<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kanker hati &#8211; Sehat Herba</title>
	<atom:link href="https://sehatherba.com/tag/kanker-hati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<description>Pengobatan Herbal Dari Tanaman Obat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Aug 2018 04:54:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.3.18</generator>

<image>
	<url>https://sehatherba.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-sehat-herba-tanaman-obat-32x32.png</url>
	<title>kanker hati &#8211; Sehat Herba</title>
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<atom:link rel='hub' href='https://sehatherba.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 20:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[obat herbal untuk hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Virus hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1552</guid>
				<description><![CDATA[<p>Resep Herbal Untuk Hepatitis hepatitis Sebelum mengetahui obat herbal untuk hepatitis. Sebaiknya kita mengenal dan tahu dulu apa itu hepatitis. Disini saya mencoba menjelaskan seluk beluk hepatitis. Istilah &#8220;Hepatitis&#8221; dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html">Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Resep Herbal Untuk Hepatitis </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1553" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/hepatitis-c_0.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1553" title="hepatitis-c_0" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/hepatitis-c_0-150x150.jpg" alt="hepatitis" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">hepatitis</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sebelum mengetahui <strong>obat herbal untuk hepatitis</strong>. Sebaiknya kita mengenal dan tahu dulu apa itu hepatitis. Disini saya mencoba menjelaskan seluk beluk hepatitis.<br />
Istilah &#8220;<strong>Hepatitis</strong>&#8221; dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis A<br />
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.<span id="more-1552"></span><br />
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.<br />
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis B<br />
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.<br />
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.<br />
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.<br />
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis D<br />
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis E<br />
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis F<br />
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis G<br />
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Mencegah Kanker Hati<br />
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.<br />
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.<br />
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.<br />
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.<br />
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.<br />
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.<br />
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.<br />
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kita tahu tentang hepatitis, berikut contoh beberapa resep herbal untuk membantu pengobatan hepatitis:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Resep 1.</strong><br />
30 gram temulawak (dikupas dan diris-iris) + 15 gram sambiloto kering + 60 gram akar alang-alang. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.<br />
<strong>Resep 2.</strong><br />
30-60 gram daun serut/mirten segar + 60 gram pegagan + 30 gram meniran. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.<br />
<strong>Resep 3.</strong><br />
10 gram jamur kayu/lingzhi + 10 gram biji kacapiring (zhi zi), keduanya dicuci, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari. (kedua bahan dapat dibeli di toko obat Tionghoa)<br />
<strong>Resep 4.</strong><br />
60 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular segar + 30 gram tumbuhan jombang segar + 25 gram kunyit. dicuci bersih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Catatan : </strong><br />
&#8211; pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur<br />
&#8211; tetap konsultasi ke dokter<br />
&#8211; untuk perebusan, gunakan periuk tanah, panci kaca atau enamel.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #99cc00;"><a title="pengobatan herbal penyakit hepatitis " href="http://sehatherba.com/artikel-pengobatan-herbal/pengobatan-herbal-lever-sirosis-2.html" target="_self">KLIK DISINI UNTUK PENGOBATAN HERBAL HEPATITIS</a></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html">Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Alternatif Hepatitis dan lever &#8220;sakit kuning&#8221;</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 01:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[hepatoprotektor]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[lever]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[meniran]]></category>
		<category><![CDATA[menormalkan hati]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[sakit kuning]]></category>
		<category><![CDATA[temu ireng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1548</guid>
