<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penyakit jantung &#8211; Sehat Herba</title>
	<atom:link href="https://sehatherba.com/tag/penyakit-jantung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<description>Pengobatan Herbal Dari Tanaman Obat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 May 2010 01:19:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.3.18</generator>

<image>
	<url>https://sehatherba.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-sehat-herba-tanaman-obat-32x32.png</url>
	<title>penyakit jantung &#8211; Sehat Herba</title>
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<atom:link rel='hub' href='https://sehatherba.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Hindari Penyakit Jantung Sejak Dini</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-jantung/hindari-penyakit-jantung-sejak-dini.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-jantung/hindari-penyakit-jantung-sejak-dini.html#respond</comments>
				<pubDate>Sat, 22 May 2010 01:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[ekokardiogram]]></category>
		<category><![CDATA[Faktor Pemicu serangan jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Kolesterol]]></category>
		<category><![CDATA[magnetic resonance imaging]]></category>
		<category><![CDATA[Mencegah dan mengobati penyakit jantung]]></category>
		<category><![CDATA[multi slice computed tomography]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit jantung]]></category>
		<category><![CDATA[tersumbatnya pembuluh darah]]></category>
		<category><![CDATA[treadmill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=881</guid>
				<description><![CDATA[<p>jantung Selain osteoporosis yang merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia, maka penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) masih menjadi salah satu penyebab kematian utama. Di Indonesia, angka kematian yang disebabkan penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya terus meningkat, sedangkan yang disebabkan oleh penyakit menular menurun. Seiring dengan kemajuan ekonomi dan perubahan gaya hidup, penyakit &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-jantung/hindari-penyakit-jantung-sejak-dini.html">Hindari Penyakit Jantung Sejak Dini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.dropcap-first, li.dropcap-first, div.dropcap-first 	{mso-style-name:dropcap-first; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="dropcap-first" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_882" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/05/jantung.jpg"><img class="size-medium wp-image-882" title="jantung" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/05/jantung-300x240.jpg" alt="jantung" width="300" height="240" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">jantung</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Selain <strong>osteoporosis</strong> yang merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia, maka penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) masih menjadi salah satu penyebab kematian utama. Di Indonesia, angka kematian yang disebabkan penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya terus meningkat, sedangkan yang disebabkan oleh penyakit menular menurun.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Seiring dengan kemajuan ekonomi dan perubahan gaya hidup, penyakit tidak menular, baik karena degenerasi atau kerusakan sel, kelainan sistem tubuh, atau kanker, mulai banyak ditemukan. Gangguan kesehatan ini banyak dipicu kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau minimnya aktivitas fisik.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Serangan jantung terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah. Seperti diketahui, pembuluh darah ibarat saluran air. Jika kotoran menumpuk, aliran air akan mampet dan terjadi penyumbatan. Pada pembuluh darah, “kotoran” berupa lemak-terutama kolesterol dan trigliserida-dapat menyumbat peredaran darah. Itu sebabnya, kolesterol kerap disebut-sebut sebagai “biang keladi” penyakit jantung dan pembuluh darah.