<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penderita Diabetes &#8211; Sehat Herba</title>
	<atom:link href="https://sehatherba.com/tag/penderita-diabetes/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<description>Pengobatan Herbal Dari Tanaman Obat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Aug 2018 04:51:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.3.18</generator>

<image>
	<url>https://sehatherba.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-sehat-herba-tanaman-obat-32x32.png</url>
	<title>Penderita Diabetes &#8211; Sehat Herba</title>
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<atom:link rel='hub' href='https://sehatherba.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Suntik Insulin Penderita Diabetes</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/suntik-insulin-penderita-diabetes.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/suntik-insulin-penderita-diabetes.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 10:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[injeksi insulin]]></category>
		<category><![CDATA[Penderita Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Suntik Insulin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1330</guid>
				<description><![CDATA[<p>Terapi insulin masih belum populer di kalangan penyandang diabetes. Padahal ini salah satu jalan yang cukup efisien. Boleh jadi, hanya kuda lumping yang bisa menandingi kebandelan diabetes. Dia turun-naik, sabet kiri-kanan, tak keruan. Kibasannya yang begitu liar telah memakan korban ratusan juta orang di seluruh dunia. Andriyanto, 40-an tahun, adalah salah satu yang terkena kibasannya. &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/suntik-insulin-penderita-diabetes.html">Suntik Insulin Penderita Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if !mso]><span class="mceItemObject" classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/11/diabetes-scientificamerican-dalam.jpg"><img class="size-full wp-image-1332 aligncenter" title="diabetes-scientificamerican-dalam" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/11/diabetes-scientificamerican-dalam.jpg" alt="diabetes-scientificamerican-dalam" width="285" height="285" /></a></p>
<p><!-- [if gte mso 10]>
<mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Terapi <strong>insulin </strong>masih belum populer di kalangan penyandang <strong>diabetes</strong>. Padahal ini salah satu jalan yang cukup efisien.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Boleh jadi, hanya kuda lumping yang bisa menandingi kebandelan diabetes. Dia turun-naik, sabet kiri-kanan, tak keruan. Kibasannya yang begitu liar telah memakan korban ratusan juta orang di seluruh dunia.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Andriyanto, 40-an tahun, adalah salah satu yang terkena kibasannya. Sejak lima tahun lalu pengusaha di Surabaya ini didiagnosis terkena diabetes atau lazim dikenal sebagai kencing manis. “Sejak itu, saban hari saya minum pil,” katanya.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Awalnya, pil masih bekerja dengan baik mengendalikan kadar gula darah Andriyanto. Tapi, melewati tahun keempat, aneka rupa pil yang diresepkan dokter tak lagi berfungsi. Kadar gula darahnya tetap bergejolak melampaui level 200 miligram per desiliter darah. Jauh dari kadar aman, yakni 120-140 miligram.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Kemudian, seorang dokter menganjurkan agar Andriyanto menyetop minum pil. Sebagai gantinya, setiap hari dia mesti menyuntik diri sendiri dengan insulin demi mengendalikan kadar gula darah. Andriyanto tidak serta-merta setuju. “Repot,” katanya, “mosok nyuntik dewe saben dino (masak, menyuntik diri sendiri setiap hari?Red.).”</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Memang, injeksi insulin bukan terapi yang populer di kalangan pengidap diabetes. Kerepotan teknis menyuntik diri sendiri masih pekat membayang. Padahal, “Prosedur nyuntik itu gampang. Cuma butuh beberapa kali latihan, pasien dijamin fasih menyuntik diri sendiri,” kata Profesor Hendromartono dari Pusat Diabetes dan Nutrisi RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Apalagi, dengan peralatan canggih yang kini sudah beredar di pasaran, prosedur injeksi insulin bukanlah soal yang ruwet.