<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanaman Obat Pegagan &#8211; Sehat Herba</title>
	<atom:link href="https://sehatherba.com/category/tanaman-obat-pegagan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<description>Pengobatan Herbal Dari Tanaman Obat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Dec 2022 09:21:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.3.18</generator>

<image>
	<url>https://sehatherba.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-sehat-herba-tanaman-obat-32x32.png</url>
	<title>Tanaman Obat Pegagan &#8211; Sehat Herba</title>
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<atom:link rel='hub' href='https://sehatherba.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>PEGAGAN (Centella asiatica Urban)</title>
		<link>https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/pegagan-centella-asiatica-urban.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/pegagan-centella-asiatica-urban.html#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 10:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanaman Obat Pegagan]]></category>
		<category><![CDATA[Centella asiatica Urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1156</guid>
				<description><![CDATA[<p>Pegagan tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sebagai penutup tanah diperkebunan dan dipekarangan sebagai tanaman sayur. Pegagan berasal dari Asia tropik, menyukai tanah yang agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung, dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 2.500 m dpl. Terna, menahun, tidak berbatang, mempunyai rimpang pendek &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/pegagan-centella-asiatica-urban.html">PEGAGAN (Centella asiatica Urban)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if !mso]><span class="mceItemObject" classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--><!-- [if gte mso 10]>
<mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pegagan tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sebagai penutup tanah diperkebunan dan dipekarangan sebagai tanaman sayur. Pegagan berasal dari Asia tropik, menyukai tanah yang agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung, dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 2.500 m dpl.</p>
<p style="text-align: justify;">Terna, menahun, tidak berbatang, mempunyai rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap, panjang 10-80 cm, akar keluar dari setiap buku-buku, banyak percabangan yang membentuk tumbuhan baru. daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar yang terdiri dari 2-10 helai daun. Helaian daun berbentuk ginjal, tepi bergerigi atau beringgit, kadang agak berambut, diameter 1-7 cm. Bunga tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bunga bersama-sama keluar dari ketiak daun, berwarna merah muda atau putih. Buah kecil, bergantung, berbenuk lonjong, pipih, panjang 2-2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. Daunnya dapat dimakan sebagai lalap untuk penguat lambung. Pegagan dapat diperbanyak dengan pemisahan stolon dan biji.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sifat dan Khasiat</strong><br />
Herba rasanya manis, sifatnya sejuk, berkhasiat tonik, antiinfeksi, antitoksik, antirematik, penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuerik ringan), pembersih darah, memperbanyak pengeluaran empedu, pereda demam (antipiretik), penenang (sedatif), mempercepat penyembuhan luka, dan melebarkan pembuluh darah tepi (<em>vasodilator perifer</em>). Khasiat sedatif terjadi melalui mekanisme kolinergik di susunan syaraf pusat <span id="more-1156"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kandungan Kimia</strong><br />
Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoisde, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral (seperi garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi) zat pahit vellarine dan zat samak.</p>
<p style="text-align: justify;">Diduga senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berperan dalam berbagai aktivitas penyembuhan penyakit. Asiaticoside berperan dan senyawaan sejenis juga berkhasiat anti lepra (kusta). Secara umum, pegagan berkasiat sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagian yang digunakan</strong><br />
Bagian yang digunakan adalah herba (seluruh bagian tanaman kecuali akar)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Indikasi</strong><br />
Herba digunakan untuk pengobatan:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Radang hati disertai kuning (hepatitis ikterik akut), pembengkakan hati</li>
<li class="MsoNormal">Campak (=<em>measles</em>, =<em>morbili</em>, =<em>rubeola</em>/li&gt;</li>
<li class="MsoNormal">Demam, sakit tenggorokan, selalu merasa haus</li>
<li class="MsoNormal">Asam, <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://sehatherba.com/obat-herbal-pernafasan/bronkas-obat-herbal-bronkitis-akut.html" target="_blank" rel="noopener">bronkitis</a></span>, radang pleura (pleuritis)</li>
<li class="MsoNormal">Radang mata merah</li>
<li class="MsoNormal">Kelutihan (leukore)</li>
<li class="MsoNormal">Infeksi dan batu saluran kencing</li>
<li class="MsoNormal">Tekanan darah tinggi (<em>hipertensi</em>)</li>
<li class="MsoNormal">Bengkak terpukul (memar) nyeri</li>
<li class="MsoNormal"><em>Rheumatism, rheumatoid arthritis</em></li>
<li class="MsoNormal">Perdarahan (muntah darah, batuk darah, kencing darah, mimisan)</li>
<li class="MsoNormal">Wasir</li>
<li class="MsoNormal">Sirkulasi pembuluh sarah balik yang buruk</li>
