<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Diabetes &#8211; Sehat Herba</title>
	<atom:link href="https://sehatherba.com/category/artikel-diabetes/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<description>Pengobatan Herbal Dari Tanaman Obat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Aug 2018 04:52:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.3.18</generator>

<image>
	<url>https://sehatherba.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-sehat-herba-tanaman-obat-32x32.png</url>
	<title>Artikel Diabetes &#8211; Sehat Herba</title>
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<atom:link rel='hub' href='https://sehatherba.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Obat Herbal Diabetes dari Daun Yakon</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-dari-daun-yakon.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-dari-daun-yakon.html#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 31 Oct 2017 07:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[herbal daun yakon]]></category>
		<category><![CDATA[herbal diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan daun yakon]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan insulin]]></category>
		<category><![CDATA[smallanthus sonchifolius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=3135</guid>
				<description><![CDATA[<p>  Obat Herbal Diabetes dari daun yakon dengan nama latin smallanthus sonchifolius adalah herbal yang paling banyak dicari oleh para diabetasi. Tahukah anda bahwa pada tahun 2014, seorang dosen Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta telah meneliti efek antidiabetes yang dimiliki oleh sebuah tanaman? Beliau adalah Bapak Hady Anshory, M. Sc., Apt. Hail penelitian beliau telah &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-dari-daun-yakon.html">Obat Herbal Diabetes dari Daun Yakon</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> <a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/tanaman-yakon-smallanthus-sonchifolius-mengobati-diabetes.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3132" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/tanaman-yakon-smallanthus-sonchifolius-mengobati-diabetes.jpeg" alt="herbal daun yakon" width="800" height="500" /></a><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/tanaman-yakon-smallanthus-sonchifolius-mengobati-diabetes.jpeg"><br />
</a></p>
<p style="text-align: justify;">Obat Herbal Diabetes dari daun yakon dengan nama latin <em>smallanthus sonchifolius</em> adalah herbal yang paling banyak dicari oleh para diabetasi. Tahukah anda bahwa pada tahun 2014, seorang dosen Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta telah meneliti efek antidiabetes yang dimiliki oleh sebuah tanaman? Beliau adalah Bapak Hady Anshory, M. Sc., Apt. Hail penelitian beliau telah disimposiumkan di Fakultas Kedokteran Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta. Efek antidiabetes tersebut ditemukan pada bagian daunnya. Tanaman tersebut adalah Yakon (Smallanthus sonchifolius).</p>
<p style="text-align: justify;">Yakon  merupakan tanaman asli Amerika Serikat yang termasuk dalam familia Asteraceae. Tanaman ini telah digunakan sejak jaman pra-Columbus di wilayah Andean. Beberapa dekade terakhir penggunaan tanaman yakon telah meluas hingga ke Asia dan Eropa. Di Asia, penggunaan daun yakon bermula dari negara Jepang. Daun yakon digunakan sebagai obat herbal diabetes, yang diolah dalam bentuk teh. Sebagai tanaman yang sangat ampuh digunakan sebagai obat herbal diabete, <strong>Daun Yakon mengandung senyawa golongan seskuiterpen lakton (STL)</strong>. Senyawa tersebut yaitu sonchifolin, polimatin B, uvedalin dan enhidrin. Senyawa golongan STL mempunyai kemampuan memodulasi enzim yang berbeda dengan menghambat atau menginduksi kegiatan enzim tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mekanisme senyawa tersebut (sebagai obat herbal diabetes) adalah dengan menghambat proses glikogenolisis dan proses glukoneogenesis. Apa itu proses proses glikogenolisis dan proses glukoneogenesis? Glikogenolisis adalah proses pemecahan glikogen dalam hati menjadi glukosa. Glukoneogenesis merupakan proses sintesis glukosa dari produk non-karbohidrat yaitu piruvat, laktat, alanin, maupun asam amino lainnya. Dengan dihambatnya proses glikogenolisis dan glukoneogenesis, maka terjadi penghambatan proses pembentukan glukosa dalam tubuh. Dengan kata lain, menjaga agar kadar gula darah tidak naik secara signifikan.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Herbal Daun Yakon Mengandung Antioksidan</strong></p>
<figure id="attachment_3136" aria-describedby="caption-attachment-3136" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/antioksidan-herbal-daun-yakon.jpeg"><img class="size-medium wp-image-3136" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/antioksidan-herbal-daun-yakon-300x188.jpeg" alt="daun yakon" width="300" height="188" /></a><figcaption id="caption-attachment-3136" class="wp-caption-text">daun yakon</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Antioksidan merupakan bahan yang mampu mengurangi dampak buruk senyawa radikal bebas. Yaitu, reactive oxygen spesies (ROS), senyawa nitrogen reaktif atau keduanya dalam kondisi fungsi fisiologis normal manusia. Daun yakon mengandung senyawa antioksidan, yaitu asam klorogenat. Asam klorogenat merupakan senyawa golongan fenil propanoid yang banyak terdapat di dalam tumbuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mekanisme asam klorogenat sebagai antidiabetes adalah dengan menghambat kerusakan sel beta pankreas. Kerusakan sel beta pankreas disebabkan terbentuknya radikal bebas ROS akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Penderita diabetes membutuhkan antioksidan dalam jumlah yang cukup untuk melawan radikal bebas yang terbentuk akibat hiperglikemia.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian Hong et al., (2007), di dalam daun yakon mengandung 2 senyawa melampolide. Di mana kedua senyawa ini memiliki aktivitas penghambatan radikal bebas nitric oxide (NO). NO merupakan gas radikal bebas yang mudah larut dan berumur pendek. Secara fisiologis NO dapat berperan dalam reaksi inflamasi dan vasodilatasi. Akan tetapi, pada kadar yang berlebihan NO dapat berperan langsung dalam berbagai mekanisme cedera jaringan. Antara lain seperti menyebabkan kerusakan endotel disertai trombosis dan inaktifasi permeabilitas. NO dapat merusak sel beta pankreas dengan mekanisme dimulai dari nekrosis sel dan diakhiri dengan apoptosis (kematian sel).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kandungan daun yakon yang mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes adalah sonchifolin, polimatin B, uvedalin dan enhidrin. Serta dua senyawa antioksidan yaitu asam klorogenat dan melampolide.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Spesifikasi Produk Obat Herbal Kami</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Produk Herbal : Kapsul Daun Yakon (Kencing Manis/diabetes) isi 60 Kapsul @450 mg<br />