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Percakapan mengenai manfaat suntikan insulin ini disampaikan dalam sebuah seminar diabetes yang digelar Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) di Surabaya, dua pekan lalu. Seminar itu dilakukan dalam rangka peringatan Hari Diabetes Nasional yang jatuh tiap tanggal 12 Juli.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Diabetes (lengkapnya diabetes mellitus), Profesor Hendromartono menjelaskan, adalah penyakit yang bersumber pada ketidakberesan pengolahan glukosa. Ada dua sumber ketidakberesan ini. Pertama, pada diabetes tipe 1, organ pankreas sama sekali tidak memproduksi insulin?hormon yang bertanggung jawab pada pengolahan gula?yang bertugas mencerna gula dalam makanan dan mengubahnya menjadi energi. Pasien diabetes tipe ini, tak bisa tidak, membutuhkan suntikan insulin sepanjang umur.<span id="more-1330"></span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Berikutnya, pada diabetes tipe 2, produksi insulin terganggu karena gaya hidup yang cuek pada nilai-nilai kesehatan. “Mayoritas, 95 persen, pasien diabetes di Indonesia termasuk yang tipe 2 ini,” kata Dr. Sugianto Wibisono, ahli endokrinologi dari RS Adi Husada, Surabaya.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Bertahun-tahun gaya hidup sembrono, menyantap makanan yang full gula, kurang olah raga, dan istirahat yang jauh dari cukup, membuat organ pankreas berteriak kelelahan. Organ ini menjadi lelet, tak sanggup lagi memproduksi hormon insulin dalam jumlah cukup. Akibatnya, pasokan gula dalam makanan tak bisa dicerna dan menumpuk dalam darah.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dalam jangka panjang, tumpukan itu berisiko menyulut luka gangren pada kaki, kebutaan, impotensi, gagal ginjal, pengerasan pembuluh darah jantung (aterosklerosis), sampai serangan stroke yang fatal. Menurut catatan International Diabetes Federation (IDF), diabetes berada di peringkat keempat penyebab kematian di negara maju. Sementara itu, sebagian pasien, 30-40 persen, harus menjalani cuci darah (hemodialisis) seumur hidup.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Sugianto menambahkan, prinsip terapi pada pasien diabetes sepenuhnya bersandar pada empat pilar. Pertama, pengaturan makanan. Kedua, olah raga yang tak boleh kelewat berat tapi teratur. Ketiga, obat-obatan anti-diabetes. Keempat, penyuluhan yang memadai. “Langkah terakhir ini amat penting,” kata Sugianto. Dengan model penyuluhan yang dikemas dalam model diskusi intensif dokter-pasien, pasien diajak aktif memperbaiki gaya hidup secara menyeluruh. “Diabetes memang penyakit yang tak bisa disembuhkan,” kata Sugianto. “Dia hanya bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat.”</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Hanya, kerap kali muncul persoalan ruwet. Gaya hidup sudah berangsur-angsur diperbaiki, makanan bergula sudah dibatasi, olahraga sudah rajin digeber, obat pengendali kadar gula telah pula diminum teratur. Tapi, seperti yang dialami Andriyanto, lonjakan gula darah tak kunjung bisa dijinakkan. Apa sebab?</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dr. Pandji Mulyono, ahli diabetes dari Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan, Surabaya, memberikan penjelasan. Obat anti-diabetes dibuat dengan prinsip kerja mendorong sel-sel pankreas menghasilkan insulin. Pada tahap-tahap awal, dorongan dan komando ini bekerja cukup efektif. Namun, setelah berbilang tahun, pankreas bisa kelelahan. Obat-obatan yang membawa komando dan instruksi mencetak insulin pun dicuekin saja. Akibatnya, ya itu tadi, “Obat jalan terus tapi gula darah tetap tinggi,” kata Pandji.