<li class="MsoNormal">Sakit perut, disentri</li>
<li class="MsoNormal">Cacingan</li>
<li class="MsoNormal">Tidak nafsu makan</li>
<li class="MsoNormal">Lepra (<em>Morbus Hansen</em>), tuberkolosis</li>
<li class="MsoNormal">Keracuanan makanan (seperti jengkol, udang, kepiting)</li>
<li class="MsoNormal">Keracunan bahan kimia (gelmisium elegans, arsen dan obat-obatan)</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Cara pemakaian</strong><br />
Untuk obat yang diminum, cuci 30-60g herba segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Cara lain, giling herba sampai halus, lalu peras dan air perasannya diminum. Bisa juga, seduh 1-2g bubuk kering dengan air panas. Setelah dingin minum sekaligus. Untuk mengobati keracunan, jus 500-1.500 g herba pegagan segar, lalu minum sekaligus.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit, seperti pada bisul, luka bakar, luka bernanah, tuberkulosis (TBC) kulit, <em>herpes zoster</em>, eksim, dan gigitan ular. Cara lain, rebus herba segar dan gunakan air rebusannya sebagai obat kumur pada sariawan atau mencuci luka berdarah dan bernanah. Ekstrak minyaknya dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li class="MsoNormal">Rebusan daun pegagan 10% yang di berikan pada anjing sebagai binatang percobaan mempunyai daya diuresis (pengeluaran air kemih) yang lebih baik di banding rebusan air pegagan 0,5% dan 5% <em>(Malawat Salim, JF FMIPA UNHAS, 1981)</em></li>
<li class="MsoNormal">Secara <em>in vitro</em>, infus dan ekstrak alkohol daun pegagan mempunyai daya antimikroba, khususnya terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli.</em> Dalam bentuk ekstrak alkohol, harga kadar hambat minimum (KHM) atau kadar bunuh minimum (KBM) terhadap kedua jenis bakteri tersebut lebih besar dibandingkan dalam bentuk infus. Daya anti bakteri daun pegagan terhadap <em>S. Aureus</em> lebih besar dibandingkan terhadap <em>E. coli</em>. Daya antimikotik terhadap <em>Candida albicans</em> tidak nyata <em>(Endang Adriyani, Fakultas Farmasi, UGM, 1987)</em></li>
<li class="MsoNormal">Infus daun pegagan dengan kadar 7,5% paling baik untuk melarutkan batu ginjal kalsium <em>(Sri Endah Suhartatik, Fakultas Farmasi, UGM, 1989)</em></li>
<li class="MsoNormal">Ekstrak pegagan dapat menghambat pertumbuhan bakteri enterik, seperti <em>Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes, dan Salmonella typhi (Syahnida, JF FMIPA UNAND,1993)</em></li>
<li class="MsoNormal">Asiaticocide dan thankuniside dapat mengurang kesuburan<em>(fertilitas)</em></li>
<li class="MsoNormal">Dalam dosis yang tinggi, pegagan dapat menurunkan kadar gula darah <em>(berkhasiat hipoglikemik)</em></li>
<li class="MsoNormal">Asiaticoside efectit untuk mengobati lepra (kusta)</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Contoh Pemakaian</strong><br />
<strong>Kencing darah, muntah darah, mimisan</strong><br />
Sediakan bahan segar pegagan, urang-aring (<em>Eclipta alba</em> L.) dan akar alang-alang (<em>Imperata cylindrica</em> L.) masing-maising 30g lalu cuci sampai bersih. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Batuk kering</strong><br />
Cuci 1 genggam penuh pegagan segar, lalu giling sampai halus. Tambahkan air gula batu secukupnya, lalu peras dan saring. Air yang terkumpul lalu diminum sekaligus. Lakukan tiga kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bisul</strong></p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Rebus 30-60g pegagan segar dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas</li>
<li class="MsoNormal">Cuci pegagan segar secukupnya sampai bersih, lalu giling sampai halus. tempelkan pada bisul, lalu balut dengan kain perban. Ganti balutan 2-3 kali sehari.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Campak</strong><br />
Rebus 60-120g peggan segar dalam 4 gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehri 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Demam</strong><br />
Cuci 1 genggam penuh pegagan segar, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit air dan garam sambil diaduk rata, lalu peras dan saring. minum air yang terkumpul sewaktu perut kosong. Lakukan 3 kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kencing keruh akibat infeksi atau batu saluran kencing</strong><br />
Cuci 30g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air cucian beras (bilasan kedua). Setelah airnya tersisa 1 gelas, matikan api. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Buang air kecil sedikit dan sukar</strong><br />
Cuci pegagan segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan ramuan tersebut pada pusar, lalu balut dengan kain perban.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keputihan</strong><br />
Cuci 15-30g herba pegagan segar sampai bersih. Tambahkan 3 gelas air, lalu rebus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keracunan makanan</strong><br />
Sediakan 250g bahan segar pegagan dan akar kangkung air (<em>Ipomoea aquatica Forsk</em>), lalu cuci dan giling sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air panas. Setelah dingin, peras dan saring. Selanjutnya minum air yang terkumpul sekaligus.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lepra (kusat)</strong><br />
Rebus 30-60g pegagan segar dalam 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lepra, Eksim</strong><br />
Aduk 2 sendok teh serbuk kering pegagan dalam 25 ml air. Selanjutnya bubuhkan pada bagian tubuh yang sakit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mata merah dan bengkak</strong><br />