Berat dengan packing 0.08 kg<br />
Harga Obat Herbal Rp 55.000, pemesanan ke no 085725009509 (sms/wa/telp)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Izin BALAI POM</strong><br />
<strong>POM TR. 173 302 811</strong></p>
<p style="text-align: center;"> <a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/obat-herbal-dari-daun-yakon-untuk-mengobati-diabetes.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3133" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/obat-herbal-dari-daun-yakon-untuk-mengobati-diabetes-300x300.jpg" alt="Herbal Daun Yakon" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Daun Yakon</strong><br />
Begitu banyak khasiat dari tanaman daun yakon sehingga banyak sudah orang yang merasakan manfaatnya, diantara manfaat daun Yakon adalah<br />
sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">o    Meningkatkan insulin</p>
<p style="text-align: justify;">o    Menurunkan kadar trigiserida dalam darah</p>
<p style="text-align: justify;">o    Mencegah / mengobati diabetes</p>
<p style="text-align: justify;">o    Anti murobial untuk ginjal dan infeksi kandungan kemih</p>
<p style="text-align: justify;">o    Penguat hati dan obat hati</p>
<p style="text-align: justify;">o    Antioksidan (terutama pada hati)</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi :<br />
Hong SS. Lee SA. Han XH. Lee MH. Hwang JS. Melampolides from the leaves of Smallanthus sonchifolius and their inhibitory activity of LPS-Induced nitric oxide production. Chem. Pharm. Bull. 2008; 56(2): 199-202.</p>
<p style="text-align: justify;">Nugroho AE. Farmakologi Obat-obat Penting dalam Pembelajaran Ilmu Farmasi dan Dunia Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2012.p.144-149.</p>
<p style="text-align: justify;">S.B. Genta et al. 2010. Hypoglycemic activity of leaf organic extracts from Smallanthus sonchifolius: Constituents of the most active fractions. Chemico-Biological Interactions. 185 (2010) : 143-152.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiawan B. Suhartono E. Stress Oksidatif dan Peran Antioksidan Pada Diabetes Mellitus. Maj Kedokt Indon. 2005; Vol 55: 2</p>
<p style="text-align: justify;">Valentova K. Ulrichova J. Smallanthus sonchifolius and Lepidium meyeniiProspective Andean Crops for the Prevention of Chronic Disease. Biomedical Papers. 2003; 147(2): 119-130.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-dari-daun-yakon.html">Obat Herbal Diabetes dari Daun Yakon</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-dari-daun-yakon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Obat Herbal Diabetes Daun Yakon</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-daun-yakon.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-daun-yakon.html#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 31 Oct 2017 07:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=3131</guid>
				<description><![CDATA[<p>Obat Herbal Diabetes dari daun yakon dengan nama latin smallanthus sonchifolius adalah herbal yang paling banyak dicari oleh para diabetasi. Tahukah anda bahwa pada tahun 2014, seorang dosen Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta telah meneliti efek antidiabetes yang dimiliki oleh sebuah tanaman? Beliau adalah Bapak Hady Anshory, M. Sc., Apt. Hail penelitian beliau &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-daun-yakon.html">Obat Herbal Diabetes Daun Yakon</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/tanaman-yakon-smallanthus-sonchifolius-mengobati-diabetes.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3132" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/tanaman-yakon-smallanthus-sonchifolius-mengobati-diabetes.jpeg" alt="tanaman yakon smallanthus sonchifolius mengobati diabetes" width="800" height="500" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Obat Herbal Diabetes dari daun yakon dengan nama latin smallanthus sonchifolius adalah herbal yang paling banyak dicari oleh para diabetasi. Tahukah anda bahwa pada tahun 2014, seorang dosen Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta telah meneliti efek antidiabetes yang dimiliki oleh sebuah tanaman? Beliau adalah Bapak Hady Anshory, M. Sc., Apt. Hail penelitian beliau telah disimposiumkan di Fakultas Kedokteran Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta. Efek antidiabetes tersebut ditemukan pada bagian daunnya. Tanaman tersebut adalah Yakon (Smallanthus sonchifolius).</p>
<p style="text-align: justify;">Yakon  merupakan tanaman asli Amerika Serikat yang termasuk dalam familia Asteraceae. Tanaman ini telah digunakan sejak jaman pra-Columbus di wilayah Andean. Beberapa dekade terakhir penggunaan tanaman yakon telah meluas hingga ke Asia dan Eropa. Di Asia, penggunaan daun yakon bermula dari negara Jepang. Daun yakon digunakan sebagai obat herbal diabetes, yang diolah dalam bentuk teh. Sebagai tanaman yang sangat ampuh digunakan sebagai obat herbal diabete, <strong>Daun Yakon mengandung senyawa golongan seskuiterpen lakton (STL)</strong>. Senyawa tersebut yaitu sonchifolin, polimatin B, uvedalin dan enhidrin. Senyawa golongan STL mempunyai kemampuan memodulasi enzim yang berbeda dengan menghambat atau menginduksi kegiatan enzim tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mekanisme senyawa tersebut (sebagai obat herbal diabetes) adalah dengan menghambat proses glikogenolisis dan proses glukoneogenesis. Apa itu proses proses glikogenolisis dan proses glukoneogenesis? Glikogenolisis adalah proses pemecahan glikogen dalam hati menjadi glukosa. Glukoneogenesis merupakan proses sintesis glukosa dari produk non-karbohidrat yaitu piruvat, laktat, alanin, maupun asam amino lainnya. Dengan dihambatnya proses glikogenolisis dan glukoneogenesis, maka terjadi penghambatan proses pembentukan glukosa dalam tubuh. Dengan kata lain, menjaga agar kadar gula darah tidak naik secara signifikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Daun Yakon Mengandung Antioksidan</strong><br />