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>Kolesterol</strong> sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membuat hormon dan vitamin D, serta merupakan bagian asam empedu yang memecah lemak dalam sistem pencernaan. Kebutuhan kolesterol tubuh dicukupi oleh hati. Namun, jika mengomsumsi makanan lemak jenuh berkadar tinggi, hati akan memproduksi kolesterol lebih banyak lagi, sehingga pasokannya menjadi berlebihan.<span id="more-881"></span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Kolesterol yang berlebihan dan tak digunakan akan berkeliaran di dalam darah. Ada dua jenis kolesterol yaitu “kolesterol buruk” (LDL) dan “kolesterol baik” (HDL). Dikatakan buruk karena kolesterol ini mengendap di dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Endapan yang bertumpuk selama bertahun-tahun inilah yang akan menimbulkan penyumbatan di pembuluh darah.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>Faktor Pemicu</strong></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Karena berhubungan dengan konsumsi lemak, tak heran jika pola makan yang tidak sehat dan seimbang menjadi salah satu faktor pemicu penyakit jantung dan pembuluh darah. Konsumsi makanan yang sarat lemak jenuh dan miskin kolesterol sangat beresiko menimbulkan penyakit jantung koroner. Repotnya, lebih dari sekadar urusan perut, konsumsi makanan sarat lemak tersebut berkaitan dengan “gaya hidup modern” yang serba instan.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><em><strong>Merokok</strong></em> merupakan faktor pemicu lain yang tak kurang berbahaya. Angka kematian perokok yang mengalami penyakit jantung lebih tinggi ketimbang yang disebabkan kanker paru. Tak pelak, benda yang jika dibakar asapnya mengandung sekitar 4.000 bahan kimia-sebagian diantaranya jelas-jelas bersifat karsinogenik-harus dijauhi mereka yang tak ingin terserang penyakit jantung.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Gaya hidup yang minim aktivitas fisik kini mulai melanda orang-orang di kota besar. Lift dan eskalator membuat kaki mereka tidak lagi perlu naik-turun tangga, sementara itu duduk nyaman di belakang kemudi lebih menjadi pilihan ketimbang “menghabiskan sol sepatu” dengan berjalan kaki. Namun, kenyamanan itu harus dibayar risiko penyakit jantung.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Lalu, apa yang harus dilakukan ?</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>Mencegah dan mengobati</strong></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Tentu saja sedapat mungkin menghindari faktor pemicu penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal itu bukan berarti tidak boleh makan yang mengandung kolesterol. Namun, diet yang diterapkan harus sehat dan seimbang.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Demikian pula, usahakan untuk berolahraga secara teruatur. Aktivitas fisik yang dianjurkan juga bukan sembarang, tetapi jenis aerobik dan dilakukan minimal 48 jam sekali. Setiap orang-terutama yang memiliki tingkat kolesterol tinggi-dianjurkan untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dalam mencegah maupun mengobati penyakit jantung juga dibutuhkan kepatuhan (<em>compliance</em>) pasien. Kerap kali, ketidak tahuan atau kurangnya pemahaman pasien menjadi sebab ketidak patuhan. Misalnya saja untuk pencegahan, dapat dibagi dua yaitu pencegahan primer (bagi yang belum pernah sakit) dan pencegahan sekunder (bagi yang sudah pernah sakit). Biasanya, mereka yang sudah pernah mengalami serangan jantung lebih patuh ketimbang yang belum pernah.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Selain itu yang terpenting juga adalah melakukan deteksi dini sehingga risiko serangan jantung bisa diminimalkan. Pemeriksaan kesehatan (<em>medical check-up</em>) rutin memang masih jarang dilakukan atas inisiatif sendiri. Padahal, mengetahui kemungkinan terjadinya penyakit jantung lebih dini dapat meminimalkan risiko dan juga biaya yang harus dihadapi di kemudian hari.