Cuci pegagan segar secukupnya sampai bersih, bilas dengan air matang, lalu giling sampai halus. Selanjutnya saring dan teteskan air saringanya pada mata yang sakit. Lakukan 3-4 kalu sehari, setiap kali 2 tetes.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Memar, nyeri</strong><br />
Seduh 1,5g serbuk kering pegagan dengan 1/2 cangkir air panas. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari sampai sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pembengkakan hati (liver)</strong><br />
Cuci 5 ons pegagan segar, lalu rebus dalam air secukupnya sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin, airnya diminum seperti teh. Lakukan setiap hari secara rutin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Radang hati (hepatitis)</strong><br />
Cuci 240-600g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sakit perut karena timbunan kotoran di usus</strong><br />
Tumbuk bahan segar pegagan dan kucai (masing-masing 1 genggam) sampai halus, lalu peras dan saring. Minum air saringannya sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tekanan darah tinggi</strong><br />
Rebus 20 lembar daun pegagan segar dalam 3 gelas air sampai tersisa 3/4 nya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali masing-masing sebanyak 1/3 bagian. Untuk menambah rasa dapat ditambah air gula secukupnya. Lakukan setiap hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wasir</strong><br />
Rebus 50g pegagan segar berikut akarnya dalam 2 gelas air sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum. Lakukan setiap hari sampai sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Catatan</strong></p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Teh yang dibuat dari daun pegagan segar berkhasiat meningkat nafsu makan, penyegar badan, penenang, meredakan demam, menghentikan batuk kering, mengeluarkan cacing dari usus dan menghentikan mimisan</li>
<li class="MsoNormal">Lalap pegagan segar berkhasiat untuk :
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Membersihkan darah, seperti pada bisul, keputihan, sifilis, serta</li>
<li class="MsoNormal">Meningkatkan pengeluaran empedu untuk memperbaiki gangguan pencernaan dan meningkatkan nafsu makan</li>
</ol>
</li>
<li class="MsoNormal">Peranan pegagan dalam proses menghentikan perdarahan karena tumbuhan ini berkhasiat untuk membersihkan dan mendinginkan darah</li>
<li class="MsoNormal">Dalam pengobatan ayurvedic, pegagan digunakan sebagai tumbuhan obat berkhasiat tonik, pengobatan gangguan kulit dan gangguan pencernaan. Di India, pegagan digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit termasuk lepra, eksim dan penyakit kulit lainnya. pegagan merupakan tumbuhan obat yang berkhasiat meremajakan seperti memperkuat fungsi syaraf guna meningkatkan konsentrasi dan daya ingat</li>
<li class="MsoNormal">Pegagan dapat memerperkuat dan memberikan energi bagi otak. namun dalam dosis tinggi dapat menimbulkan efek-efek negatif seperti narkotik, stupor, sakit kepala, dan koma (kadang-kadang)</li>
<li class="MsoNormal">Pegagan telah diproduksi dalam bentuk tablet dengan nama gotu cola</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/pegagan-centella-asiatica-urban.html">PEGAGAN (Centella asiatica Urban)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/pegagan-centella-asiatica-urban.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Mengenal Khasiat Tanaman Pegagan</title>
		<link>https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/mengenal-khasiat-tanaman-pegagan.html</link>
				<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 10:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanaman Obat Pegagan]]></category>
		<category><![CDATA[Centella asiatica]]></category>
		<category><![CDATA[Khasiat Tanaman Pegagan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1150</guid>
				<description><![CDATA[<p>Pegagan (Centella asiatica, (Linn), Urb.) merupakan terna liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia tropik. Menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/mengenal-khasiat-tanaman-pegagan.html">Mengenal Khasiat Tanaman Pegagan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if !mso]><span class="mceItemObject" classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--><!-- [if gte mso 10]>
<mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/10/211.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1152" title="tanaman pegagan" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/10/211.jpg" alt="tanaman pegagan" width="102" height="136" /></a>Pegagan </em></strong>(Centella asiatica, (Linn), Urb.) merupakan terna liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia tropik. Menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pegagan merupakan terna menahun tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 cm &#8211; 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm &#8211; 15 cm berbentuk ginjal.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepinya bergerigi atau beringgit, dengan penampang 1 cm &#8211; 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 &#8211; 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm &#8211; 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 &#8211; 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit.<span id="more-1150"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa memanfaatkannya untuk obat, karena seluruh bagian dari tanaman ini berkhasiat. Anda bisa memakainya dengan cara berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kencing keruh (akibat infeksi/batu sistem saluran kencing)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">30 gram pegagan segar direbus dengan air cucian beras dari bilasan kedua.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Demam</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Segenggam daun segar ditumbuk, kemudian ditambah sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Susah</strong><strong> kencing</strong></p>