Antioksidan merupakan bahan yang mampu mengurangi dampak buruk senyawa radikal bebas. Yaitu, reactive oxygen spesies (ROS), senyawa nitrogen reaktif atau keduanya dalam kondisi fungsi fisiologis normal manusia. Daun yakon mengandung senyawa antioksidan, yaitu asam klorogenat. Asam klorogenat merupakan senyawa golongan fenil propanoid yang banyak terdapat di dalam tumbuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mekanisme asam klorogenat sebagai antidiabetes adalah dengan menghambat kerusakan sel beta pankreas. Kerusakan sel beta pankreas disebabkan terbentuknya radikal bebas ROS akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Penderita diabetes membutuhkan antioksidan dalam jumlah yang cukup untuk melawan radikal bebas yang terbentuk akibat hiperglikemia.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian Hong et al., (2007), di dalam daun yakon mengandung 2 senyawa melampolide. Di mana kedua senyawa ini memiliki aktivitas penghambatan radikal bebas nitric oxide (NO). NO merupakan gas radikal bebas yang mudah larut dan berumur pendek. Secara fisiologis NO dapat berperan dalam reaksi inflamasi dan vasodilatasi. Akan tetapi, pada kadar yang berlebihan NO dapat berperan langsung dalam berbagai mekanisme cedera jaringan. Antara lain seperti menyebabkan kerusakan endotel disertai trombosis dan inaktifasi permeabilitas. NO dapat merusak sel beta pankreas dengan mekanisme dimulai dari nekrosis sel dan diakhiri dengan apoptosis (kematian sel).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kandungan daun yakon yang mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes adalah sonchifolin, polimatin B, uvedalin dan enhidrin. Serta dua senyawa antioksidan yaitu asam klorogenat dan melampolide.</p>
<p><strong>Spesifikasi Produk</strong><br />
Nama Produk Herbal : Kapsul Daun Yakon (Kencing Manis/diabetes) isi 60 Kapsul @450 mg<br />
Berat dengan packing 0.08 kg<br />
Harga Obat Herbal Rp 55.000, pemesanan ke no 085725009509</p>
<p><strong>Izin BALAI POM</strong><br />
<strong>POM TR. 173 302 811</strong></p>
<p><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/obat-herbal-dari-daun-yakon-untuk-mengobati-diabetes1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3134" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2017/10/obat-herbal-dari-daun-yakon-untuk-mengobati-diabetes1-300x300.jpg" alt="Kapsul Herbal Daun Yakon" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Daun Yakon</strong><br />
Begitu banyak sehingga banyak sudah orang yang merasakan khasiatnya, diantara manfaat daun Yakon adalah<br />
sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">o    Meningkatkan insulin</p>
<p style="text-align: justify;">o    Menurunkan kadar trigiserida dalam darah</p>
<p style="text-align: justify;">o    Mencegah / mengobati diabetes</p>
<p style="text-align: justify;">o    Anti murobial untuk ginjal dan infeksi kandungan kemih</p>
<p style="text-align: justify;">o    Penguat hati dan obat hati</p>
<p style="text-align: justify;">o    Antioksidan (terutama pada hati)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Referensi :<br />
Hong SS. Lee SA. Han XH. Lee MH. Hwang JS. Melampolides from the leaves of Smallanthus sonchifolius and their inhibitory activity of LPS-Induced nitric oxide production. Chem. Pharm. Bull. 2008; 56(2): 199-202.</p>
<p style="text-align: justify;">Nugroho AE. Farmakologi Obat-obat Penting dalam Pembelajaran Ilmu Farmasi dan Dunia Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2012.p.144-149.</p>
<p style="text-align: justify;">S.B. Genta et al. 2010. Hypoglycemic activity of leaf organic extracts from Smallanthus sonchifolius: Constituents of the most active fractions. Chemico-Biological Interactions. 185 (2010) : 143-152.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiawan B. Suhartono E. Stress Oksidatif dan Peran Antioksidan Pada Diabetes Mellitus. Maj Kedokt Indon. 2005; Vol 55: 2</p>
<p style="text-align: justify;">Valentova K. Ulrichova J. Smallanthus sonchifolius and Lepidium meyeniiProspective Andean Crops for the Prevention of Chronic Disease. Biomedical Papers. 2003; 147(2): 119-130.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-daun-yakon.html">Obat Herbal Diabetes Daun Yakon</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/obat-herbal-diabetes-daun-yakon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>adiponektin dalam resistensi insulin</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/adiponektin-dalam-resistensi-insulin.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/adiponektin-dalam-resistensi-insulin.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:45:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[adiponektin]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi insulin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1377</guid>
				<description><![CDATA[<p>Apa itu resistensi insulin? Resistensi insulin adalah suatu kondisi dimana konsentrasi insulin dalam tubuh sangat tinggi akan tetapi tubuh tidak memberikan respon yang semestinya terhadap kerja insulin, sehingga seakan-akan tubuh kita kekurangan insulin. Akibatnya gula darah yang terdapat didalam tubuh kita tidak dapat diseimbangkan atau kelebihan gula darah dan akhirnya seseorang dapat terkena penyakit kencing &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/adiponektin-dalam-resistensi-insulin.html">adiponektin dalam resistensi insulin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!-- [if gte mso 10]>
<mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>Apa itu<strong> resistensi insulin</strong>?</strong><br />
<strong>Resistensi insulin</strong> adalah suatu kondisi dimana konsentrasi insulin dalam tubuh sangat tinggi akan tetapi tubuh tidak memberikan respon yang semestinya terhadap kerja insulin, sehingga seakan-akan tubuh kita kekurangan insulin. Akibatnya gula darah yang terdapat didalam tubuh kita tidak dapat diseimbangkan atau kelebihan gula darah dan akhirnya seseorang dapat terkena penyakit kencing manis. Type kencing manis yang diakibatkan karena resistensi insulin digolongkan sebagai kencing manis type 2 atau diabetes mellitus type 2.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>Apa itu <strong>adiponektin</strong>?</strong><br />
Saat ini telah ditemukan suatu protein yang terlibat dalam kondisi resistensi insulin yaitu ADIPONEKTIN.<span id="more-1377"></span><br />
