Terapi Obat Herbal Penyakit Epilepsi

share

Sekitar 400.000 anak di AS mengidap epilepsi, dan mereka dapat mengendalikan serangan mendadak itu serta mampu hidup normal.
Lalu bagaimana jika anak kena serangan mendadak? Biasanya serangan ini berlangsung amat cepat, dan Anda tak punya cukup banyak waktu untuk berbuat sesuatu. Peristiwa kejang-kejang, dengan mulut mengeluarkan busa, seringkali menjadi momen yang mencekam bahkan menakutkan. Tapi sebagai orangtua, Anda harus sigap jika serangan itu sewaktu-waktu datang.

•  Sisi Medis
Penyakit epilepsi merupakan gejala yang bisa menimpa siapa saja baik itu anak-anak atau orang dewasa. Epilepsi disebabkan adanya gangguan sel-sel otak ditambah dengan efektivitas yang berlebihan di otak. Gejala-gejala yang
ditimbulkan di antaranya tak sadarkan diri , keluar busa, dan sebagainya.
Cara penanganan medis apabila epilespi terlihat dalam gejala awal atau akut, pasien harus diberi bantuan elektro eksikografi atau city scan. Epilepsi termasuk penyakit yang sangat membahayakan apabila pasien sedang mengemudi kendaraan atau sedang berenang. Untuk itu, dalam penanganan perlu adanya koordinasi dengan keluarga pasien di samping kerja sama dengan dokter, penderita, maupun keluarganya.

• Sisi Herbalisme
Kaum herbalisme melihat penyakit epilepsi sebagai salah satu penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit jenis ini untuk disembuhkan secara alternative yaitu dengan menggunakan ramuan herbal. Namun faktor-faktor penting dalam penyembuhan penyakit ini diantaranya dorongan semangat dari keluarga. Hal ini secara psikologis akan membantu kesembuhan pasien. Obat Herbal Penyakit Epilepsi insyaallah bisa membantu dalam menagani penyakit epilepsi, dengan memberikan herbal dari tanaman obat dan suplemen otak

herbal epilepsi

herbal epilepsi

suplemen otak

suplemen otak

Bagaimana caranya?
<>
Hindarkan anak dari benda-benda berbahaya yang berpotensi melukai dirinya
<> Kendorkan pakaian di area leher, termasuk ikat pinggang
<> Taruh bantal atau sesuatu yang lembut di bawah kepala
<> Baringkan dia menghadap ke satu sisi

Kapan saatnya memanggil ambulans?
<>
Jika anak terluka selama mendapat serangan mendadak
<> Anak mungkin menelan air/cairan
<> Serangan berlangsung lebih lama dari lima menit

Hal yang tak boleh dilakukan selama anak mendapat serangan:

<> Meletakkan benda di mulutnya. Jika anak mungkin menggigit lidahnya selama serangan mendadak, menyisipkan  benda di mulutnya kemungkinan tak banyak membantu. Anda malah mungkin tergigit, atau parahnya, tangan Anda malah mematahkan gigi si anak.
<>
Mencoba membaringkan anak. Orang, bahkan anak-anak, secara ajaib memiliki kekuatan otot yang luar biasa selama mendapat serangan mendadak. Mencoba membaringkan si anak ke lantai bukan hal mudah dan tidak baik juga.
<>
Berupaya menyadarkan si anak dengan bantuan pernapasan mulut ke mulut selama dia mendapat serangan mendadak, kecuali serangan itu berakhir. Jika serangan berakhir, segera berikan alat bantu pernapasan dari mulut ke mulut  jika si anak tak bernapas.

<> Hal yang tak boleh dilupakan adalah: Selalu menuliskan nomer-nomer darurat, seperti rumah sakit atau dokter, di tempat yang mudah dijangkau. Jika si anak mendapat serangan mendadak dan butuh pertolongan segera, Anda tak kalang kabut lagi mencarinya… Penyakit epilepsi ada beberapa jenis. Tidak semua jenis sama obatnya. Maka perlu tahu dulu, pertama apa betul epilepsi. Selain dari riwayat serangan, dipastikan dengan pemeriksaan EEG (elektroencephalography). Dari sana akan muncul jenis epilepsinya.

Epilepsi Bukan Penyakit Menular Secara umum masyarakat di Indonesia salah mengartikan penyakit epilepsi. Akibatnya, penderita epilepsi sering dikucilkan. Padahal, epilepsi bukan termasuk penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan “ilmu klenik”, dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Definisi Epilepsi yang benar adalah lepas muatan listrik yang berlebihan dan mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Penyebab Epilepsi antara lain: faktor genetik/turunan (meski relatif kecil antara 5-10 persen), kelainan pada menjelang-sesudah persalinan, cedera kepala, radang selaput otak, tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, adanya genangan darah/nanah di otak, atau pernah mengalami operasi otak. Selain itu, setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat pula menyebabkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan, alergi dan cacat bawaan.

Jenis Epilepsi meliputi, epilepsi tonik klonik (grandmal), epilepsi absans (petit mal), epilepsi parsial sederhana, epilepsi parsial komplek, epilepsi atonik, dan epilepsi mioklonik.

Cara Menanggulangi jika kebetulan menemukan penderita epilepsi yang tengah “kumat”, jangan sekali-kali memasukkan/meletakkan sesuatu ke dalam mulut korban, Jangan memaksa membuka gigi, jangan menahan gerakan saat klonik (kejang).  Biarkan penderita sadar sendiri, tapi terlebih dahulu lindungi kepalanya dengan bantal. Setelah sadar, miringkan tubuhnya dan bantu memulihkan pernafasan. Lalu jangan diberi minum lebih dahulu, karena amat berbahaya bisa tersedak. Untuk pengobatannya serahkan pada dokter spesialis. Lalu minum obat secara teratur (tidak boleh lupa), kemudian hindari kelelahan, kemalaman, kedinginan, kecemasan, dan kelaparan. “Jika semua itu dilakukan sesuai ‘aturan main’, dipastikan penderita epilepsi bisa sembuh, hidup dan berkembang seperti anak yang normal,”

Pantangan :

• Toge
• Durian
• Anggur
• Daging kambing
• Daging kerbau
• Es/air dingin
• Minuman bersoda

This entry was posted in Herbal Epilepsi and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Terapi Obat Herbal Penyakit Epilepsi

  1. lepsi says:

    obat herbal epilepsi terbuat dari ramuan apa aja pak? nama indonesia nya ya????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>