<p style="text-align: justify;">30 gram pegagan segar dilumatkan, tempel di pusar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Darah tinggi </strong></p>
<p style="text-align: justify;">20 lembar daun tanaman ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya. Sehari diminum 3 x 3/4 gelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wasir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air selama ± 5 menit. Minum rebusan ini selama beberapa hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pembengkakan hati (liver) </strong></p>
<p style="text-align: justify;">240 gram &#8211; 600 gram tanaman segar direbus, minum secara rutin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Campak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">60 -120 gram pegagan direbus, minum</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bisul</strong></p>
<p style="text-align: justify;">30 gram &#8211; 60 gram tanaman segar direbus, diminum. Tanaman segar dicuci bersih, dilumatkan ditempelkan ke yang sakit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mata merah, bengkak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan, diperas, airnya disaring. Teteskan ke mata yang sakit 3 &#8211; 4 kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Batuk darah, muntah darah, mimisan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">60 &#8211; 90 gram tanaman segar direbus, atau diperas, airnya diminum.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Batuk kering</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Segenggam penuh pegagan segar dilumatkan, peras. Ditambah air dan gula batu secukupnya. Minum.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lepra</strong> : 3/4 genggam tanaman dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air, sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x 3/4 gelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penambah nafsu makan </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1 genggam daun segar direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Minum sehari 1 gelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Teh daun pegagan segar berkhasiat</strong> : Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan, menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut, mimisan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lalaban tanaman berkhasiat segar berkhasiat</strong> : Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah. Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan pencernaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 10]>
<mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 10]>



<style>
 /* Style Definitions */<br /> table.MsoNormalTable<br />	{mso-style-name:"Table Normal";<br />	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />	mso-tstyle-colband-size:0;<br />	mso-style-noshow:yes;<br />	mso-style-parent:"";<br />	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />	mso-para-margin:0cm;<br />	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />	mso-pagination:widow-orphan;<br />	font-size:10.0pt;<br />	font-family:"Times New Roman";<br />	mso-ansi-language:#0400;<br />	mso-fareast-language:#0400;<br />	mso-bidi-language:#0400;}<br /></style>

 <![endif]--></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/mengenal-khasiat-tanaman-pegagan.html">Mengenal Khasiat Tanaman Pegagan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
										</item>
		<item>
		<title>Khasiat Pegagan, dari penumpas TBC sampai peningkat daya ingat</title>
		<link>https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/khasiat-pegagan-dari-penumpas-tbc-sampai-peningkat-daya-ingat.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/khasiat-pegagan-dari-penumpas-tbc-sampai-peningkat-daya-ingat.html#comments</comments>
				<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 10:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanaman Obat Pegagan]]></category>
		<category><![CDATA[Daun kaki kuda]]></category>
		<category><![CDATA[Khasiat Pegagan]]></category>
		<category><![CDATA[rendeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1145</guid>
				<description><![CDATA[<p>Seorang teman bercerita, betapa frustrasinya ia menumpas tuberkulosis (TB) paru-paru. Digempur pakai obat-obatan medis, si penyakit tetap saja eksis. Ia juga panik, karena katanya, bakteri TB bisa kebal terhadap gempuran obat yang diracik apotik. Untunglah, saat nyaris frustrasi, ia “menemukan” pegagan dan kawan-kawan. Menjalani “takdir” sebagai penderita TB paru-paru memang tak gampang. Jika tidak ulet, &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/khasiat-pegagan-dari-penumpas-tbc-sampai-peningkat-daya-ingat.html">Khasiat Pegagan, dari penumpas TBC sampai peningkat daya ingat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if !mso]><span class="mceItemObject" classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--><!-- [if gte mso 10]>
<mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--></p>