Adiponektin merupakan salah satu protein yang memiliki efek yang penting dalam menjaga keseimbangan gula dan lemak. Adiponektin berfungsi didalam meningkatkan kepekaan/sensitivitas organ-organ tubuh terhadap insulin sehingga berperan dalam mengatur keseimbangan gula didalam tubuh. Pada kondisi normal, adiponektin akan menjaga keseimbangan gula darah melalui penurunan gula yang diproduksi oleh hati dan memaksimalkan penggunaan gula oleh organ-organ tubuh yang memerlukan gula sebagai sumber tenaga.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Konsentrasi adiponektin dalam tubuh akan menurun pada keadaan obesitas (kegemukan) dan resistensi insulin. Konsentrasi adiponektin banyak ditemukan rendah pada individu dengan resistensi insulin, terlepas daripada apakah mereka obesitas (kegemukan) atau tidak. Penemuan ini menunjukkan bahwa konsentrasi adiponektin yang rendah berperan langsung terhadap perubahan pengaturan keseimbangan gula dan penurunan sensitivitas insulin di hati.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Pemeriksaan Adiponektin juga bermanfaat untuk melihat risiko kencing manis dikemudian hari karena adiponektin berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme gula darah dalam tubuh. Individu yang memiliki faktor risiko adalah mereka yang mempunyai keluarga keturunan kencing manis. Mereka dapat melakukan pemeriksaan adiponektin ini untuk melihat kemungkinan terjadinya kencing manis dikemudian hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><span class="content">Peningkatan konsentrasi adiponektin berkaitan dengan pengaturan konsentrasi gula yang lebih baik, profil lemak yang lebih baik dan penurunan peradangan (inflamasi) kronis pada individu dengan resistensi insulin dan penderita kencing manis. Penentuan konsentrasi adiponektin sangat penting untuk menentukan risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) pada penderita kencing manis. </span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/adiponektin-dalam-resistensi-insulin.html">adiponektin dalam resistensi insulin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/adiponektin-dalam-resistensi-insulin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Perawatan kaki penderita kencing manis diabetes</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/perawatan-kaki-penderita-kencing-manis-diabetes.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/perawatan-kaki-penderita-kencing-manis-diabetes.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[penderita kencing manis]]></category>
		<category><![CDATA[Perawatan kaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1372</guid>
				<description><![CDATA[<p>Penderita kencing manis – diabetes perlu memberikan perhatian khusus pada organ tubuh “kaki”. Salah satu komplikasi kencing manis – diabetes adalah pada “kaki”. Kaki merupakan salah satu bagian organ tubuh yang sering diserang oleh penyakit diabetes. Banyak penderita diabetes menganggap remeh pada bagian kaki, sehingga banyak kaki penderita diabetes terpaksa diamputasi. Berikut ini beberapa tips &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/perawatan-kaki-penderita-kencing-manis-diabetes.html">Perawatan kaki penderita kencing manis diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/11/diabetes-mellitus2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1374 aligncenter" title="diabetes-mellitus" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/11/diabetes-mellitus2-300x254.jpg" alt="diabetes-mellitus" width="300" height="254" /></a></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><span style="font-family: 'Trebuchet MS';">Penderita kencing manis – diabetes perlu memberikan perhatian khusus pada organ tubuh <strong><span style="font-family: 'Trebuchet MS';">“kaki”</span></strong>.</span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Salah satu komplikasi kencing manis – diabetes adalah pada <strong>“kaki”</strong>. Kaki merupakan salah satu bagian organ tubuh yang sering diserang oleh penyakit diabetes. Banyak penderita diabetes menganggap remeh pada bagian kaki, sehingga banyak kaki penderita diabetes terpaksa diamputasi.<span id="more-1372"></span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Berikut ini beberapa tips untuk Anda, agar terhindar dari luka diabetes.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Periksa kaki setiap hari, periksa adanya lecet, jamur, kemerahan karena penekanan, atau adanya luka. Gunakan cermin untuk memeriksa bagian telapak kaki.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Jangan merendam kaki. Cuci kaki dengan bersih setiap hari, gunakan sabun yang lembut, keringkan kaki dengan handuk yang lembut terutama di sela-sela jari.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Berikan lotion untuk melembabkan kaki, tetapi jangan diberikan di sela-sela jari.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Potong kuku sejajar dengan ujung jari dan lurus.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Hindari kaki dari panas atau dingin yang berlebihan.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Jangan pergi tanpa alas kaki.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat, dan ganti kaos kaki setiap hari.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Hindari penggunaan obat-obatan pada luka tanpa resep dokter.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Segera periksakan ke dokter, jika terjadi luka sekecil apapun.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;">Lakukan senam kaki setiap hari.</li>
</ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/perawatan-kaki-penderita-kencing-manis-diabetes.html">Perawatan kaki penderita kencing manis diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/perawatan-kaki-penderita-kencing-manis-diabetes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Satuan ukuran gula darah mmol/L dan mg/dL</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/satuan-ukuran-gula-darah-mmoll-dan-mgdl.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/satuan-ukuran-gula-darah-mmoll-dan-mgdl.html#comments</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[mg/dL]]></category>
		<category><![CDATA[millimoles/liter]]></category>
		<category><![CDATA[mmol/L]]></category>
		<category><![CDATA[Satuan ukuran gula darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1369</guid>
				<description><![CDATA[<p>Jika anda sering membaca artikel-artikel tentang diabetes atau kencing manis, anda pasti akan menemukan ada 2 satuan ukuran kadar gula darah yaitu: mmol/L (millimoles/liter) mg/dL (milligrams/deciliter) Kedua satuan ukuran diatas adalah satuan ukuran gula darah, anda tidak perlu bingung. Tapi kadangkala memang membingungkan penderita diabetes. Yang pertama adalah satuan ukuran internasional yang diakui dunia dan &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/satuan-ukuran-gula-darah-mmoll-dan-mgdl.html">Satuan ukuran gula darah mmol/L dan mg/dL</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]>
<mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]>