				<description><![CDATA[<p>Pengobatan Alternatif  Hepatitis HEPATITIS merupakan penyakit yang menurunkan kualitas hidup. Penyakit yang dipicu oleh virus hepatitis  ini bisa menyebabkan peradangan hati. Jika dibiarkan akan memicu sirosis hati atau kanker hati. Untuk menanganinya, Anda bisa menggunakan pengobatan medis standar yang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan pengobatan pelengkap untuk mengurangi gejala dan meminimalkan efek samping &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html">Pengobatan Alternatif Hepatitis dan lever &#8220;sakit kuning&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan Alternatif  Hepatitis<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HEPATITIS </strong> merupakan penyakit yang menurunkan kualitas hidup. Penyakit yang dipicu oleh virus hepatitis  ini bisa menyebabkan peradangan hati. Jika dibiarkan akan memicu sirosis hati atau kanker hati. Untuk menanganinya, Anda bisa menggunakan pengobatan medis standar yang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan pengobatan pelengkap untuk mengurangi gejala dan meminimalkan efek samping obat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan alternatif  hepatitis </strong> juga bervariasi, mulai dari obat herbal seperti <em>milk thistle</em>, akar licorice, ginseng, timus, hingga terapi seperti pijat, chiropractic dan teknik relaksasi. Sekitar 40 persen pasien yang gagal dengan pengobatan medis konvensional, seperti yang dikutip situs <em>webmd</em>, telah mencoba terapi lain dan sebagian besar melaporkan mengalami pengurangan kelelahan, peningkatan kekebalan tubuh dan perbaikan fungsi saluran pencernaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut beberapa pengobatan pelengkap yang bisa menjadi pilihan Anda:<br />
<strong><em><br />
Milk thistle (Silybum marianum)</em></strong> merupakan obat herbal untuk hepatitis C yang paling dikenal dan paling banyak diteliti. Tanaman bunga dari keluarga <em>Asteraceae</em> ini diyakini berfungsi mengurangi peradangan hati dan mempunyai efek antivirus terhadap infeksi hepatitis C.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah studi kecil yang dipresentasikan pada konferensi <em>European Association for the Study of the Liver </em>2008 menunjukkan bahwa <em>milk thistle</em> bisa mengurangi kadar virus hepatitis C di tubuh pasien yang tidak merespon terhadap interferon. Meskipun bukti  yang menunjukkan efektivitas tanaman ini masih sedikit, herbal ini dinyatakan sangat aman, dengan efek samping yang sangat sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akar licorice (<em>Glycyrrhiza glabra</em>)</strong> menggunakan komponen aktif yang terdapat pada akar kering tanaman lucorice. Beberapa studi menunjukkan bahwa herbal ini bisa mengurangi komplikasi hepatitis C (termasuk kanker hati) dan memperbaiki fungsi hati. Akar licorice bisa dikonsumsi sendiri atau dipadukan dengan herbal lain. Dalam sebuah studi, pasien yang mengonsumsi kombinasi akar licorice, <em>milk thistle</em> dan beberapa herbal lainnya mengalami perbaikan jumlah enzim-enzim hati (penanda kerusakan hati  dan peradangan).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ekstrak timus</strong> diambil dari kelenjar timus sapi. Karena timus membantu mengatur fungsi sistem kekebalan, maka ekstrak timus diyakini meningkatkan kekebalan tubuh pasien hepatitis C. Akan tetapi, belum cukup studi untuk mengkonfirmasi teori ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ginseng </strong>telah lama digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan beberapa bukti menunjukan bahwa herbal satu ini bisa membantu fungsi hati. Akan tetapi, belum ada studi spesifik yang melihat manfaat ginseng pada pasien hepatitis C.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lactoferrin</strong> merupakan protein yang ditemukan pada susu. Komponen ini juga terdapat pada air mata dan air ludah. Beberapa studi kecil telah menemukan bahwa saat dikonsumsi sebagai suplemen diet, lactoferrin bisa menurunkan kadar virus hepatitis C dalam darah dan memperbaiki fungsi hati.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan lain </strong>termasuk pijat, akupunktur dan terapi relaksasi. Meskipun terapi ini belum diteliti melalui studi ilmiah, beberapa pasien melaporkan mengalami pengurangan rasa sakit. Selain itu, cara ini juga dinyatakan membantu mengurangi efek samping yang ditimbulkan pengobatan medis standar. (IK/OL-5)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Temu Ireng</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]>


<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
</style>

 <![endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';"><strong>Temu ireng </strong>seringkali digunakan oleh ibu pasca melahirkan sebagai penambah stamina. khasiat temu ireng sebenarnya banyak. diantaranya sebagai pembersih darah dan mencegah tumor. Tanaman ini mempunyai kandungan kimia yang bermanfaat seperti zat pati, damar, lemak, curenmin, dan minyak asitri, sifat, efek dan khasiatnya diantaranya sebagai antiradang, anti bakteri, pembersih darah, antikoagulan, antineoplastik (antikanker) tonic, pelindung hati (hepatoprotektor) dan antibiotik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';"><strong>Daun Mimba</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" SemiHidden="false" UnhideWhenUsed="false"    QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Normal (Web)" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]>


<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
</style>

 <![endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Mimba mempunyai rasa pahit dengan sifat netral. Beragam jenis penyakit bisa dibbantu pengobatannya dengan menggukan bagian tanaman ini. Meski demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa mimba bersifat toksid sehingga orang yang mengonsumsi obat herbal ini harus mematuhi dosis yang telah ditetapkan. Beberapa kandungan kimia yang ada pada mimba diantaranya azadirachtin, minyak gliserida, acetiloksifuranil, dekahidrotetrametil acid, ksosiklopentanatolfuran, asetat keton dan heksahidro-hidroksitetrametil-fenantenon (nimbol).<br />