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dewasa ini teknik-teknik diagnosis penyakit jantung sudah semakin canggih. Selain yang sudah lazim dikenal seperti elektrokardiogram (EKG), uji latih jantung menggunakan <em>treadmill</em>, ekokardiogram (USG jantung), <em>holter monitoring</em>, kini sudah tersedia pula teknik diagnosis tanpa perlukaan (non invasif) menggunakan <em>multi slice computed tomography</em> (MSCT-scan) dan <em>magnetic resonance imaging</em> (MRI) jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-jantung/hindari-penyakit-jantung-sejak-dini.html">Hindari Penyakit Jantung Sejak Dini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-jantung/hindari-penyakit-jantung-sejak-dini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>10 ANGGAPAN YANG SALAH PENYAKIT JANTUNG</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-jantung/10-anggapan-yang-salah-penyakit-jantung.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-jantung/10-anggapan-yang-salah-penyakit-jantung.html#comments</comments>
				<pubDate>Mon, 10 May 2010 00:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[10 ANGGAPAN YANG SALAH PENYAKIT JANTUNG]]></category>
		<category><![CDATA[lemah jantung]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit jantung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=812</guid>
				<description><![CDATA[<p>Oleh Dr.Handrawan Nadesul, Dokter Umum Masih banyak anggapan salah di masyarakat tentang penyakit jantung. Tidak jarang menyesatkan atau menerima keadaan penyakitnya, sehingga berakibat merugikan. Apa saja anggapan salah itu? 1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja. Tidak. Bukan hanya karena gemuk maka orang berpenyakit jantung. Dibanding orang kurus, orang gemuk memang lebih berisiko. &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-jantung/10-anggapan-yang-salah-penyakit-jantung.html">10 ANGGAPAN YANG SALAH PENYAKIT JANTUNG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]>
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Oleh Dr.Handrawan Nadesul, Dokter Umum</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Masih banyak anggapan salah di masyarakat tentang penyakit jantung. Tidak jarang menyesatkan atau menerima keadaan penyakitnya, sehingga berakibat merugikan</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Verdana;">Apa saja anggapan salah itu?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak.</strong> Bukan hanya karena gemuk maka orang berpenyakit jantung. Dibanding orang kurus, orang gemuk memang lebih berisiko.<br />
Namun, bukan sedikit orang kurus yang mengidap penyakit jantung. Jika sejak kecil mengidap penyakit jantung bawaan, misalnya, dan belum dioperasi, bisa saja keluhan jantung muncul. Jenis kelainan jantung bawaan kebocoran sekat bilik jantung (VSD), misalnya, biasanya semakin mengecil dengan bertambahnya usia. Selama kebocoran itu belum mengecil habis, masih tergolong mengidap penyakit jantung.<span id="more-812"></span><br />
Orang kurus juga bisa saja mengidap darah tinggi, kolesterol, dan trigliserida tinggi, yang jika dibiarkan berakibat buruk pada jantung dan akhirnya berkembang menjadi penyakit jantung. Begitu juga jika orang kurus mengidap kencing manis atau memang memiliki kelainan anomali pembuluh darah besar pada jantung, seperti anomali pembuluh aorta atau ada penyakit lain yang bisa mengganggu jantung.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bisa.</strong> Penyakit jantung sudah bisa diderita sejak anak masih di kandungan mula. Beberapa penyakit infeksi, seperti toxoplasmosis, campak jerman, cytomegalo virus bisa merusak organ jantung semasih anak di kandungan. Begitu juga obat-obatan tertentu yang diminum selagi hamil. Cacat jantung bawaan juga acap terjadi akibat jamu peluntur atau bahan berkhasiat lain yang belum jelas kerjanya medis.<br />
Orang muda pun bisa kena penyakit jantung jika jantungnya terinfeksi. Infeksi bisa langsung menyerang jantung (endocarditis, myocarditis, pericarditis) atau di luar jantung yang bisa berkomplikasi ke jantung, seperti jika anak terserang infeksi difteria (di tenggorokan).<br />
Kelainan aliran listrik otot jantung juga sering mengenai orang muda, sehingga irama dan debar jantung jadi tidak normal. Dan fungsi jantung juga bisa terganggu bila kekurangan elektrolit tertentu (kalium, misalnya) fungsi jantung bisa kacau juga, seolah sakit jantung. Demikian pula pengaruh kuat nikotin, obat tidur, obat penenang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>3. Wanita terbebas dari penyakit jantung</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak.</strong> Sebelum usia menopause, wanita memang lebih kecil risiko terkena dibanding pria. Namun, setelah menopause, risiko wanita terkena penyakit jantung koroner menjadi sama besar dengan pria. Hal ini sering dilupakan, sehingga luput mendapat perhatian.<br />
