<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel hepatitis dan lever &#8211; Sehat Herba</title>
	<atom:link href="https://sehatherba.com/category/artikel-hepatitis-dan-lever/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<description>Pengobatan Herbal Dari Tanaman Obat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Aug 2018 04:59:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.3.18</generator>

<image>
	<url>https://sehatherba.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-sehat-herba-tanaman-obat-32x32.png</url>
	<title>Artikel hepatitis dan lever &#8211; Sehat Herba</title>
	<link>https://sehatherba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<atom:link rel='hub' href='https://sehatherba.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Penyakit Kuning &#8220;liver&#8221;</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-kuning-liver.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-kuning-liver.html#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 04 May 2011 00:28:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[bilirubin yang berlebihan]]></category>
		<category><![CDATA[ikterus]]></category>
		<category><![CDATA[liver]]></category>
		<category><![CDATA[Penderita hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[pengerasan hati]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kuning]]></category>
		<category><![CDATA[radang hati]]></category>
		<category><![CDATA[sirosis]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas liver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1588</guid>
				<description><![CDATA[<p>hepatitis Tanpa disadari banyak sekali fenoma penyakit kuning yang terjadi di sekitar kita. Penyakit ini memang jarang mewabah, akan tetapi tidak sedikit pula orang yang terkena. Organ yang terserang adalah liver. Liver sama dengan hepar yang berarti hati, yaitu organ dalam yang paling besar dan penting peranannya, terutama dalam metabolisme segala jenis makanan. Tugas liver &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-kuning-liver.html">Penyakit Kuning &#8220;liver&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1589" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/hepatitis.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1589" title="hepatitis" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/hepatitis-150x150.jpg" alt="hepatitis" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">hepatitis</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tanpa disadari banyak sekali fenoma <strong>penyakit kuning</strong> yang terjadi di sekitar kita. Penyakit ini memang jarang mewabah, akan tetapi tidak sedikit pula orang yang terkena. Organ yang terserang adalah<strong> liver</strong>. Liver sama dengan <em>hepar</em> yang berarti hati, yaitu organ dalam yang paling besar dan penting peranannya, terutama dalam metabolisme segala jenis makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tugas liver antara lain: menyimpan makanan terutama gula, lemak dan sedikit protein; membuat protein plasma (darah) dan zat pembeku darah; membuat air empedu &#8211; zat pencerna yang sangat penting &#8211; dari sel-sel darah merah yang sudah rusak; memusnahkan racun dan membentuk sel-sel darah merah pada bayi yang masih dalam kandungan.<span id="more-1588"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab sakit liver karena adanya gangguan pada pencernaan. Gejalanya mungkin berupa sakit kuning (ikterus) dimana kulit dan putih mata menjadi kuning, karena adanya bilirubin yang berlebihan dalam plasma darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bilirubin adalah zat warna yang diproduksi hati ketika sel-sel darah merah yang rusak diolah, dan biasanya bercampur dengan air empedu yang disimpan kantung empedu dan masuk ke dalam usus dan darah menyebabkan warna kulit dan putih mata menjadi kuning.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit kuning ini bermacam-macam, hepatitis (radang hati) dan sirosis (pengerasan hati) adalah beberapa diantaranya. Kedua jenis penyakit ini seringkali merupakan akibat dari penyalahgunaan alkohol. Ada pula jenis sakit kuning yang menyerang bayi baru lahir, namun tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Umumnya karena rusaknya sel-sel darah merah ekstra yang dibutuhkan bayi sesudah ia lahir.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis, maka dari itu mudah sekali menular. Jenis hepatitis juga beragam, antara lain hepatitis A, B dan C. Hepatitis A yang paling ringan, dapat sembuh total<strong>.</strong> Hepatitis B agak berat, setelah sembuh masih harus dilakukan kontrol rutin karena dikhawatirkan terjadi kambuhan. Sedangkan hepatitis C, ini merupakan jenis yang paling parah, harus dirawat di rumah sakit sampai benar-benar sembuh total.</p>