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: center;"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/11/diabetes-pancreas.gif"><img class="size-medium wp-image-1370 aligncenter" title="diabetes-pancreas" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2010/11/diabetes-pancreas-233x300.gif" alt="diabetes-pancreas" width="233" height="300" /></a></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Jika anda sering membaca artikel-artikel tentang diabetes atau kencing manis, anda pasti akan menemukan ada 2 satuan ukuran kadar gula darah yaitu:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>mmol/L (millimoles/liter)</strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong>mg/dL (milligrams/deciliter)</strong></li>
</ol>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Kedua satuan ukuran diatas adalah satuan ukuran gula darah, anda tidak perlu bingung. Tapi kadangkala memang membingungkan penderita diabetes.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Yang pertama adalah satuan ukuran internasional yang diakui dunia dan sangat umum dipakai didalam jurnal-jurnal ilmiah tentang diabetes, sedangkan yang kedua adalah sistim Amerika.<span id="more-1369"></span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Alat test gula darah yang dijual dipasaran saat ini dibuat oleh berbagai perusahaan, bisa saja menggunakan salah satu satuan ukuran seperti diatas, atau menggunakan keduanya.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Hasil uji darah yang dilakukan oleh laborat-laborat di Indonesia umumnya menggunakan ukuran mg/dL (milligrams/deciliter), dan biasanya sudah kita kenal misalnya kita sering mendengar orang mengatakan: ‘Gula darah saya 120?, itu artinya kadar gula darahnya 120 mg/dL (milligrams/deciliter).</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Kebingungan baru muncul ketika anda salah membeli alat test gula darah yang kebetulan hanya menggunakan satuan ukuran mmol/L (millimoles/liter). Nah… anda pasti akan bingung, karena angka test gula darah anda akan ditampilkan dengan angka 6, 7 atau 8. Anda hanya cukup mengkonversikan kedua satuan ukuran diatas dengan angka ekivalennya.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Untuk mengkonversikan <strong>mmol/L </strong>ke<strong> mg/dL</strong>, anda cukup kalikan dengan 18.<br />
Untuk mengkonversikan <strong>mg/dL </strong>ke <strong>mmol/L</strong>, anda cukup bagi dengan 18 atau kalikan dengan 0.055</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Saran saya sebelum membeli alat uji gula darah, periksalah atau tanyakan ke Apotek penjual alat uji gula darah tersebut menggunakan satuan ukuran apa? Sebaiknya membeli yang menggunakan satuan ukuran mg/dL (milligrams/deciliter) karena di Indonesia kita lebih banyak menggunakan satuan ukuran ini.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Para produksen alat uji gula darah rupanya menyadari akan hal ini, belakangan ini alat uji darah yang diproduksi bisa menunjukkan hasil test gula darah dalam kedua satuan ukuran diatas.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/satuan-ukuran-gula-darah-mmoll-dan-mgdl.html">Satuan ukuran gula darah mmol/L dan mg/dL</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/satuan-ukuran-gula-darah-mmoll-dan-mgdl.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>APAKAH PENYAKIT DIABETES MELLITUS</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/apakah-penyakit-diabetes-mellitus.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/apakah-penyakit-diabetes-mellitus.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes mellitus]]></category>
		<category><![CDATA[kadar gula darah meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[kelenjar pankreas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1365</guid>
				<description><![CDATA[<p>Seperti telah disebut diatas bahwa hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas (kelenjar pankreas terletak di lekukan usus dua belas jari ) sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar gula ( glukosa ) darah antara 60 – 120 mg/dl waktu puasa dan kadar gula dalam dua jam sesudah makan di bawah 200 mg/dl. Apabila terdapat gangguan &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/apakah-penyakit-diabetes-mellitus.html">APAKAH PENYAKIT DIABETES MELLITUS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!-- [if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!-- [if gte mso 10]>
<mce:style><! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Seperti telah disebut diatas bahwa hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas (kelenjar pankreas terletak di lekukan usus dua belas jari ) sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar gula ( glukosa ) darah antara 60 – 120 mg/dl waktu puasa dan kadar gula dalam dua jam sesudah makan di bawah 200 mg/dl. Apabila terdapat gangguan kerja insulin, baik kualitas maupun kualitas, maka keseimbangan tersebut akan terganggu dan kadar gula darah cenderung naik.</span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Seseorang sudah dapat disebut Diabetes Mellitus apabila menderita 2 dari 3 yang tersebut di bawah ini: <span id="more-1365"></span></span></p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;"><span style="font-family: Arial;">Keluhan haus, banyak minum, banyak kencing, penurunan berat badan.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;"><span style="font-family: Arial;">Kadar gula darah lebih dari 120 mg/dl, pada waktu puasa.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;"><span style="font-family: Arial;">Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl, 2 jam sesudah makan.</span></li>
</ol>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Karena kadar gula darah meningkat, maka kelebihan gula ( glukosa ) tersebut akan dikeluarkan melalui air seni dan terjadilah glukosuria ( yaitu adanya glukosa – gula di dalam air seni ); pada orang normal tidak terdapat glukosa di dalam air seninya. Adanya gula di dalam air seni ini dapat diketahui dengan beberapa cara, antara lain : </span></p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;"><span style="font-family: Arial;">Air seni penderita tersebut segera didatangi semut karena mengandung gula</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;"><span style="font-family: Arial;">Adanya rasa manis di air seni ( Dr. Thomas Willis dari Inggris pernah mencoba menjilatinya )</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;"><span style="font-family: Arial;">Timbul rasa gatal di kemaluan pada bekas kencing</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt;"><span style="font-family: Arial;">Dan yang paling tepat adalah pemeriksaan terhadap adanya glukosa atau gula di dalam air seni, dengan cara : A. Reaksi Fehling ( reaksi rebus )<br />
