<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Virus hepatitis &#8211; Sehat Herba</title>
	<atom:link href="https://sehatherba.com/tag/virus-hepatitis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<description>Pengobatan Herbal Dari Tanaman Obat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Aug 2018 04:54:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.3.18</generator>

<image>
	<url>https://sehatherba.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-sehat-herba-tanaman-obat-32x32.png</url>
	<title>Virus hepatitis &#8211; Sehat Herba</title>
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<atom:link rel='hub' href='https://sehatherba.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 20:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[obat herbal untuk hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Virus hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1552</guid>
				<description><![CDATA[<p>Resep Herbal Untuk Hepatitis hepatitis Sebelum mengetahui obat herbal untuk hepatitis. Sebaiknya kita mengenal dan tahu dulu apa itu hepatitis. Disini saya mencoba menjelaskan seluk beluk hepatitis. Istilah &#8220;Hepatitis&#8221; dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html">Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Resep Herbal Untuk Hepatitis </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1553" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/hepatitis-c_0.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1553" title="hepatitis-c_0" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/hepatitis-c_0-150x150.jpg" alt="hepatitis" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">hepatitis</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sebelum mengetahui <strong>obat herbal untuk hepatitis</strong>. Sebaiknya kita mengenal dan tahu dulu apa itu hepatitis. Disini saya mencoba menjelaskan seluk beluk hepatitis.<br />
Istilah &#8220;<strong>Hepatitis</strong>&#8221; dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis A<br />
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.<span id="more-1552"></span><br />
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.<br />
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis B<br />
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.<br />
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.<br />
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.<br />
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis D<br />
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis E<br />
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis F<br />
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis G<br />
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Mencegah Kanker Hati<br />
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.<br />
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.<br />
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.<br />
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.<br />
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.<br />
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.<br />
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.<br />
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kita tahu tentang hepatitis, berikut contoh beberapa resep herbal untuk membantu pengobatan hepatitis:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Resep 1.</strong><br />
30 gram temulawak (dikupas dan diris-iris) + 15 gram sambiloto kering + 60 gram akar alang-alang. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.<br />
<strong>Resep 2.</strong><br />
30-60 gram daun serut/mirten segar + 60 gram pegagan + 30 gram meniran. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.<br />
<strong>Resep 3.</strong><br />
10 gram jamur kayu/lingzhi + 10 gram biji kacapiring (zhi zi), keduanya dicuci, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari. (kedua bahan dapat dibeli di toko obat Tionghoa)<br />
<strong>Resep 4.</strong><br />
60 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular segar + 30 gram tumbuhan jombang segar + 25 gram kunyit. dicuci bersih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Catatan : </strong><br />
&#8211; pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur<br />
&#8211; tetap konsultasi ke dokter<br />
&#8211; untuk perebusan, gunakan periuk tanah, panci kaca atau enamel.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #99cc00;"><a title="pengobatan herbal penyakit hepatitis " href="http://sehatherba.com/artikel-pengobatan-herbal/pengobatan-herbal-lever-sirosis-2.html" target="_self">KLIK DISINI UNTUK PENGOBATAN HERBAL HEPATITIS</a></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html">Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Virus Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 01:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[air seni kecoklatan]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala-gejala hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan nafsu makan]]></category>
		<category><![CDATA[kulit kuning]]></category>
		<category><![CDATA[mudah lelah]]></category>
		<category><![CDATA[VHC]]></category>
		<category><![CDATA[Virus hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1546</guid>
				<description><![CDATA[<p>Pada umumnya penyebab hepatitis virus adalah virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala-gejala hepatitis dapat berupa rasa tidak nyaman/enak di bagian perut, mual, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, demam, kulit kuning dan air seni yang kecoklatan. Tes darah digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut dan, jika mungkin, jenis virus yang menyebabkan infeksi. &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html">Virus Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada umumnya penyebab hepatitis virus adalah <strong>virus hepatitis </strong>B (VHB) dan hepatitis C. Gejala-gejala hepatitis dapat berupa rasa tidak nyaman/enak di bagian perut, mual, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, demam, kulit kuning dan air seni yang kecoklatan. Tes darah digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut dan, jika mungkin, jenis virus yang menyebabkan infeksi.</p>
<p><strong>Virus Hepatitis B</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Virus hepatitis B dapat ditemukan di dalam darah dan cairan/bahan tubuh seperti air mani (semen). Virus hepatitis B dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui darah yang terinfeksi atau lewat cairan/bahan tubuh yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>melalui suntikan atau luka      akibat peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti luka karena jarum      suntik atau penggunaan obat melalui intravena) atau benda tajam lainnya;</li>
<li>melalui hubungan seksual      (terutama virus hepatitis B);</li>
<li>melalui transfusi dengan      darah atau produk darah yang terinfeksi atau transplantasi dengan bahan      yang terinfeksi;</li>
<li>melalui perpindahan secara      tidak langsung dari darah yang terinfeksi lewat penggunaan pisau cukur,      sikat gigi dan barang-barang pribadi lainnya secara bersama-sama.</li>
<li>melalui kontal selaput lendir      (seperti percikan cairan/bahan tubuh lewat mulut, hidung, mata atau kulit      yang terbuka); atau</li>
<li>Selama masa kehamilan,      persalinan dan menyusui dari ibu ke anak.<span id="more-1546"></span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
Virus hepatitis B dapat bertahan dalam darah dan cairan/bahan tubuh di luar tubuh. VHB biasanya tidak tertular melalui hubungan biasa diantara beberapa orang. Orang yang menggunakan peralatan suntik yang telah terkontaminasi memiliki risiko yang sangat tinggi untuk terinfeksi VHB. Pada tempat kerja, sebagian besar infeksi terjadi melalui penularan melaui jarum yang terkontaminasi dan benda-benda tajam lainnya di tempat kerja, atau dari kontak mukosa (seperti: percikan cairan/bahan tubuh dari mulut, hidung, mata, atau kulit yang tidak utuh).</p>