<p style="text-align: justify;">Penderita hepatitis tidak dapat menjadi donor darah, karena cenderung menularkan penyakitnya melalui organisme yang terkandung dalam darah. Penderita penyakit kuning bisa menjadi donor darah bila penyakitnya disebabkan oleh infeksi bukan virus.</p>
<p style="text-align: justify;">Dianjurkan untuk selalu melakukan diet sehat, baik makanan maupun minuman, serta minum air putih yang banyak sedikitnya 8 gelas sehari. Terutama bagi para pengonsumsi alkohol, obat-obatan ataupun jamu. Tidak ada salahnya untuk merawat tubuh sejak dini sebelum hal-hal yang tidak diinginkan mulai menghampiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulailah dengan berolah raga secara teratur atau melakukan perawatan intensif bila waktu anda tidak memungkinkan untuk olah raga.</p>
<p style="text-align: justify;">Perawatan (terapi normalisasi) PENNASIA ini dilakukan dengan menggunakan metode dan alat-alat tertentu yang belum ada sebelumnya.  Tanpa menggunakan jamu/obat-obatan dalam menyembuhkan penyakit.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-kuning-liver.html">Penyakit Kuning &#8220;liver&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-kuning-liver.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hepatitis C</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-c.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-c.html#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 03 May 2011 10:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[Cara penularan]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Penyembuhan hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[sirosis hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1584</guid>
				<description><![CDATA[<p>Hepatitis C Selama ini Anda pasti lebih mengenal Hepatitis B dibandingkan Hepatitis C. Padahal salah satu jenis peradangan hati (liver) tersebut justru menjadi topik utama di dunia medis, karena: Virusnya amat produktif dan bisa memicu terjadinya hepatitis kronik, sirosis hati (kekerasan hati), dan kanker hati primer. Tidak memiliki gejala (silent infection) atau bergejala ringan dan &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-c.html">Penyakit Hepatitis C</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Hepatitis C </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<figure id="attachment_1585" aria-describedby="caption-attachment-1585" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/lever.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1585" title="lever" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/lever-150x150.jpg" alt="lever" width="150" height="150" /></a><figcaption id="caption-attachment-1585" class="wp-caption-text">lever</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Selama ini Anda pasti lebih mengenal Hepatitis B dibandingkan Hepatitis C. Padahal salah satu jenis peradangan hati (liver) tersebut justru menjadi topik utama di dunia medis, karena:</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="65%">
<ul type="disc">
<li>Virusnya amat produktif dan bisa memicu        terjadinya hepatitis kronik, sirosis hati (kekerasan hati), dan kanker        hati primer.</li>
<li>Tidak memiliki gejala (<em>silent infection</em>) atau bergejala ringan dan tidak khas        sehingga umumnya terabaikan. Banyaknya orang yang tidak terdiagnosis,        akan menjadi <em>carrier</em> (pembawa virus) dan menularkannya ke orang lain tanpa        sadar.</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hepatitis C merusak sel-sel hati</strong><strong><br />
</strong>Penyakit hepatitis C bekerja merusak sel-sel hati. Mekanisme perusakannya sampai saat ini masih belum ditemukan. Namun secara garis besar terjadi proses peradangan pada hati dan perubahan dari sel-sel hati yang sehat menjadi jaringan ikat kolagen yang tidak dapat berfungsi sebagaimana jaringan hati yang sehat. Jika jaringan kolagen ini telah menggantikan sebagian besar sel hati, maka yang akan terjadi selanjutnya adalah kerusakan hati lebih lanjut dan sirosis hati yang dapat menyebabkan kematian.<span id="more-1584"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara penularan</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Transfusi darah</strong><strong><br />