<figure id="attachment_1147" aria-describedby="caption-attachment-1147" style="width: 125px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/10/14.jpg"><img class="size-full wp-image-1147" title="pegagan" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/10/14.jpg" alt="pegagan" width="125" height="106" /></a><figcaption id="caption-attachment-1147" class="wp-caption-text">pegagan</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Seorang teman bercerita, betapa frustrasinya ia menumpas tuberkulosis (TB) paru-paru. Digempur pakai obat-obatan medis, si penyakit tetap saja eksis. Ia juga panik, karena katanya, bakteri TB bisa kebal terhadap gempuran obat yang diracik apotik. Untunglah, saat nyaris frustrasi, ia “menemukan” pegagan dan kawan-kawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjalani “takdir” sebagai penderita TB paru-paru memang tak gampang. Jika tidak ulet, alih-alih sembuh, pasien bisa mati bosan. Maklum, proses penyembuhan TB, selain cukup sulit, juga makan waktu lama, berkisar 3 – 6 bulan. Itu pun dengan catatan, pasien berdisiplin minum obat dan rajin memeriksakan diri ke dokter.</p>
<p style="text-align: justify;">Lamanya pengobatan itulah – apalagi jika disertai kendala biaya – yang kerap menyebabkan pasien frustrasi. Ya frustrasi minum obat, ya bosan menanggung derita. Padahal, disiplin minum obat menjadi faktor penentu dalam proses penyembuhan. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan bakteri TB resisten terhadap beragam obat konvensional, termasuk obat kombinasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kata lain, pasien TB sebenarnya dilarang keras menoleransi kata bosan, apalagi sampai putus asa. Itu sebabnya, buat teman tadi, perjumpaan dengan pegagan dan kawan sejawatnya menjadi sangat berarti. Paling tidak, ia merasa tak “sendiri” lagi menghadapi tuberkulosis. Ketika banyak sanak saudara dan handai taulan menjauh lantaran takut tertular, pegagan dan kawan-kawan menjadi teman paling setia.<span id="more-1145"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling penting, harga mereka murah dan tak membuat kantung cekak jika dikonsumsi dalam kurun waktu lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Mematikan dan bikin bosan</p>
<p style="text-align: justify;">Tuberkulosis pertama kali diketahui keberadaannya tahun 1882 oleh ahli bakteri Jerman, Robert Koch. TB tergolong penyakit menahun nan mematikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (KRT, 1995), sebagai penyebab kematian secara umum, TB menduduki peringkat ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan infeksi saluran napas. Namun, khusus di kelas penyakit infeksi, ia ada di posisi nomor satu.</p>
<p style="text-align: justify;">TB umumnya dipicu oleh perumahan yang kurang sehat, terutama di tempat yang memiliki tingkat hunian sangat padat. Bisa juga lantaran makanan yang disantap kurang bergizi, serta kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. TB ditandai oleh hadirnya bakteri tahan asam bernama mikobakteria tuberkulosis yang memiliki sifat rada beda dari kuman lain pada paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Sifat-sifat berbeda itu di antaranya cepat mati bila terkena sinar Matahari, cepat mati jika berada dalam air mendidih, dan akan mati setelah 24 jam terkena cairan karbol 5%. Namun sebaliknya, basil tuberkulosis dapat hidup berminggu-minggu dalam ludah, di tempat yang sejuk, dan berbulan-bulan di tempat yang gelap. Ia juga dapat dengan mudah menular lewat hidung atau mulut.</p>
<p style="text-align: justify;">Penderita TB paru-paru, seperti yang terjadi pada teman tadi, merasa badannya lemah dan nafsu makan berkurang. Timbul batuk yang kadang disertai darah (awalnya cuma sedikit), muka pucat dan berat badan terus berkurang, serta suhu badan naik terutama pada petang dan malam hari. Selain itu, pada malam hari penderita sering mengeluarkan keringat, kadang suaranya berubah menjadi parau atau serak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan suara parau, teman tadi terus bercerita, termasuk pertemuannya dengan seorang kawan lain yang membawa pencerahan. Kata teman sang teman, mengandalkan obat-obat medis memang tidak salah, tapi melengkapinya dengan meminum air rebusan tumbuhan berkhasiat layak dicoba. “Kalau Tuhan mengizinkan, bisa sembuh lebih cepat,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itu, asa teman tadi tumbuh kembali. Ia mencoba mencari tahu, beragam tanaman obat yang telah diteliti oleh berbagai institusi penelitian maupun perguruan tinggi di Indonesia. Ia mendapati, ternyata cukup banyak tanaman obat yang secara empiris telah dikenal masyarakat. Beberapa tumbuhan yang sempat tercatat, antara lain pegagan, singawalang, bunga tembelekan, dan bumbu tali.</p>
<p style="text-align: justify;">Menghambat &amp; menghancurkan</p>
<p style="text-align: justify;">Pegagan atau nama kerennya Centella asiatica itu tumbuhan liar yang ada di dataran rendah, sampai sekitar 2.500 m di atas permukaan air laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara empiris, biasa digunakan sebagai tonik, antiinfeksi, antirematik, penenang, mempercepat penyembuhan luka, dan diuretik. Berbagai penelitian telah dilakukan guna mendukung manfaat empirisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, penelitian yang merujuk pegagan sebagai antiinflamasi, antioksidan, antitumor, atau untuk meningkatkan daya ingat (susunan saraf pusat), eksem (luka terbuka), dan hepatitis. Hal itu berkaitan dengan kandungan senyawa yang dimiliki pegagan, yaitu asiaticiside, thankuniside, medecassoside, brahmoside, brahminoside, madastic acid, vitamin B1, B2, dan B6.</p>