Namun, selama usia reproduktif pun wanita masih mungkin kena penyakit jantung jika kegemukan, lemak darah tinggi, mengidap darah tinggi, kencing manis, atau memiliki anomali pada pembuluh besar jantung, perokok berat, mengonsumsi obat pengurus badan golongan amfetamin atau phenfluramin,fentermine. Obat-obat golongan ini sudah ditarik dari peredaran.<br />
Amphetamine memang bukan obat kurus, sebab dipakai dengan memanfaatkan efek sampingnya yang bikin tak suka makan, sedangkan obat pengurus (golongan Phen-fen) bisa bikin katup jantung menggelambir, sehingga fungsi jantung terganggu dan berakhir dengan payah jantung.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>4. Penyakit jantung hanya satu macam.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak.</strong> Sudah disebut di atas, <strong>penyakit jantung bisa bawaan</strong>, sejak lahir sudah diidap. Bisa juga sebab infeksi, dan yang paling sering penyakit<strong> jantung koroner</strong>, kalau bukan payah jantung (<strong>gagal jantung</strong>).<br />
<strong>Infeksi pada jantung</strong> bisa oleh kuman dan virus. Paling sering infeksi pada katup jantung. Katup yang terinfeksi (SBE, Subacute Bacterial Endocarditis) menyisakan kerusakan pada katup, sehingga fungsi katup jantung menjadi tidak normal. Jika kerusakan katupnya berat dan berlangsung lama, bisa berakhir dengan gagal jantung juga.<br />
Bukan cuma itu. Kelainan katup jantung akibat infeksi, sewaktu-waktu butiran-butiran lemak dan sisa infeksi pada katup bisa luruh dan terlepas hanyut terbawa aliran darah. Hanyutnya butiran lemak dan sisa infeksi ini yang bisa tersangkut di pembuluh darah otak, sehingga dapat berakhir dengan stroke.<br />
Jantung koroner terjadi jika pembuluh darah koroner yang memberi makan bagi otot jantung tersumbat. Sumbatan bisa berasal dari dinding pembuluh darah koronernya sendiri yang semakin menebal oleh karat lemak (atherosclerosis), bisa juga oleh kiriman butiran lemak, bekuan darah, atau sampah darah yang berasal dari luar jantung. Emboli (terhanyutnya benda sampah dalam darah) sehabis melahirkan, sewaktu operasi sedot lemak, risiko bedah besar, patah tulang terbuka.<br />
Jantung menjadi payah atau gagal jantung terjadi bila darah tinggi dibiarkan tinggi selama puluhan tahun. Pada darah tinggi, jantung bekerja ekstra berat. Akibat jantung harus memompakan darah lebih kuat dari normal, lama-kelamaan otot jantung menjadi semakin tebal dan jantung membengkak. Pembengkakan berlangsung terus sampai satu titik, pada saat jantung sudah tidak bisa berkompensasi untuk melar lagi. Pada saat itulah terjadi serangan gagal jantung (decompensatio cordis).</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bisa. </strong>Kendati jantungnya tak kurang suatu apa, namun bisa terkena penyakit jantung yang berasal dari luar jantung. Jika jiwa gundah terus, rasa cemas, rasa waswas, jantung bisa mendadak berdebar tak tentu.<br />
Rasa berat di dada, rasa ada yang mendesak di kerongkongan, jantung berdebar, disertai rasa gundah gelisah, kemungkinan yang sakit jiwanya, dan bukan jantungnya. Tanpa perlu diberi obat jantung dan cukup penenang jiwa, keluhan jantung umumnya akan mereda sendiri.<br />
Demikian pula penyakit jantung yang berasal dari kelewat aktifnya kelenjar gondok (hyperthyroidism). Semakin tinggi hormon gondok di dalam darah, semakin kuat debar jantung akibat tensi darah meninggi. Jika tensi darah meninggi pada penyakit gondok dibiarkan, lama-kelamaan jantung bisa payah juga. Jantung lalu membengkak juga.<br />
Komplikasi infeksi difteri pada anak-anak, pada minggu ketiga sakit, bisa menyerang jantung. Racun kuman difterianya mengganggu fungsi jantung. Namun, begitu racun dijinakkan, jantung bisa pulih kembali.<br />