</strong>Virus Hepatitis C      adalah virus yang terkandung dalam darah, sehingga virus ini      menyebar/menular melalui darah atau produk-produk darah. Cara penularannya      melalui luka tusuk jarum suntik yang tercemar Hepatitis C.</li>
<li><strong>Pemakaian jarum      suntik</strong><strong><br />
</strong>Persis seperti      penularan HIV, kelompok yang paling rentan terkena hepatitis C adalah      pemakai narkoba suntik, tindik atau tato.</li>
<li><strong>Pemakaian bersama      alat perawatan tubuh</strong><strong><br />
</strong>Hal ini sering      luput dari perhatian banyak orang karena dianggap remeh. Padahal alat ini      sangat mungkin menyebabkan luka dan berdarah yang menjadi media penularan      hepatitis C. Contoh alat perawatan tubuh adalah silet cukur, sikat gigi,      dan gunting kuku.</li>
<li><strong>Hubungan seksual</strong><strong><br />
</strong>Kemungkinannya      sangat kecil bila Anda setia pada pasangan. Risiko penularan ini terjadi      pada Anda yang suka berganti-ganti pasangan dan tidak pernah menggunakan      alat pengaman saat berhubungan seksual.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gejala Hepatitis C</strong></p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Kelelahan kronis. Hati berfungsi      menyimpan energi untuk kebutuhan tubuh. Jika hati rusak, energi yang anda      butuhkan untuk melakukan aktivitas setiap harinya mungkin tidak tersedia.      Hal itu yang menyebabkan kelelahan.</li>
<li>Demam menggigil</li>
<li>Tidak nafsu makan, mual, muntah</li>
<li>Nyeri perut kanan atas</li>
<li>Penurunan berat badan yang tidak      diketahui penyebabnya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Namun sangat jarang orang yang terinfeksi VHC mengalami semua gejala Hepatitis C. Gejala tersebut biasanya terjadi hanya pada 5% dari seluruh pengidap Hepatitis C.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Pencegahan</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Waspadai      kontak darah penderita Hepatitis C</strong><strong><br />
</strong>Penyakit      Hepatitis C menular melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi virus      Hepatitis C. Untuk menghindari penularan  Hepatitis C, Anda harus      menghilangkan kemungkinan kontak dengan darah. Jika anda terluka atau      memiliki luka terbuka, obati  dan rawat luka tersebut menggunakan      plester yang tepat dengan segera.</li>
<li><strong>Tidak berbagi      alat pribadi.</strong> Alat cukur,      sikat gigi, dan gunting kuku, adalah media potensial penyebaran virus      Hepatitis C. Bila melakukan manikur, tato dan tindik tubuh, pastikan alat      yang dipakai steril dan kliniknya resmi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">3.      <strong>Pastikan jarum suntik baru dan steril</strong><strong><br />
</strong>Cara penyebaran yang paling efesien Hepatitis C adalah melalui suntikan yang terkontaminasi oleh darah. Jarum suntik dan alat suntik sebelum digunakan harus steril dan baru, dengan demikian menghentikan penyebaran penyakit Hepatitis C di antara  pengguna obat suntik.</p>
<p style="text-align: justify;">4.      <em><strong>Safe Sex</strong></em><strong><em><br />
</em></strong>Meskipun resiko penularan melalui hubungan seksual kecil, Anda seharusnya menjalankan kehidupan seks yang aman. Sebaiknya tetap setia pada pasangan Anda dan biasakan untuk menggunakan kondom.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyembuhan hepatitis C</strong></p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li><strong>Kombinasi      Pegylated interferon dan ribavirin</strong><strong><br />
</strong>Terapi ini cukup      mahal antara 8-10 juta perbulan sementara waktu pengobatan yang dibutuhkan      adalah 6 bulan sampai 1 tahun.</li>
</ul>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="57%">
<ul type="disc">
<li><strong>Pengobatan        tradisional</strong><strong><br />
</strong>Tumbuhan        obat/herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan        hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai<br />