<p style="text-align: justify;">Penduduk asli India dan Malaysia konon suka menanam dan menyimpan pegagan dalam bentuk ready stock, agar siap digunakan sewaktu-waktu. Oleh warga dua bangsa itu pegagan lazim disimpan dalam bentuk kering untuk mengobati beragam penyakit. Terkadang mereka juga membuat jus daun segar, yang diminum untuk menghilangkan pusing ringan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari berbagai penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.</p>
<p style="text-align: justify;">Laorpuksa A. dan kawan-kawan dalam penelitian pada 1988 membuktikan, estrak air pegagan dapat melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran napas. Sementara Herbert D. dan kawan-kawan dari Tuberculosis Research Center di India mencoba efek pegagan pada bakteri tuberkulosis H37Rv secara in vitro. Hasilnya, pegagan tidak langsung berefek pada bakteri tuberkulosis. Namun, Herbert menyarankan penelitian lebih lanjut terhadap senyawa aktif asiaticoside.</p>
<p style="text-align: justify;">Feeling Herbert terbukti benar. Berdasarkan penelitian lanjutan, senyawa aktif pegagan itu ternyata dapat melawan Mycobakterium tuberculosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986). Penelitian berikutnya yang dilakukan Walter H. Lewis juga menyatakan, pegagan termasuk kelompok tanaman yang menghasilkan zat seperti antibiotika dan asiaticoside.</p>
<p style="text-align: justify;">Keampuhan pegagan juga telah diuji coba oleh Boeteau P. dan kawan-kawan, yang menginokulasi binatang percobaan marmut dengan bakteri basilus tuberkulosis selama 15 hari. Injeksi 0,5 ml 4% asiaticoside yang diberikan pada marmut, terbukti dapat mengurangi jumlah lesi tuberkular di paru-paru, hati, dan limpa. Senyawa asiaticoside membuat pegagan tak hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri tuberkulosis, tapi juga berpotensi sebagai imunomodulator – peningkat daya tahan tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara empiris, pemanfaatan pegagan untuk membasmi tuberkulosis paru-paru dapat dilakukan dengan berpedoman pada resep berikut. Cuci 30 – 60 g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dan diminum 3 kali sehari. Untuk TB kulit, lumatkan pegagan, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit. Kajian etnobotani di Bogor.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ada sejawat pegagan yang bermanfaat serupa. Singawalang (Pertiveria alliacea), menurut R. Indra Pandu Gunawan, yang melakukan kajian etnobotani di salah satu kampung di Bogor, Jawa Barat, juga dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis. Kesimpulan itu diambilnya setelah masyarakat di kampung yang diteliti itu sukses menggunakan singawalang untuk mengobati batuk darah akibat TB.</p>
<p style="text-align: justify;">Weniger B. pada 1988 pun menyatakan, masyarakat Haiti, Republik Dominika, telah sejak lama memanfaatkan tanaman ini untuk mengobati radang paru-paru. Singawalang sendiri merupakan tanaman berbentuk semak, tingginya bisa mencapai 1 m. Secara empiris, singawalang sering digunakan untuk peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh keringat, dan pereda kekejangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian in vitro memang menunjukkan, singawalang mampu melawan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Namun, penelitian langsung pada bakteri tuberkulosis belum dilakukan. Dosis pemanfaatan singawalang: 5 lembar daun yang telah dicuci bersih ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan diseduh dengan air panas, dibubuhi garam dan gula merah secukupnya. Aduk sampai larut, saring dan minum setelah dingin. Frekuensi meminumnya dua kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ada lagi yang namanya bunga tembelekan (Lantana camara). Tumbuhan ini dapat hidup secara liar atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Perdu setinggi 0,5 – 4 m dan berbau ini secara empiris berkhasiat meredakan demam, penawar racun, penghilang nyeri, dan penghenti perdarahan. Ia tumbuh di dataran rendah sampai 1.700 m di atas permukaan laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk melawan tuberkulosis paru-paru dengan batuk darah, digunakan bunga tembelekan kering sebanyak 6 – 10 g, direbus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa separuh. Setelah dingin, air rebusan itu disaring, dibagi untuk 3 kali minum (pagi hari, siang, dan sore) masing-masing setengah gelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lupakan juga tanaman bambu tali (Asparagus cochinchinensis). Tumbuhan asal Cina, Jepang, dan Korea itu tingginya dapat mencapai 1,5 m. Daunnya berwarna hijau, berbentuk helai panjang, runcing, dan halus. Bagian yang digunakan untuk obat adalah umbinya. Untuk mengatasi penyakit tuberkulosis yang disertai batuk darah, digunakan 6 – 12 g umbi kering bambu tali, direbus dalam 1,5 gelas air. Air rebusannya diminum dalam keadaan hangat dua kali sehari, sampai penyakit sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Obat “hati”</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau mau digali lagi, sebenarnya masih banyak tumbuhan – berdasarkan pengalaman empiris nenek moyang – dipercaya dapat digunakan untuk memerangi TB.