<p>Telah tersedia vaksin untuk mencegah infeksi VHB. Sebagian besar orang dewasa yang telah terinfeksi VHB tidak menderita sakit yang serius dan mungkin tidak berkembang menjadi penyakit kuning. Jika sakitnya benar-benar timbul, tingkat keparahan berbeda-beda. Beberapa dari mereka yang terinfeksi VHB tidak pernah sembuh dari infeksi tersebut dan akan menjadi pembawa penyakit selama hidupnya. Beberapa pembawa penyakit tersebut mampu menularkan penyakit ini kepada yang lainnya, tetapi tingkat infeksinya berbeda untuk setiap orang dan untuk orang yang sama pada waktu yang berbeda.</p>
<p>Risiko untuk menjadi pembawa penyakit ini sangat tinggi terutama pada mereka yang terinfeksi waktu lahir dari ibu mereka yang terinfeksi. Pembawa penyakit dalam jangka waktu yang panjang akan menghadapi risiko sirosis hati dan kanker hati primer.</p>
<p><strong>Virus Hepatitis C (VHC)</strong></p>
<p>VHC menular melalui kontak darah dengan darah, risiko tertinggi terjadi saat penggunaan jarum suntik narkoba secara bersama-sama Tindakan yang berisiko sedang sampai rendah yaitu penularan seperti pada pembuatan tatoo dan menusuk tubuh dengan peralatan yang telah terkontaminasi, luka karena jarum suntik, serta transfusi produk darah dimana tidak dilakukan pengawasan secara ketat, dan penularan dari ibu ke anaknya. Walaupun VHC tidak digolongkan sebagai penyakit infeksi menular seksual, tetapi ada kemungkinan terjadi penularan melalui hubungan seksual jika terjadi darah bercampur, meski hal ini terbilang jarang. Sampai saat ini tidak tersedia vaksin sebagai perlindungan terhadap akuisisi VHC.</p>
<p>Dalam tahap permulaan infeksi sering tidak ada tanda-tanda atau keluhan dari penyakit. Sekitar 75% dari orang yang terkena infeksi HCV akan berkembang menjadi infeksi hepatitis C kronis (jangka panjang). Sebagian besar orang yang menderita hepatitis C kronis akan menampakkan beberapa gejala, berkisar antara ringan sampai parah, setelah kira-kira 10-15 tahun.</p>
<p>Keluhan yang paling sering timbul adalah lelah, mual, sakit dan nyeri otot, sakit pada bagian perut dan kehilangan nafsu makan. Di tempat kerja, infeksi VHC dapat terjadi melalui cedera dari benda tajam yang terkontaminasi atau, lebih jarang, melalui selaput lendir (seperti mata, hidung dan mulut) yang kontak dengan darah.</p>
<p><strong>Virus-virus hepatitis lainnya</strong></p>
<p>Di sini termasuk hepatitis A (dan yang tidak biasa hepatitis E), dan hepatitis D dan G. VHD dan VHG lebih jarang daripada, tetapi kemungkinan menyebar dengan cara yang sama dengan VHB dan VHC, dan dapat dikendalikan dengan upaya-upaya yang disarankan dalam kaidah ini untuk VHB dan VHC.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html">Virus Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 01:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[penularan Hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Virus hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1544</guid>
				<description><![CDATA[<p>Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html">Penyakit Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit Hepatitis</strong> adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel penyakit Hepatitis A,B dan C.<span id="more-1544"></span></p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis A</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis A</strong><br />
Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan      mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan,      muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang      terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya      yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.</li>
<li><strong>Penanganan      dan Pengobatan Hepatitis A</strong><br />
Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti      minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan      sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera      mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan      pengobatan dari gejala yang timbul seperti <em>paracetamol</em> sebagai penurun demam dan pusing, <em>vitamin</em> untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta      obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis B</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis B</strong><br />
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah      demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera).      Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak      tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih      beresiko.</li>
<li><strong>Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B</strong><br />
Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang      ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa      ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis      B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ;</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Pemberian obat <em>Lamivudine</em> dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini      digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung      meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor      bersinambungan dari dokter.</li>
<li>Pemberian obat Adefovir      dipivoxil (<em>Hepsera</em>). Pemberian secara oral akan lebih efektif,      tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap      fungsi ginjal.</li>
<li>Pemberian obat Baraclude (<em>Entecavir</em>).      Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari      pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi      peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat      ini belum dikatakan stabil.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Pemberian suntikan <em>Microsphere</em> yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan      menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.      Injeksi <em>Alfa Interferon</em> (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN,      ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam      seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini      adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi      sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih      dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan      pemberian paracetamol.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis C</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis C</strong><br />
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak      menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya.      Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera      makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning      yang disebut &#8220;jaundice&#8221; (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat      ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian      pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan      normal.</li>
<li><strong>Penanganan dan      Pengobatan Hepatitis C</strong><br />
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti <em>Interferon      alfa, Pegylated interferon alfa</em> dan <em>Ribavirin</em>. Adapun tujuan      pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda      sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir      penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang      cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong,      untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html">Penyakit Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>
