 rimpang temu lawak dicuci, kupas, iris. Beri sedikit gula aren dan rebus dengan 1 gelas air. Angkat dari api, masukkan sedikit asam kawa, aduk, saring, diminum sekaligus 1 kali sehari.

Batuk. 1 rimpang temu lawak dicuci, kupas, parut sambil diberi 1 gelas air matang, peras, beri sesendok teh madu dan air perasan jeruk nipis. Minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

cakar-ayam

ganggas

cakar-ayam

Pantangan:
1. Jeroan seperti ati, ampela, usus
2. Daging kambing
3. Cabe
4. Soda

akarpinang

This entry was posted in Artikel Pengobatan Herbal and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>