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satunya daun legundi (Vitex negundo L). Untuk menggunakannya, 3/5 genggam daunnya dicuci, lalu direbus dengan air bersih sebanyak 3 gelas makan, sampai air rebusannya tinggal 3/4 gelas saja. Sesudah dingin, disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Frekuensi minumnya 3 kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lagi serbuk biji pronojiwo (Euhrseta horfieldii Benn). Untuk pengobatan diperlukan 3/4 sendok teh serbuk biji pronojiwo, diseduh dengan air panas sebayak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan. Dalam keadaan suam-suam kuku, ramuan diminum 3 kali sehari. Atau bunga kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L). Ramuannya, 3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci bersih, lalu digiling halus, diberi air masak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan, kemudian diperas dan disaring. Ramuan diminum tiga kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa juga dicoba bidara upas (Merremia mammosa). Ambilah 1/3 jari bidara, dicuci bersih lalu diparut, diberi air masak 1 sendok makan dan madu 2 sendok teh, diperas dan disaring. Obat alami ini diminum tiga kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, daun gandapura (Gaultheria fragrantissima). Diperlukan 1 sendok makan serbuk kering daun gandapura. Bahan itu diseduh dengan air panas 3/4 cangkir dan madu 1 sendok makan. Seduhan diminum dalam keadaan suam-suam kuku. Frekuensinya 3 kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat begitu banyaknya alternatif, teman saya jelas makin girang. Kini ia tidak hanya lebih optimistis menyikapi hidup, tapi juga lebih telaten merawat tanaman-tanamannya, terutama tanaman pegagan dan kawan-kawan. Buat sang teman, mereka bukan hanya andalan baru untuk mengusir TB paru-paru, tapi juga mengisi sepi dan mengusir frustrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Catatan :</p>
<p style="text-align: justify;">Satu Tanaman Lain Sebutan Pegagan dikenal juga sebagai daun kaki kuda (Jakarta), antanan gede (Sunda), kori-kori (Halmahera), kolotidi menora (Ternate), gagan-gagan, gangagan, kerok batok, pantegowang, panigowang, rendeng (Jawa).</p>
<p style="text-align: justify;">Nama lain bunga tembelekan adalah bunga pagar atau kayu Singapura. Di Sunda kerap disebut kembang satek, saliyara, tai ayam atau tai kotok. Sedangkan di Jawa kadang disebut oblo, puyengan, pecengan, atau waung.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambu tali atau bambu apus suka juga disebut awi tali (Sunda), deling apus, deling tangsul, jajang pring (Jawa) atau tiing tali, tiing tlantan (Bali). Tumbuhan lainnya, legundi, punya nama alias gendarasi (Palembang) atau langgundi (Minangkabau). Sedangkan bidara upas kerap disebut blanar (Jawa) atau hailale (Ambon)</p>
<p style="text-align: justify;"><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if !mso]><span class="mceItemObject" classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--><!-- [if gte mso 10]>
<mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman';">Oleh Kompas Cyber Media<br />
Sumber : http://www.depkes.go.id<br />
Penulis : Dra. Lucie Widowati, M.Si.Apt; peneliti pada Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional, Jakarta.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/khasiat-pegagan-dari-penumpas-tbc-sampai-peningkat-daya-ingat.html">Khasiat Pegagan, dari penumpas TBC sampai peningkat daya ingat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/tanaman-obat-pegagan/khasiat-pegagan-dari-penumpas-tbc-sampai-peningkat-daya-ingat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Tanaman Obat Pegagan</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-tanaman-obat/tanaman-obat-pegagan.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-tanaman-obat/tanaman-obat-pegagan.html#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 10:01:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Tanaman Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Obat Pegagan]]></category>
		<category><![CDATA[besi]]></category>
		<category><![CDATA[Centella asiatica L. Urban]]></category>
		<category><![CDATA[garam kalium]]></category>
		<category><![CDATA[kalsium]]></category>
		<category><![CDATA[magnesiu]]></category>
		<category><![CDATA[senyawa antilepra]]></category>
		<category><![CDATA[senyawa asiaticosida]]></category>
		<category><![CDATA[tanin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1140</guid>
				<description><![CDATA[<p>Pegagan (Centella asiatica L. Urban) &#160; Pegagan termasuk suku atau familia Apiaceae. Tumbuh menjalar di atas tanah terutama di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung tetapi cukup lembab. Nama lain : pegaga, daun kaki kuda, daun penggaga, pegago (Sumatera); antana, cowet gompeng, gagan-gagan, penigowang, calingan rambat (Jawa); bebele, paiduh (Nusa Tenggara); wisu-wisu, kisu-kisu (Sulawesi); &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-tanaman-obat/tanaman-obat-pegagan.html">Tanaman Obat Pegagan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- [if !mso]></p>





<style>
v\:* {behavior:url(#default#VML);}<br />o\:* {behavior:url(#default#VML);}<br />w\:* {behavior:url(#default#VML);}<br />.shape {behavior:url(#default#VML);}<br /></style>

 <![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if !mso]><object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object>



<style>
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }<br /></style>

 <![endif]--><!-- [if gte mso 10]>



<style>
 /* Style Definitions */<br /> table.MsoNormalTable<br />	{mso-style-name:"Table Normal";<br />	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />	mso-tstyle-colband-size:0;<br />	mso-style-noshow:yes;<br />	mso-style-parent:"";<br />	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />	mso-para-margin:0cm;<br />	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />	mso-pagination:widow-orphan;<br />	font-size:10.0pt;<br />	font-family:"Times New Roman";<br />	mso-ansi-language:#0400;<br />	mso-fareast-language:#0400;<br />	mso-bidi-language:#0400;}<br /></style>