Daun Mimba memiliki nama latin Azadirachta indica juss, tanaman ini berguna untuk menyembuhkan penyakit kencing manis, malaria, kanker lever/hati, dan jerawat</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Daun Sendok</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1549" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/daunsendok.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1549" title="daunsendok" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/daunsendok-150x150.jpg" alt="daun sendok" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">daun sendok</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Daun sendok mempunyai nama ilmiah plantago mayor termasuk dalam family plantaginaceae. Termasuk tanaman yang mudah ditemukan disekitar kita. Nama daerahnya daun urat, kuping menjangan, ki urat ceuli, sangkabuah, suri pandak dan torongoat. BEntuknya memang sederhana, namu memiliki khasiat yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Sifat yang dimiliki oleh tumbuhan ini adalah : anti inflamasi (anti radang), diuretic (peluruh kencing),peluruh dahak, menghentikan batuk (antitusif), antiseptic, aphrodisiac (meningkatkan kemampuan seksual), memperbaiki penglihatan, dan menormalkan hati (lever).<br />
Daun sendok ini memiliki kandungan zat plantagin, aucubin, ursolic acid, bethasitosterol, hentriacontane, dan L-rhamose. Juga mengandung tannin, kalium dan vitamin B1, C, A. Kalium bersifat peluruh kencing dan melarutkan endapan kalsium yang terdapat dalan ginjal dan kandungan kencing. Zat aktif aukubin selain bersift melindungi hati (hepatoprotektor) juga berkhasiat sebagai antiseptic. Daun sendok berkhasiat mengobati penyakit infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal, batu empedu, batu ginjal, radang prostate, kencing sedikit. Mengobati influensa, batuk rejan, batuk sesak, batuk darah, radang saluran napas (bronchitis), keputihan, diare, disentri, nyeri lambung, dan hepatitis</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Meniran</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1550" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/meniran.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1550" title="meniran" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/meniran-150x150.jpg" alt="meniran" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">meniran</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Meniran atau Phyllanthus urinaria/phyllanthus niruri. Masuk dalam family tumbuhan Euphorbiaceae. Tumbuhan ini sangat mudah tumbuh disekitar pekarangan rumah. Memiliki efek farmakologis astrigent-diuretikum (peluruh air seni), anti piretik (penurun panas), peluruh batu, anti hepatotoksik.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html">Pengobatan Alternatif Hepatitis dan lever &#8220;sakit kuning&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 01:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[penularan Hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Virus hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1544</guid>
				<description><![CDATA[<p>Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html">Penyakit Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit Hepatitis</strong> adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel penyakit Hepatitis A,B dan C.<span id="more-1544"></span></p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis A</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis A</strong><br />
Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan      mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan,      muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang      terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya      yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.</li>
<li><strong>Penanganan      dan Pengobatan Hepatitis A</strong><br />
Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti      minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan      sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera      mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan      pengobatan dari gejala yang timbul seperti <em>paracetamol</em> sebagai penurun demam dan pusing, <em>vitamin</em> untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta      obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis B</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis B</strong><br />
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah      demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera).      Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak      tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih      beresiko.</li>
<li><strong>Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B</strong><br />
Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang      ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa      ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis      B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ;</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Pemberian obat <em>Lamivudine</em> dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini      digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung      meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor      bersinambungan dari dokter.</li>