hepatoprotektor yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang        dapat merusak sel hati, juga bersifat antiradang, kolagogum dan        khloretik yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati.</li>
</ul>
</td>
<td width="309"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="100%">Beberapa jenis   tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis, antara lain   yaitu temulawak (<em>Curcuma xanthorrhiza</em> ), kunyit (<em>Curcuma longa</em>), sambiloto (<em>Andrographis   paniculata</em>), meniran (<em>Phyllanthus urinaria</em>), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (<em>Ganoderma lucidum</em>), akar alang-alang (<em>Imperata cyllindrica</em>), buah kacapiring (<em>Gardenia augusta</em>), buah mengkudu (<em>Morinda citrifolia</em>), jombang (<em>Taraxacum officinale</em>).</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Ingat, Hepatitis C tidak menular melalui:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Pemakaian toilet secara bersama</li>
<li>Pemakian alat makan dan minum secara      bersama</li>
<li>Batuk, bersih, berciuman atau berpelukan</li>
<li>Air di kolam renang</li>
<li>Gigitan nyamuk atau serangga lainnya.</li>
</ul>
<h4 style="text-align: left;"><strong>SEHAT HERBA MENYEDIAKAN TANAMAN OBAT UNTUK HEPATITIS</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-c.html">Penyakit Hepatitis C</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-c.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hepatitis A</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-a.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-a.html#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 03 May 2011 10:33:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[gejala hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[peradangan hati]]></category>
		<category><![CDATA[virus Hepatitis A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1573</guid>
				<description><![CDATA[<p>hepatitis A Penyakit Hepatitis A adalah peradangan hati oleh virus Hepatitis A (HAV). Hepatitis A berbeda dengan hepatitis B dan Hepatitis C dari segi penularannya dan perjalanan penyakitnya. Hepatitis A tidak menyebabkan kronis dan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Hepatitis A cenderung menjadi epidemik dan mewabah. Jumlah kasus hepatitis A di Amerika Serikat bervariasi antara komunitas &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-a.html">Penyakit Hepatitis A</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1574" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><strong><strong><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/hepatitis_a.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1574" title="hepatitis_a" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/hepatitis_a-150x150.jpg" alt="hepatitis A" width="150" height="150" /></a></strong></strong></dt>
<dd class="wp-caption-dd"><strong>hepatitis A</strong></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit Hepatitis A</strong> adalah peradangan hati oleh virus Hepatitis A (HAV). Hepatitis A berbeda dengan hepatitis B dan Hepatitis C dari segi penularannya dan perjalanan penyakitnya. Hepatitis A tidak menyebabkan kronis dan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Hepatitis A cenderung menjadi epidemik dan mewabah. Jumlah kasus hepatitis A di Amerika Serikat bervariasi antara komunitas yang berbeda dan belum terpengaruh secara signifikan oleh pengenalan Vaksin hepatitis sejak awal tahun 1990an.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyebab, gejala dan tanda hepatitis A</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab dari <strong>hepatitis A</strong> adalah virus hepatitis A. penularannya melalui kotoran/tinja penderita biasanya melalui makanan (fecal &#8211; oral), bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Masa inkubasi hepatitis A yaitu mulai dari awal infeksi hingga menimbulkan gejala 2 &#8211; 6 minggu. Adapaun gejala dari hepatitis A terbagi atas 3 stadium yaitu : pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual<span id="more-1573"></span></p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Stadium 1      : gejala pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lemah, lesu, demam,      kehilangan selera makan dan mual.</li>
<li>Stadium 2      : stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik), yang dapat terlihat pada      mata, kulit dan kuku</li>