B. Kertas strip yang disebut BM test<br />
C. Kertas strip lain : Glukotest<br />
D. Kertas strip yang disebut Diastix<br />
E. Reaksi dengan tablet, yaitu dengan Clinitest.Salah satu atau beberapa cara ( a, b, c, d ) tersebut biasanya telah diketahui oleh penderita Diabetes Mellitus.</span></li>
</ol>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Sumber : <span style="color: #666666;">http://groups.google.com/group/MirrorIKS/browse_thread/thread/5479a058f2d72e6c</span><br />
Arlangga University Press 1988 ( Prof. Dr. dr. H. Askandar Tjokroprawiro )</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/apakah-penyakit-diabetes-mellitus.html">APAKAH PENYAKIT DIABETES MELLITUS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/apakah-penyakit-diabetes-mellitus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Seks Dan Kencing Manis Diabetes</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/seks-dan-kencing-manis-diabetes.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/seks-dan-kencing-manis-diabetes.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan kencing manis]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Dan Kencing Manis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1361</guid>
				<description><![CDATA[<p>&#160; Seks dan Kencing manis &#124; Gangguan kencing manis – diabetes diketahui dapat mempengaruhi kehidupan seks. Oleh sebab itu, para diabetesi perlu mempertimbangkan efek aktivitas seksualnya, terutama terhadap kemungkinan turunnya kadar gula darah setelah mereka berhubungan seks. Tindakan yang biasanya disarankan untuk dipertimbangkan oleh para penderita kencing manis atau diabetes seks adalah memeriksakan kadar gula &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/seks-dan-kencing-manis-diabetes.html">Seks Dan Kencing Manis Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><strong><script type="text/javascript">// <![CDATA[
google_language = "en";
// ]]&gt;</script><script type="text/javascript">// <![CDATA[
google_ad_client = "pub-6477359114631040";
/* Indodiabetes_Banner_468x60, created 9/17/08 */
google_ad_slot = "2617122201";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
// ]]&gt;</script><script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"></script></strong><strong><span style="font-weight: normal;">Seks dan Kencing manis</span> </strong>| Gangguan <strong>kencing manis – diabetes </strong>diketahui dapat mempengaruhi kehidupan <strong>seks</strong>. Oleh sebab itu, para diabetesi perlu mempertimbangkan efek aktivitas seksualnya, terutama terhadap kemungkinan turunnya kadar gula darah setelah mereka berhubungan seks.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Tindakan yang biasanya disarankan untuk dipertimbangkan oleh para penderita kencing manis atau diabetes seks adalah memeriksakan kadar gula darahnya sebelum melakukan hubungan . Pola makan yang tepat sebelum atau sesudah berhubungan intim juga cukup bermanfaat, sama halnya kebiasaan itu disarankan juga setelah mereka berolahraga.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Pada wanita, pengendalian diabetes biasanya memperhitungkan siklus menstruasi mereka. Pilihan penggunaan alat kontrasepsi juga harus disesuaikan dengan diabetes yang dideritanya. Selain itu, kehamilan dan menopause juga akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam pengendalian gula darah tersebut.<span id="more-1361"></span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Kondisi yang perlu dipahami oleh para diabetesi adalah bila kadar gula darah dibiarkan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama, maka aliran darah dan saraf ke organ-organ seksual akan terganggu, yang akhirnya menyebabkan fungsi seksual juga mudah terganggu.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Wanita penderita kencing manis – diabetes biasanya akan bermasalah dalam pengendalian kandung kemih, yang dikenal sebagai gangguan neuroqenic bladder. Untuk mencegah gangguan tersebut, umumnya dokter akan menyarankan diabetesi wanita yang mengalami gangguan itu untuk mengosongkan kandung kemihnya sebelum dan sesudah berhubungan seksual. Pengosongan kandung kemih setelah berhubungan seks diketahui akan membantu mencegah terjadinya infeksi pada kandung kemih.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Selain itu, rusaknya saraf dan pembuluh darah juga akan membuat perlendiran vagina menjadi berkurang sehingga vagina tetap kering meskipun terjadi perangsangan seksual. Hal itu mengakibatkan kegiatan seksual menjadi tidak nyaman.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Sedangkan pada diabetesi pria, kekhawatiran utama akibat rusaknya saraf dan alirah darah ke organ seksual adalah impotensi. Seiring dengan pertambahan usia, impotensi memang merupakan ancaman nyata bagi pria normal maupun pria dengan diabetes.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Impotensi umumnya menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, sedangkan pria dengan diabetes memiliki risiko yang lebih besar. Sekitar 50-60% pria dengan diabetes berusia lebih dari 50 tahun terserang impotensi dengan tingkat yang berbeda-beda.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Impotensi disini artinya adalah ketidakmampuan untuk memperoleh dan mempertahankan ereksi. Perlu diketahui, pria dengan diabetes memiliki kemungkinan 10-15 tahun lebih awal untuk mengalami gangguan ereksi dibandingkan pria tanpa diabetes.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Impotensi bisa disebabkan oleh gangguan fisik maupun psikologis. Impotensi akibat gangguan psikologis biasanya terjadi tiba-tiba, sedangkan impotensi karena gangguan fisik terjadi secara perlahan-lahan. Pada pria dengan diabetes, umumnya gangguan itu disebabkan oleh memburuknya saraf atau pembuluh darah ke organ seksual.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: center;"><a title="herbal diabetes" href="http://sehatherba.com/herbal-diabetes/pengobatan-herbal-diabetes-dari-daging-tupai-dan-jamur-lingzhi.html" target="_blank">PENGOBATAN HERBAL DIABETES</a></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Sumber : http://www.info-sehat.com/</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/seks-dan-kencing-manis-diabetes.html">Seks Dan Kencing Manis Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/seks-dan-kencing-manis-diabetes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Telur ayam meningkatkan resiko terkena kencing manis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/telur-ayam-meningkatkan-resiko-terkena-kencing-manis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/telur-ayam-meningkatkan-resiko-terkena-kencing-manis.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes Care]]></category>