<li>Pemberian obat Adefovir      dipivoxil (<em>Hepsera</em>). Pemberian secara oral akan lebih efektif,      tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap      fungsi ginjal.</li>
<li>Pemberian obat Baraclude (<em>Entecavir</em>).      Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari      pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi      peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat      ini belum dikatakan stabil.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Pemberian suntikan <em>Microsphere</em> yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan      menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.      Injeksi <em>Alfa Interferon</em> (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN,      ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam      seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini      adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi      sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih      dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan      pemberian paracetamol.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis C</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis C</strong><br />
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak      menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya.      Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera      makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning      yang disebut &#8220;jaundice&#8221; (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat      ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian      pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan      normal.</li>
<li><strong>Penanganan dan      Pengobatan Hepatitis C</strong><br />
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti <em>Interferon      alfa, Pegylated interferon alfa</em> dan <em>Ribavirin</em>. Adapun tujuan      pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda      sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir      penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang      cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong,      untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html">Penyakit Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Kanker Payudara</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-kanker/kanker-payudara.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-kanker/kanker-payudara.html#comments</comments>
				<pubDate>Mon, 31 May 2010 19:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Diagnosa Penyakit Kanker Payudara]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Penyakit Kanker Payudara]]></category>
		<category><![CDATA[kaker paru]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Payudara]]></category>
		<category><![CDATA[kanker rahim]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Penyakit Kanker Payudara]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Kanker Payudara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1055</guid>
				<description><![CDATA[<p>Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomor lima (5) setelah ; kaker paru, kanker rahim, kanker hati &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-kanker/kanker-payudara.html">Kanker Payudara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span>
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]>
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt;">Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomor lima (5) setelah ; <em>kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.</em> </span></p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;">Penyebab Kanker Payudara</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 12pt 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt;">Penyakit kanker payudara terbilang penyakit kanker yang paling umum menyerang kaum wanita, meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini dengan perbandingan 1 di antara 1000. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker ini terjadi, namun beberapa faktor kemungkinannya adalah :</span></p>
<p style="text-align: justify;">Usia, Penyakit kanker payudara meningkat pada usia remaja keatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Genetik, Ada 2 jenis gen (BRCA1 dan BRCA2) yang sagat mungkin sebagai resiko. Jika ibu atau saudara wanita mengidap penyakit kanker payudara, maka anda kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun. <span id="more-1055"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pemakaian obat-obatan, Misalnya seorang wanita yang menggunakan therapy obat hormon pengganti {hormone replacement therapy (HRT)} seperti Hormon eksogen akan bisa menyebabkan peningkatan resiko mendapat penyakit kanker payudara.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah; tidak menikah, menikah tapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun.</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;">Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Payudara</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt;"><br />