<li>Stadium 3      : stadium kesembuhan (konvalesensi). Gejala kuning tidak selalu ditemukan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Diagnosa hepatitis A</strong></p>
<p style="text-align: justify;">diagnosa hepatitis A adalah dengan menemukan antibodi HAV dalam darah dan pemeriksaan enzim hati yaitu SGOT dan SGPT. Enzim SGOT dan SGPT akan meningkat yang ditandai dengan gejala ikterik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan dan obat tradisional hepatitis A</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis A sembuh dengan sendirinya sehingga tidak membutuhkan pengobatan khusus seperti halnya hepatitis B dan hepatitis C. Obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati hepatitis A adalah temulawak. Temulawak dikenal sebagai pelindung hati (hepatoprotektor) yang sangat bermanfaat untuk pengobatan hepatitis A.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pencegahan hepatitis A</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pencegahan hepatitis adalah dengan menjaga kebersihan diri, mencuci tangan sebelum menyentuh atau menyiapkan makanan, cuci dengan sabun dan air hangat. Adapun vaksin untuk mencegah infeksi HAV adalah havrix dan VAQTA. Vaksin kedua diberikan setelah 6 &#8211; 18 bulan setelah suntikan pertama. Vaksin kedua ini untuk memastikan perlindungan jangka panjang setidaknya selama 20 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-a.html">Penyakit Hepatitis A</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis-a.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Temulawak Obat Alami Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/temulawak-obat-alami-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/temulawak-obat-alami-hepatitis.html#comments</comments>
				<pubDate>Tue, 03 May 2011 05:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Kandungan Curcuma xanthorhiza rox]]></category>
		<category><![CDATA[kurkumin]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati sakit kuning]]></category>
		<category><![CDATA[minyak atsiri fellandrean]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Alami Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[SGOT]]></category>
		<category><![CDATA[SGPT]]></category>
		<category><![CDATA[sirosis]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman obat]]></category>
		<category><![CDATA[temulawak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1567</guid>
				<description><![CDATA[<p>Dari Empiris Sampai Uji Klinis temulawak temulawak Kandungan temulawak / Curcuma xanthorhiza rox, kurkumin, mengandung sejuta manfaat untuk perbaikan kesehatan. Salah satunya sebagai obat alami hepatitis Indonesia sebagai negara tropis yang dikenal dengan the second mega biodiversity, dibanjiri oleh tanaman yang diketahui secara empiris atau penelitian berkhasiat obat. Salah satunya adalah temulawak yang termasuk dalam &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/temulawak-obat-alami-hepatitis.html">Temulawak Obat Alami Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Dari Empiris Sampai Uji Klinis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1569" class="wp-caption alignnone" style="width: 230px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/temu-lawak.jpg"><img class="size-medium wp-image-1569" title="temu-lawak" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/temu-lawak-220x300.jpg" alt="temulawak" width="220" height="300" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">temulawak</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1568" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/temulawak.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1568" title="temulawak" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/temulawak-150x150.jpg" alt="temulawak" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">temulawak</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kandungan <strong>temulawak</strong> / Curcuma xanthorhiza rox, kurkumin, mengandung sejuta manfaat untuk perbaikan kesehatan. Salah satunya sebagai<strong> obat alami hepatitis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia sebagai negara tropis yang dikenal dengan the second mega biodiversity, dibanjiri oleh tanaman yang diketahui secara empiris atau penelitian berkhasiat obat. Salah satunya adalah<strong> temulawak</strong> yang termasuk dalam keluarga jahe (zingiberaceae). <strong>Temulawak </strong>(Curcuma xanthorhiza roxb) merupakan tanaman obat asli Indonesia. Meski demikian, penyebaran tanaman yang kondang dengan sebutan curcuma javanica ini, hanya terbatas di pulau Jawa, Maluku, dan Kalimantan. Temulawak tumbuh sebagai semak tak berbatang. Mulai dari pangkalnya sudah memunculkan tangkai daun yang panjang berdiri tegak. Tinggi tanaman antara 2 sampai 2,5 meter. Daunnya bundar panjang, mirip daun pisang. Pelepah daunnya saling menutupi membentuk batang.<span id="more-1567"></span><br />