		<category><![CDATA[kencing manis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1359</guid>
				<description><![CDATA[<p>Orang-orang yang makan telur ayam setiap hari beresiko meningkatkan risiko kena penyakit kencing manis tipe 2. Laki-laki yang mengkonsumsi telur ayam setiap hari mempunyai resiko 58% terkena kencing manis dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi telur ayam. Sedangkan wanita yang mengkonsumsi telur ayam setiap hari mempunyai resiko 77% terkena kencing manis.Demikian dilaporkan oleh Luc Djoussé, &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/telur-ayam-meningkatkan-resiko-terkena-kencing-manis.html">Telur ayam meningkatkan resiko terkena kencing manis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]>
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Orang-orang yang makan telur ayam setiap hari beresiko meningkatkan risiko kena penyakit kencing manis tipe 2.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Laki-laki yang mengkonsumsi telur ayam setiap hari mempunyai resiko 58% terkena kencing manis dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi telur ayam. Sedangkan wanita yang mengkonsumsi telur ayam setiap hari mempunyai resiko 77% terkena kencing manis.Demikian dilaporkan oleh Luc Djoussé, M.D., D.Sc., of Brigham and Women’s Hospital and Harvard, and colleagues reported online in Diabetes Care.<span id="more-1359"></span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Telur merupakan sumber kolesterol (sekitar 200mg/butir) dan mengandung 1,5gr lemak jenuh. Keduanya dapat meningkatkan resiko kencing manis.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Akan tetapi didalam jurnal Diabetes Care tersebut juga diakatakan oleh Dr Michael Dr Gaziano, bahwa mengkonsumsi 1 butir telur/minggu tidak akan meningkatkan resiko terkena kencing manis, melainkan justru dapat menurunkan resiko terkena kencing manis tipe 2, hal ini disebabkan karena sebutir telur mengandung lemak polyunsaturated sekitar 0,7gr.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Telur ayam memang merupakan sumber vitamin, protein dan nurtisi lainnya, akan tetapi telur kaya dengan kolesterol yang akan menambah resiko terkena serangan jantung, stroke dan kencing manis.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/telur-ayam-meningkatkan-resiko-terkena-kencing-manis.html">Telur ayam meningkatkan resiko terkena kencing manis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/telur-ayam-meningkatkan-resiko-terkena-kencing-manis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Terapi Akupuntur Untuk Diabetes</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/terapi-akupuntur-untuk-diabetes.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/terapi-akupuntur-untuk-diabetes.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati penyakit diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Akupuntur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1354</guid>
				<description><![CDATA[<p>Terapi akupuntur sudah umum dikenal di Cina untuk mengobati penyakit diabetes. Pada tahun 1994, Chen dkk melakukan penelitian terapi akupunktur terhadap 60 pasien. Sejumlah pasien tersebut mempunyai kriteria yang hampir sama, baik dari sisi gejala klinis maupun hasil pemeriksaan lab (hasil tes gula darah dan kencing). 60 pasien tersebut dibagi dlm dua kelompok secara acak, &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/terapi-akupuntur-untuk-diabetes.html">Terapi Akupuntur Untuk Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]>
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Terapi <strong><strong>akupuntur</strong></strong> sudah umum dikenal di Cina untuk mengobati penyakit diabetes. Pada tahun 1994, Chen dkk melakukan penelitian terapi akupunktur terhadap 60 pasien. Sejumlah pasien tersebut mempunyai kriteria yang hampir sama, baik dari sisi gejala klinis maupun hasil pemeriksaan lab (hasil tes gula darah dan kencing). 60 pasien tersebut dibagi dlm dua kelompok secara acak, masing-masing (38) untuk kelompok perlakuan dan sisanya (22) adalah kelompok control. Kedua kelompok mendapatkan diet yang sama selama masa percobaan. Kelompok perlakuan diberikan terapi akupunktur pada titik-titik LI-11, Sp-6, St-36, Bl-20, LU-10,CV-4, GV-20, selama 30 hari bertutut-turut.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Hasilnya, 25 dari 38 pasien yang diterapi dengan akupuntur mempunyai kadar gula darah puasa = 130mg/dl sedangkan kadar gula darah 2 jam sesudah makan &lt;= 150mg/dl. Pada 10 pasien terjadi perbaikan gejala klinis, GDP ,150mg/dl dan GD2JPP , 180 mg/dl. Sedangkan tiga pasien sisanya tidak memberikan respon.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dalam penelitian tersebut lebih jauh dilaporkan bahwa terapi akupunktur pada pasien diabetes menghasilkan penurunan bermakna secara statistic pada kadar kolesterol darah, kadar trigliserida, dan beta lipoprotein. Penurunan yang sangat mencolok didapatkan pada kadar trigliserida darah dari 151 sampai mencapai 117, berarti mengalami penurunan sampai &gt; 20 %.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Hou Al (1993) dalam penelitian menggunakan titik Sp-6 sebagai titik utama ditambah titik-titik feishu (BL-13), sanjiaoshu (BL-22), zuzsanli (ST-36), taixi (KI-3) ditambah shenshu (BL-23) pada 30 sampel pasien diabetes. Untuk satu seri terapi dilakukannya setiap hari selama 12 hari.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dilakukan penusukan jarum pada titik tersebut di atas, setelah terasa deqi jarum dibiarkan tinggal selama 30 menit. Dia memperoleh hasil terbaik pada pasien dengan usia yang lebih muda dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada pasien yang berusia lebih tua. Criteria yang dipakai adalah penurunan gula darah menjadi normal atau mendekati normal. Untuk memperoleh hasil optimal, Hou Al melakukan antara 2-3 seri dengan selang waktu 2-3 hari istirahat, antara setiap seri terapi.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Pada percobaan yang dilakukan oleh Liu Zhicheng dan Sun Fengmin dari salah satu perguruan tinggi Traditional Chinese Medicine Nanjing (1994) menyampaikannya pada kesimpulan bahwa : terapi akupunktur pada pasien usia muda lebih baik hasilnya jika dibandingkan dengan kasus diabetes pada penderita usia tua. Demikian juga hasil terapi akan lebih baik pada kasus diabetes ringan daripada yang lebih berat.<br />