Kasus anemia (kekurangan Hb) yang berat dan dibiarkan untuk waktu lama bisa membebani jantung juga. Oleh karena kadar Hb (pengangkut oksigen) rendah, darah kurang penuh membawa oksigen, dan itu tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Supaya oksigen yang diangkut darah mencukupi kebutuhan sel, jantung perlu bekerja lebih keras. Dan oleh karena jantung bekerja lebih keras, lama-lama jantung membengkak juga (seperti akibat darah tinggi).</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ada</strong><strong>.</strong> Bukan sedikit serangan stroke penyumbatnya berasal dari jantung. Jika katup jantung melepaskan butiran bekuan darah atau sisa bekas infeksi katup, sampah dalam darah itu akan hanyut dan memasuki pembuluh darah otak, lalu menyumbat di sana.<br />
Bisa juga sebab fungsi pemompaan jantungnya sendiri yang sudah melemah, baik tenaga maupun iramanya. Bila ini terjadi, maka aliran darah selain tidak deras, sering berpusing. Aliran berpusing dan tak deras ini yang berisiko menimbulkan serangan stroke, sebab selain aliran darah melemah, kemungkinan darah juga mengangkut hanyutan benda-benda penyumbat yang luruh akibat aliran berpusing tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>7. Penyakit jantung itu turunan.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak.</strong> Penyakit jantung bukan turunan. Kendati orangtua berpenyakit jantung, anak belum tentu kena penyakit jantung. Yang diturunkan kencing manis dan darah tingginya. <strong>Kencing manis dan darah tinggi, termasuk kegemukan, jika tidak dikendalikan bisa berakhir dengan jantung koroner kalau bukan payah jantung juga.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dapat.</strong> Malah justru lebih mudah dan lebih murah mencegah penyakit jantung ketimbang harus menderita dan menanggung ongkos berobatnya. Kita tahu semua penyebab penyakit jantung ada yang mulai dari sejak di kandungan.<br />
Itu maka semua ibu hamil yang berisiko punya riwayat mengidap penyakit toxoplasmosis (senang pada kucing), atau cytomegalo virus (lewat berciuman dengan yang mengidap virus tersebut), atau campak jerman (dan herpes genital), sebaiknya memeriksakan darah dulu sebelum hamil (pemeriksaan darah TORCH).<br />
Jika ternyata ada salah satu dari TORCH yang positif dan penyakitnya masih aktif, jangan hamil dulu sampai penyakitnya sudah diterapi sehingga tidak aktif lagi.<br />
Infeksi jantung sering berasal dari infeksi kuman tenggorokan (streptococcus beta haemolyticus). Jika kuman ini menjalar ke jantung, terjadilah infeksi jantung (SBE). Maka setiap ada serangan infeksi tenggorokan, apalagi kalau dari pemeriksaan sediaan apus lendir tenggorok terbukti positif kuman tersebut, obati sampai tuntas (biasanya sampai beberapa minggu antibiotika tanpa boleh putus). Jika tidak tuntas, berisiko akan berkomplikasi ke jantung.<br />
Kecukupan elektrolit (waspada jika sering muntah menret, kurang makan buah dan sayur), dan trace elements buat jantung termasuk selenium, mangan, magnesium, jangan sampai kurang. Dan bila mengidap darah tinggi secepatnya dikendalikan. Begitu pula jika kencing manis, penggundah, dan jiwa gampang goyah, segera diatasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>9.Terkena penyakit jantung sebab sering dikageti</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bukan.</strong> Orang sering kaget atau dikageti tidak mungkin menjadi sakit jantung. <strong>Kecuali memang sudah mengidap lemah jantung,</strong> keterkejutan fisik, bahkan kerkejutan mental pun bias bikin penyakit jantung yang sebetulnya sudah terkendali, bisa kumat. Jantung yang sehat dan normal tidak bakal &#8220;copot&#8221; kendati rajin dikageti.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>10. Penyakit jantung muncul sebab mengonsumsi menu jantung pisang.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak benar</strong>. Tidak ada korelasi antara doyan makan sayur jantung pisang dengan penyakit jantung. Zaman kakek nenek dulu, gudeg atau keluban jantung pisang menu yang tergolong eco sekali. Dan buktinya orang dulu tak ada yang kena jantungan gara-gara menu hariannya sering memilih sayur jantung pisang. (Sumber. Kompas Cyber Media)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-jantung/10-anggapan-yang-salah-penyakit-jantung.html">10 ANGGAPAN YANG SALAH PENYAKIT JANTUNG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-jantung/10-anggapan-yang-salah-penyakit-jantung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>