Tumbuhan yang patinya mudah dicerna ini dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Temulawak dapat dipanen setelah berusia 8-12 bulan, saat daunnya telah menguning dan kelihatan hampir mati. Umbi akan muncul dari pangkal batang, warnanya kuning tua atau coklat muda, panjangnya sampai 15 sentimeter dan berdiameter 6 sentimeter. Baunya harum dan rasanya pahit agak pedas.</p>
<p style="text-align: justify;">Manfaat temulawak untuk kesehatan, sebenarnya telah lama diketahui secara empiris dan pengalaman turun-menurun dari nenek moyang. Sejak dulu temulawak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung, dan pegal-pegal. Terakhir juga diketahui temulawak bisa menurunkan lemak darah, menghambat penggumpalan darah sebagai antioksidan, dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya imun. Beberapa manfaat tersebut kemudian akhirnya terbukti secara klinis. Melihat manfaat temulawak yang se-abrek ini, tak ayal lagi pemerintah mencanangkan &#8220;gerakan nasional minum temulawak&#8221; sejak 2 tahun silam.</p>
<p style="text-align: justify;">Bantu Hati Hantam Toksin</p>
<p style="text-align: justify;">Daging buah (rimpang) temulawak mengandung beberapa senyawa kimia, antara lain minyak atsiri fellandrean dan turmerol, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol, dan kurkumin. Kurkumin diketahui sebagai kandungan yang banyak memberi manfaat, terutama sebagai anti hepototoksik dan antioksidan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana mekanisme kurkumin sebenarnya dalam menyelamatkan &#8220;lambang romantisme&#8221; ini masih belum jelas. Namun sebuah studi pada hewan percobaan melaporkan, kurkumin secara kuat menghambat enzim cytochrome 4501A1/1A2 di hati. Enzim ini merupakan isoenzim yang terlibat dalam bioaktivasi beberapa toksin termasuk benzo[a]pyrene. Kurkumin ditemukan juga mencegah pembentukan ikatan kovalen antara cytochrome P450 dan DNA. Dan, peneliti menyimpulkan bahwa kurkumin bisa saja menghambat karsinogenesis oleh kimiawi dengan memodulasi fungsi P450.<br />
Selain itu, kurkumin ditemukan juga menawarkan proteksi hati terhadap toksisitas alkohol. Efek ini terbukti pada sebuah studi yang dilakukan pada tikus yang diinduksi dengan etanol 25%. Tikus yang memperoleh kurkumin 80 mg/kg BB mengalami penurunan kadar enzim hati dan produk reaktif asam tiobarbiturat. Di samping itu, sebuah studi lainnya juga menunjukkan, kurkumin menurunkan kerusakan hati melalui pengurangan peroksidasi lipid. Hal ini diamati pada tikus yang hatinya telah diinduksi dengan zat besi. Masih berdasarkan studi pra klinis, kurkumin dilaporkan juga meningkatkan aktifitas glutathione-S-transferase. Enzim ini sangat penting dalam proses detoksifikasi.<br />
Uji Klinis Kurkumin</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah uji klinis yang tidak begitu besar telah dilakukan di Tanah Air untuk melihat manfaat kurkumin dalam memperbaiki fungsi hati. Studi ini melibatkan sekitar 38 pasien gangguan hati atau memiliki nilai SGPT dan SGOT di atas normal dari 5 area (Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Palembang dan Jakarta). Pasien diberikan gabungan kurkumin 25 mg, essential phospholipid 100 mg, dan vitamin E 100 mg. Studi ini menggunakan metoda seeding trial atau tanpa pembanding. Pengamatan dilakukan oleh sekitar 20 peneliti dalam periode Juli-Desember 1998.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun parameter yang digunakan adalah nilai SGPT dan SGOT. SGPT merupakan enzim yang diproduksi oleh hepatocytes, jenis sel yang banyak terdapat di liver. Kadar SGPT dalam darah akan meningkat seiring dengan kerusakan pada sel hepatocytes yang bisa terjadi karena infeksi virus hepatitis, alkohol, obat-obat yang menginduksi terjadinya kerusakan hepatocytes, dan sebab lain seperti adanya shok atau keracunan obat.<br />