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Nah, pada kondisi pankreas yang kelelahan bertahun-tahun dihantam obat, dokter bisa menyarankan agar pasien beralih ke injeksi insulin. Dengan cara ini, “Sel-sel pankreas dibiarkan ngaso,” kata Pandji. Sementara pabrik overhaul, kebutuhan tubuh akan insulin dipasok dari luar. Beberapa bulan kemudian, bila kondisi pankreas sudah kembali fit, injeksi insulin bisa saja ditinggalkan dan pasien kembali minum obat.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Memang, tidak jarang muncul ketakutan pasien. Maklumlah, terapi injeksi insulin menuntut kedisiplinan pasien menjalankan pengaturan makan. Bila tidak hati-hati, misalnya sampai lupa makan sampai berjam-jam, bisa muncul hipoglikemi atau kemerosotan gula darah secara ekstrem. Kondisi ini bisa mengakibatkan jantung berdebar-debar, kesadaran melayang, dan bahkan koma. Risiko inilah yang membuat banyak pasien?juga dokter?enggan menjalani dan menganjurkan terapi injeksi insulin. Padahal, semakin gula darah dibiarkan bergejolak liar tanpa intervensi insulin, semakin besar risiko dihadapi pasien.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dr. James Hajadi, dari PT Aventis Pharma, membenarkan adanya risiko hipoglikemi bagi pasien yang menjalani terapi suntikan insulin. Selain karena faktor kedisiplinan makan, risiko juga dipicu oleh sifat insulin yang selama ini diproduksi industri farmasi. Insulin, contohnya yang bernama ilmiah neutral protamine hagedorn (NPH), bekerja secara tidak konstan. Dia hanya bekerja efektif pada saat-saat tertentu, yakni 3-5 jam setelah disuntikkan. Bila disuntikkan menjelang makan malam, boleh jadi si pasien akan mengalami hipoglikemi pada saat tidur.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Belakangan, para ahli merintis penggunaan insulin glargine, yang lebih menyerupai insulin alami. Produk ini bekerja konstan. “Insulin dilepaskan ke dalam tubuh perlahan-lahan dan terus-menerus dalam 24 jam,” kata James. Walhasil, risiko hipoglikemi mendadak bisa ditekan.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Namun, biarpun injeksi insulin glargine lebih stabil dan aman, ada satu catatan yang wajib diperhatikan. Pasien diabetes tetap tidak boleh mengabaikan pengaturan makanan yang sudah diatur oleh dokter. “Yang ini enggak bisa ditawar,” kata Sugianto. Bila tetap bandel, injeksi insulin dan terapi apa pun tak bakal berguna menolong pasien diabetes.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Akan halnya Andriyanto, setelah menimbang kiri-kanan, dua bulan lalu dia memutuskan untuk memilih injeksi insulin. Ternyata, “Gampang,” katanya, “Nyuntiknya ndak susah.” Lebih dari itu, badannya terasa lebih bugar, lebih nyaman, dan segar. Berbagai keluhan yang dibawa diabetes, penglihatan kabur, pusing, lemas, hilang menguap. Katanya bernada menantang, “Sekarang, saya siap melakukan apa saja.”</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: center;"><a title="obat herbal diabetes millitus" href="http://sehatherba.com/herbal-diabetes/pengobatan-herbal-diabetes-dari-daging-tupai-dan-jamur-lingzhi.html" target="_blank" rel="noopener">PENGOBATAN HERBAL DIABETES KLIK DISINI</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/suntik-insulin-penderita-diabetes.html">Suntik Insulin Penderita Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/suntik-insulin-penderita-diabetes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes.html#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 23:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Hipoglikemia]]></category>
		<category><![CDATA[kencing manis]]></category>
		<category><![CDATA[Penderita Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1119</guid>