 <![endif]--></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-size: 13.5pt;">Pegagan (<em>Centella asiatica L. Urban</em>)</span></strong></p>
<figure id="attachment_1141" aria-describedby="caption-attachment-1141" style="width: 102px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/10/21.jpg"><img class="size-full wp-image-1141" title="Tanaman Pegagan" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/10/21.jpg" alt="Tanaman Pegagan" width="102" height="136" /></a><figcaption id="caption-attachment-1141" class="wp-caption-text">Tanaman Pegagan</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pegagan termasuk suku atau familia <strong><em>Apiaceae</em></strong>. Tumbuh menjalar di atas tanah terutama di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung tetapi cukup lembab. Nama lain : pegaga, daun kaki kuda, daun penggaga, pegago (Sumatera); antana, cowet gompeng, gagan-gagan, penigowang, calingan rambat (Jawa); bebele, paiduh (Nusa Tenggara); wisu-wisu, kisu-kisu (Sulawesi); dogauke (Irian); ji xue cao (Cina).</p>
<p style="text-align: justify;">Kandungan : senyawa asiaticosida, senyawa antilepra, garam kalium, magnesiu, kalsium, besi, tanin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Arial; color: olive;">Kegunaan :</span></strong></p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Lepra. <em>Segenggam pegagan segar, cuci, rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 3/4 gelas. Minum 3 kali @ 3/4 gelas per hari.</em> (4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Hipertensi. <em>20 helai daun pegagan segar rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 3/4 gelas, saring, minum 3 kali @ 3/4 gelas. </em>(4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Ambeien. <em>4-5 batang pegagan dan akarnya dicuci, rebus dengan 2 gelas air selama 5 menit, saring, minum rebusan ini 2 kali sehari @ 1 gelas selama beberapa hari. </em>(4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Demam. <em>Segenggam pegagan dicuci, lumatkan, beri 3/4 gelas air dan garam, aduk, saring. Minum pagi hari sebelum sarapan.</em>(4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Demam yang tidak diketahui penyebabnya. <em>Segenggam penuh daun pegagan dicuci, lumatkan, beri 1/2 gelas, saring, beri garam. Minum pagi hari sebelum sarapan. Hari berikutnya segenggam penuh daun pare dibuat sama seperti di atas. Lakukan selang-selang selama 10 hari.</em> (4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Melancarkan air seni. <em>Segenggam daun pegagan dicuci, lumatkan, tempelkan pada pusar.</em> (4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Campak. <em>2 gengam daun pegagan dicuci, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal 1 gelas, minum setiap hari sekali sampai sembuh.</em> (4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Batuk. <em>Segenggam pegagan segar, cuci, lumatkan, beri air 3/4 gelas dan gula batu, aduk, saring. Minum sekali sehari sampai sembuh.</em> (4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Mimisan. <em>Segenggam daun pegagan dicuci, rebus dengan 3/4 gelas air, saring, minum. Ulangi 3 kali sehari.</em> (4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Sakit kepala. <em>Segenggam daun pegagan, 1/4 sendok jintan dicuci, rebus dengan segelas air sampai tinggal setengah, saring, beri 1 sendok madu sebelum diminum.</em> (4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Mata merah, bengkak. <em>Segenggam daun pegagan dicuci, lumatkan, peras, saring, teteskan ke mata yang sakit 3-4 kali sehari.</em> (4)</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/Lokax/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="12" />Menambah nafsu maka. <em>Segenggam daun pegagan segar dicuci, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal segelas. Minum sehari segelas.</em> (4)</p>
<p><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 10]>



<style>
 /* Style Definitions */<br /> table.MsoNormalTable<br />	{mso-style-name:"Table Normal";<br />	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />	mso-tstyle-colband-size:0;<br />	mso-style-noshow:yes;<br />	mso-style-parent:"";<br />	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />	mso-para-margin:0cm;<br />	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />	mso-pagination:widow-orphan;<br />	font-size:10.0pt;<br />	font-family:"Times New Roman";<br />	mso-ansi-language:#0400;<br />	mso-fareast-language:#0400;<br />	mso-bidi-language:#0400;}<br /></style>

 <![endif]--></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><tt><em><span style="font-size: 10pt;">SUMBER : </span></em></tt></p>
<p style="text-align: justify;"><tt><em><span style="font-size: 10pt;">Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.</span></em></tt></p>
<p style="text-align: justify;"><tt><em><span style="font-size: 10pt;">Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.</span></em></tt></p>
<p style="text-align: justify;"><tt><em><span style="font-size: 10pt;">Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.</span></em></tt></p>
<p style="text-align: justify;"><tt><em><span style="font-size: 10pt;">Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.</span></em></tt></p>
<p class="MsoNormal">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-tanaman-obat/tanaman-obat-pegagan.html">Tanaman Obat Pegagan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-tanaman-obat/tanaman-obat-pegagan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>