Nilai SGPT yang dianggap normal adalah 0 &#8211; 35 unit per liter (u/l). Peningkatan nilai SGPT 50 kali dari normal menandakan rendahnya aliran darah pada hati, hepatitis, atau kerusakan sel hati yang disebabkan oleh obat/senyawa kimia seperti CCl4. Peningkatan nilai SGPT ringan sampai sedang dapat disebabkan oleh adanya hepatitis, sirosis, kanker pada hati dan alkohol. Terkadang pada sirosis hanya terjadi peningkatan nilai SGPT 2-4 kali dari nilai normal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara SGOT banyak dijumpai pada organ jantung, hati, otot rangka, pankreas, paru-paru, sel darah merah dan sel otak. Saat sel organ tersebut mengalami kerusakan, maka SGOT akan dilepaskan dalam darah. Alhasil saat pengukuran akan terlihat korelasi besarnya atau tingkat keparahan sel yang terjadi. Nilai normal SGOT berkisar dari 3 &#8211; 45 unit per liter (u/l). Peningkatan nilai SGOT ini dapat disebabkan oleh adanya hepatitis C. Pada hepatitis akut, peningkatan bisa terjadi hingga 20 kali nilai normalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil studi menunjukkan, berdasarkan perhitungan statistik, terjadi penurunan nilai SGOT dan SGPT yang signifikan. Setelah 14 hari terapi, penurunan nilai SGOT dari total pasien mencapai hingga 2,89 kali, sedangkan untuk SGPT mencapai 3,28 kali dibandingkan sebelum pengobatan. Hasil yang tidak berbeda jauh juga ditemukan pada individu yang menderita hepatitis dan non hepatitis. Pasien hepatitis mengalami penurunan SGOT sebanyak 3,48 kali dan SGPT sebanyak 3,82 kali, dibandingkan sebelum pengobatan. Sedang pada individu non hepatitis, terjadi penurunan SGOT sekitar 1,91 kali dan SGPT sebanyak 2,15 kali.</p>
<p style="text-align: justify;">Menggali Manfaat Lain</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga kini, telah banyak studi yang dilakukan untuk mencoba mereguk manfaat lain dari umbi berharga ini. Studi yang tengah gencar dilakukan adalah untuk melihat manfaat kurkumin sebagai antitumor guna mengobati penyakit kanker. Sejumlah laporan menunjukkan, kurkumoid termasuk kurkumin memiliki aktivitas kemopreventif dan kuratif melawan kanker. Studi tersebut umumnya dilakukan pada hewan percobaan dengan rute pemberian berbeda dan diuji dengan sistem in vitro. Namun sedikit studi juga telah mulai dilakukan belakangan ini pada manusia.<br />
Manfaat lain yang juga tengah diincar dari kurkumin adalah penghambatan replikasi human immunodeficiency virus (HIV). Sebuah studi menunjukkan, kurkumin menghambat tahap fusion sel virus pada siklus replikasi HIV. Berbagai studi terus dilakukan untuk mencari titik terang. Jika semua terbukti secara klinis, maka tanaman yang mengandung kurkumin akan semakin kaya manfaat. Dan Indonesia tentu akan turut berbahagia, karena tanaman itu adalah asli dari Bumi Pertiwi.<br />
(Arnita)<br />
Seperti tercetak di Majalah Farmacia Edisi November 2006</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/temulawak-obat-alami-hepatitis.html">Temulawak Obat Alami Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/temulawak-obat-alami-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Mengobati  Hepatitis Dengan Tanaman Temulawak</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/mengobati-hepatitis-dengan-tanaman-temulawak.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/mengobati-hepatitis-dengan-tanaman-temulawak.html#comments</comments>
				<pubDate>Mon, 02 May 2011 05:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[hepatoprotektor]]></category>
		<category><![CDATA[kurkumin]]></category>
		<category><![CDATA[kurkuminoid]]></category>
		<category><![CDATA[liver]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[peradangan pada hati]]></category>
		<category><![CDATA[Rimpang temulawak]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Temulawak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1563</guid>
				<description><![CDATA[<p>Mengobati  Hepatitis Dengan Tanaman Temulawak Hepatitis dapat dicegah dengan menghindari interaksi dengan cairan dari tubuh penderita. Selain itu hepatitis juga dapat diatasi dengan menggunakan herbal. Rimpang temulawak telah teruji klinis mampu mengatasi hepatitis karena sifatnya yang bersifat hepatoprotektor (melindungi hati). Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki zat berguna seperti kurkumin dan kurkuminoid. Dalam berbagai &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/mengobati-hepatitis-dengan-tanaman-temulawak.html">Mengobati  Hepatitis Dengan Tanaman Temulawak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Mengobati  Hepatitis Dengan Tanaman Temulawak</strong></p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