Bagi anda yang merasakan adanya benjolan aneh disekitar jaringan payudara atau bahkan salah satu payudara tampak lebih besar, Sebaiknya cepat berkonsultasi kepada dokter. Benjolan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, mulai dari ukuran kecil yang kemudian menjadi besar dan teraba seperti melekat pada kulit. Beberapa kasus terjadi perubahan kulit payudara sekitar benjolan atau perubahan pada putingnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt;">Saat benjolan mulai membesar, barulah menimbulkan rasa sakit (nyeri) saat ditekan. Jika dirasakan nyeri pada payudara dan puting susu yang tidak kunjung hilang, sebaiknya segera memeriksakan diri kedokter. Puting susu yang mengkerut kedalam, yang tadinya berwarna merah muda dan akhirnya menjadi kecoklatan bahkan adanya oedema (bengkak) sekitar puting merupakan salah satu tanda kuat adanya kanker payudara. Hal lain adalah seringnya keluar cairan dari puting susu ketika tidak lagi menyusui bayi anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;">·</span><span style="font-size: 10pt;"><span> </span><strong>Diagnosa Penyakit Kanker Payudara</strong><br />
Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan pasti dengan cara pengambilan sample jaringan sel payudara yang mengalami pembenjolan (tindakan biopsi). Dengan cara ini akan diketahui jenis pertumbuhan sel yang dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor ganas (kanker). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;">·</span><span style="font-size: 10pt;"><span> </span><strong>Type Penyakit Kanker Payudara</strong><br />
Melalui pemeriksaan yang di sebut dengan mammograms, maka type kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 12pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt;">Kanker payudara non invasive</span></strong>,<span style="font-size: 10pt;"> kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu {penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara}. Dalam bahasa kedokteran disebut &#8216;ductal carcinoma in situ&#8217; (DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt;">Kanker payudara invasive</span></strong>, <span style="font-size: 10pt;">kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar lympa dan lainnya melalui peredaran darah. </span></p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;">Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kanker Payudara</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 12pt 36pt; text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt;">Penanganan dan pengobatan penyakit kanker payudara tergantung dari type dan stadium yang dialami penderita. Umumnya seseorang baru diketahui menderita penyakit kanker payudara setelah menginjak stadiun lanjut yang cukup parah, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu sehingga terlambat untuk diperiksakan kedokter atas kelainan yang dihadapinya.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 10pt;">Pembedahan, Pada kanker payudara yang diketahui sejak dini maka pembedahan adalah tindakan yang tepat. Dokter akan mengangkat benjolan serta area kecil sekitarnya yang lalu menggantikannya dengan jaringan otot lain (lumpectomy). Secara garis besar, ada 3 tindakan pembedahan atau operasi kanker payudara diantaranya ;<br />
</span><br />
<span style="font-size: 10pt;">&#8211; Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara (lumpectomy). Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.<br />
&#8211; Total Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.<br />
&#8211; Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.<br />
</span><br />
<strong><span style="font-size: 10pt;">Radiotherapy (Penyinaran/radiasi)</span></strong>, <span style="font-size: 10pt;">yaitu proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Tindakan ini mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.<br />
</span><br />
<strong><span style="font-size: 10pt;">Therapy Hormon</span></strong>, <span style="font-size: 10pt;">Hal ini dikenal sebagai &#8216;Therapy anti-estrogen&#8217; yang system kerjanya memblock kemampuan hormon estrogen yang ada dalam menstimulus perkembangan kanker pada payudara.<br />
</span><br />
<strong><span style="font-size: 10pt;">Kemoterapi</span></strong>,<span style="font-size: 10pt;"> Ini merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Sistem ini diharapkan mencapai target pada pengobatan kanker yang kemungkinan telah menyebar kebagian tubuh lainnya. Dampak dari kemoterapy adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi. </span></p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;">Pengobatan Herceptin</span></strong>, <span style="font-size: 10pt;">adalah      therapy biological yang dikenal efektif melawan HER2-positive pada wanita      yang mengalami kanker payudara stadium II, III dan IV dengan penyebaran</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;">
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt;">Pencegahan Penyakit Kanker Payudara</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 12pt 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt;">Bagi anda yang merasakan ada hal yang tampak berbeda pada payudara, segeralah memeriksakannya ke dokter jangan sampai terlambat. Misalnya adanya pembesaran sebelah, adanya benjolan disekitar payudara, nyeri terus menerus pada puting susu dan sebagainya seperti pada keterangan tanda dan gejala payudara diatas.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 10pt;">Tindakan lain yang bisa anda lakukan adalah Hindari kegemukan, Kurangi makan lemak, Usahakan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, Jangan terlalu banyak makan makanan yang diasinkan dan diasap, Olahraga secara teratur, dan Check-up payudara sejak usia 30 tahun secara teratur. </span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-kanker/kanker-payudara.html">Kanker Payudara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-kanker/kanker-payudara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>