Titik-titik yang digunakan</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dari penelaahan yang mendalam melalui beberapa sumber artikel Hu Hui (1995), peneliti dari RS Universitas Traditional Chinese Medicine Dongzhimen di Beijing, merangkum beberapa titik yang sering digunakan adalah :</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">feishu (BL-13),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">pishu (BL-20),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">shenshu (BL-23),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">zusaanli (St-36),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">sanyinjiao (Sp-6),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">guanyuan (CV-4),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">taixi (KI-3),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">zhongwan (CV-12),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">geshu (BL-17),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">quchi (LI-11),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">hegu (LI-4),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">shenmen (HT-7),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">neiguan (PC-6),</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">fuliu (KI-7).</li>
</ul>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Titik-titik akupuntur tersebut telah digunakan baik di Amerika maupun di Negara-negara lain di dunia.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: center;"><a title="herbal diabetes" href="http://sehatherba.com/herbal-diabetes/pengobatan-herbal-diabetes-dari-daging-tupai-dan-jamur-lingzhi.html" target="_blank">KLIK DISINI PENGOBATAN HERBAL DIABETES</a></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: center;">
<p style="margin-right: 9pt; text-align: center;">
<p style="margin-right: 9pt; text-align: center;">
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Sumber : www.dr-rocky.com</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/terapi-akupuntur-untuk-diabetes.html">Terapi Akupuntur Untuk Diabetes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/terapi-akupuntur-untuk-diabetes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Tertawa bisa kurangi risiko kencing manis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/tertawa-bisa-kurangi-risiko-kencing-manis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/tertawa-bisa-kurangi-risiko-kencing-manis.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:13:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi risiko kencing manis]]></category>
		<category><![CDATA[Tertawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1351</guid>
				<description><![CDATA[<p>Tertawa terbahak-bahak ternyata bisa membantu penderita kencing manis atau diabetes mereka dan  menurunkan risiko penyakit pembuluh darah dan jantung, demikian hasil satu studi terbaru. Menurut Lee Berk dari Loma Linda University, yang memimpin studi itu, “Pilihan gaya hidup memiliki dampak mencolok dalam kesehatan dan penyakit dan ini semua adalah pilihan yang kami dan pasien lakukan &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/tertawa-bisa-kurangi-risiko-kencing-manis.html">Tertawa bisa kurangi risiko kencing manis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]>
<mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]>
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"><script type="text/javascript"><!--
&lt;! 
google_language = "en";
// &gt;
// --></script><script type="text/javascript"><!--
&lt;! 
google_ad_client = "pub-6477359114631040";
/* Indodiabetes_Banner_468x60, created 9/17/08 */
google_ad_slot = "2617122201";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
// &gt;
// --></script><script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"></script><strong>Tertawa </strong>terbahak-bahak ternyata bisa membantu penderita <strong>kencing manis </strong>atau diabetes mereka dan  menurunkan risiko penyakit pembuluh darah dan jantung, demikian hasil satu studi terbaru.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Menurut Lee Berk dari Loma Linda University, yang memimpin studi itu, “Pilihan gaya hidup memiliki dampak mencolok dalam kesehatan dan penyakit dan ini semua adalah pilihan yang kami dan pasien lakukan sebagaian tindakan pencegahan dan pengobatan.”</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Para peneliti membagi 20 pasien diabetes yang berisiko tinggi, semuanya juga menderita darah tinggi dan hyperlipidemia (faktor risiko bagi penyakit pembuluh darah dan jantung) menjadi dua kelompok. Kedua kelompok tersebut diberi obat diabetes standar.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Kelompok L diberi waktu 30 menit untuk menikmati humor yang mereka pilih, sementara Kelompok C (kelompok pemantau) tidak. Proses itu berlangsung selama satu tahun pengobatan.<span id="more-1351"></span></p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Sekitar dua bulan proses pengobatan, semua pasien di kelompok tertawa (L) memiliki tingkat  hormon epinephrine dan norepinephrine yang lebih rendah, keduanya dipandang sebagai penyebab stres. Stres diketahui sangat mematikan.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Setelah 12 bulan, kolesterol HDL (kolesterol baik) telah naik 26 persen pada Kelompok L tapi hanya 3 persen di dalam Kelompok C.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Dalam pengukuran lain, protein C-reaktif, penanda radang dan penyakit pembuluh darah serta jantung, turun 66 persen di dalam kelompok tertawa tapi hanya 26 persen pada kelompok pemantau.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">“Dokter terbaik mengerti bahwa ada campur-tangan psikologis hakiki yang ditimbulkan oleh emosi positif seperti gelak tawa dengan riang-gembira, optimisme dan harapan,” kata Lee Berk.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Kendati demikian, Berk mengatakan tawa tentu saja dapat menjadi obat yang bagus dan sama berharganya dengan obat diabetes, tapi berkeras bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan guna memastikan apa maksud dari semua hasil itu.</p>
<p style="margin-right: 9pt; text-align: justify;">Oleh sebab itu diblog ini saya kumpulkan video lucu-lucu yang bisa anda lihat <strong>disini</strong>.<br />
Jika anda suka hal yang lucu-lucu anda bisa mengunjungi blog <strong>dunia lucu-lucu</strong>.</p>
<p style="margin-right: 9pt;">Sumber: KOMPAS</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-diabetes/tertawa-bisa-kurangi-risiko-kencing-manis.html">Tertawa bisa kurangi risiko kencing manis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-diabetes/tertawa-bisa-kurangi-risiko-kencing-manis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>