				<description><![CDATA[<p>KENCING MANIS atau DIABETES bukan penghalang untuk menjalani ibadah puasa. Tentunya jika diabetes terkontrol dengan baik. Hal ini disampaikan oleh dr. Kasim Rasjidi, SpPD,  dari rumah sakit Asri, dalam seminar bertema sehat berpuasa bagi penderita diabetes di Jakarta, beberapa waktu lalu. Puasa, terang Kasim, sangat bermanfaat bagi kesehatan. Puasa berfungsi untuk membersihkan racun-racun dari dalam &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes.html">Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- [if !mso]> <mce:style><! v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!-- [if !mso]><span class="mceItemObject" classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce:style><! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--> <!-- [if gte mso 10]> <mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/08/puasa-bagi-diabetes.jpg"><img class="size-medium wp-image-1121" title="puasa-bagi-diabetes" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/08/puasa-bagi-diabetes-300x256.jpg" alt="puasa diabetes" width="300" height="256" /></a></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>KENCING MANIS atau DIABETES</strong> bukan penghalang untuk menjalani ibadah puasa. Tentunya jika diabetes terkontrol dengan baik. Hal ini disampaikan oleh dr. Kasim Rasjidi, SpPD,  dari rumah sakit Asri, dalam seminar bertema sehat berpuasa bagi penderita diabetes di Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Puasa, terang Kasim, sangat bermanfaat bagi kesehatan. Puasa berfungsi untuk membersihkan racun-racun dari dalam tubuh, meremajakan tubuh, menurunkan berat badan, memurnikan pikiran, mencegah penuaan, dan membuat hidup lebih gembira.  Dengan berpuasa, lanjut Kasim, pola makan akan menjadi lebih teratur, kebiasaan merokok terkurangi, pikiran menjadi lebih tenang dan jauh dari stres.<span id="more-1119"></span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>Bagaimana dengan pengidap diabetes?</strong><br />
Menurut Kasim, manfaat puasa juga bisa dirasakan oleh pengidap diabetes. “Tetapi pastikan dulu mengontrol diabetes tersebut. Diabetes dikatakan terkontrol, terang Kasim, apabila dengan terapi obat tertentu kadar gula darah bisa berada pada rentang normal (70-100 saat puasa). Sedangkan mereka yang masih mencoba-coba obat tertentu untuk menormalkan gula darah, berarti belum terkontrol.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Selain itu, terang dia, yang tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan jumlah asupan kalori  dan sumber asupan kalori. Sumber kalori, menurut dia, sebaiknya dipilih lebih banyak dari makanan yang mudah dicerna, seperti sayur dan buah. “Sayur dan buah bisa diserap dengan baik dalam waktu 15 menit dan menyediakan energi bagi tubuh.”</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>Hipoglikemia dan Hiperglikemia</strong></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Saat ditanya kemungkinan hipoglikemia (kadar gula darah rendah, kurang dari 60)  dan hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), Kasim menuturkan kalau pasien diabetes lebih baik mengalami sedikit kenaikan kadar gula darah (di bawah 200) dibandingkan hipoglikemia. Hipoglikemia, terang dia, akan menyebabkan otak kekurangan energi dalam menjalankan fungsinya.”Hal ini bisa menyebabkan kerusakan otak yang tidak bisa dipulihkan.”</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Hipoglikemia, terang dia, ditandai dengan tubuh gemetar, keringat dingin, dan lemas. Dan jika ini terjadi, terang dia, pastikan pasien diabetes segera mengonsumsi makanan yang mengandung gula untuk mendongkrak kadar gula darah. Bagaimana dengan hiperglikemia? Hiperglikemia, menurut dia, ditandai dengan sering buang air kecil akibat glukosa yang menarik cairan dari tubuh. “Hal ini juga harus cepat ditangani.”</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Kasim juga menganjurkan agar pengidap diabetes tetap berolahraga. Olahraga ini, menurut dia, ada baiknya dilakukan sebelum berbuka puasa. “Menjelang berbuka biasanya badan akan terasa lebih segar.”</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Intinya, terang Kasim, pasien diabetes bisa menjalani ibadah puasa setelah memastikan diabetes mereka terkontrol dengan baik. “Pasien diabetes sebaiknya sudah terkontrol 2 minggu sebelum menjalani ibadah puasa.”</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes.html">Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>
