Seperti telah disebut diatas bahwa hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas (kelenjar pankreas terletak di lekukan usus dua belas jari ) sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar gula ( glukosa ) darah antara 60 – 120 mg/dl waktu puasa dan kadar gula dalam dua jam sesudah makan di bawah 200 mg/dl. Apabila terdapat gangguan kerja insulin, baik kualitas maupun kualitas, maka keseimbangan tersebut akan terganggu dan kadar gula darah cenderung naik.
Seseorang sudah dapat disebut Diabetes Mellitus apabila menderita 2 dari 3 yang tersebut di bawah ini:
- Keluhan haus, banyak minum, banyak kencing, penurunan berat badan.
- Kadar gula darah lebih dari 120 mg/dl, pada waktu puasa.
- Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl, 2 jam sesudah makan.
Karena kadar gula darah meningkat, maka kelebihan gula ( glukosa ) tersebut akan dikeluarkan melalui air seni dan terjadilah glukosuria ( yaitu adanya glukosa – gula di dalam air seni ); pada orang normal tidak terdapat glukosa di dalam air seninya. Adanya gula di dalam air seni ini dapat diketahui dengan beberapa cara, antara lain :
- Air seni penderita tersebut segera didatangi semut karena mengandung gula
- Adanya rasa manis di air seni ( Dr. Thomas Willis dari Inggris pernah mencoba menjilatinya )
- Timbul rasa gatal di kemaluan pada bekas kencing
- Dan yang paling tepat adalah pemeriksaan terhadap adanya glukosa atau gula di dalam air seni, dengan cara : A. Reaksi Fehling ( reaksi rebus )
B. Kertas strip yang disebut BM test
C. Kertas strip lain : Glukotest
D. Kertas strip yang disebut Diastix
E. Reaksi dengan tablet, yaitu dengan Clinitest.Salah satu atau beberapa cara ( a, b, c, d ) tersebut biasanya telah diketahui oleh penderita Diabetes Mellitus.
Sumber : http://groups.google.com/group/MirrorIKS/browse_thread/thread/5479a058f2d72e6c
Arlangga University Press 1988 ( Prof. Dr. dr. H. Askandar Tjokroprawiro )