<td>
<figure id="attachment_1564" aria-describedby="caption-attachment-1564" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/rimpang-temulawak.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1564" title="rimpang-temulawak" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/05/rimpang-temulawak-150x150.jpg" alt="temulawak" width="150" height="150" /></a><figcaption id="caption-attachment-1564" class="wp-caption-text">temulawak</figcaption></figure>
<p>Hepatitis dapat dicegah dengan   menghindari interaksi dengan cairan dari tubuh penderita. Selain itu   hepatitis juga dapat diatasi dengan menggunakan herbal. Rimpang temulawak   telah teruji klinis mampu mengatasi hepatitis karena sifatnya yang bersifat   hepatoprotektor (melindungi hati). Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia   yang memiliki zat berguna seperti kurkumin dan kurkuminoid. Dalam berbagai   studi dilaporkan bahwa kurkumin memiliki efek antihepatotoksik, antioksidan,   menurunkan tingkat kerusakan hati dan detoksifikasi. Selain itu sejumlah   laporan menunjukkan, kurkumoid dan kurkumin memiliki aktivitas kemopreventif   (pencegahan) dan kuratif (penyembuhan) melawan kanker. Khasiat tanaman   temulawak dapat anda dapatkan dari Temulawak Sehat Herba Mengandung 100 %   rimpang temulawak yang diproses secara higienis dan tanpa tambahan zat aditif   lainnya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Istilah &#8220;<strong>hepatitis</strong>&#8221; dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan. Hepatitis terdiri dari Hepatitis A, B, C, D, E,F dan G. Namun yang paling banyak diderita oleh orang Indonesia ialah Hepatitis B. Beberapa hasil survey dan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat 3 di dunia dengan penderita hepatitis sejumlah 11,6 juta jiwa setelah Cina dan India. Dan sedikitnya 1 juta orang meninggal akibat penyakit itu.<span id="more-1563"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit ini dapat dengan mudah menyebar di lingkungan yang padat. Mereka yang rentan terhadap ancaman infeksi virus hepatitis B adalah bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi, pengguna pisau cukur, jarum suntik, atau sikat gigi bersama dengan orang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui alat membuat tato atau tindik, yang telah digunakan seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B. Virus hepatitis B dapat ditemukan dalam darah, cairan semen, air ludah, dan cairan tubuh lainnya dari penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit yang menyerang organ hati ini memiliki gejala-gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Namun ada pada beberapa penderita tidak menunjukkan gejala yang signifikan seperti di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Hati adalah salah satu organ tubuh yang paling penting. Organ ini berperan sebagai gudang untuk menimbun gula, lemak, vitamin dan gizi; memerangi racun dalam tubuh seperti alkohol; menyaring zat-zat yang tidak berguna lagi dari darah; dan bertindak sebagai semacam pengaruh seluruh bagian tubuh yang menjamin terjadinya keseimbangan zat-zat kimia dalam sistem itu. Kalau hati tidak sanggup berfungsi, tubuh akan rentan terhadap infeksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis dapat dicegah dengan menghindari interaksi dengan cairan dari tubuh penderita. Selain itu hepatitis juga dapat diatasi dengan menggunakan herbal. Rimpang temulawak telah teruji klinis mampu mengatasi hepatitis karena sifatnya yang bersifat hepatoprotektor (melindungi hati). Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki zat berguna seperti kurkumin dan kurkuminoid. Dalam berbagai studi dilaporkan bahwa kurkumin memiliki efek antihepatotoksik, antioksidan, menurunkan tingkat kerusakan hati dan detoksifikasi. Selain itu sejumlah laporan menunjukkan, kurkumoid dan kurkumin memiliki aktivitas kemopreventif (pencegahan) dan kuratif (penyembuhan) melawan kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">Khasiat tanaman temulawak dapat anda dapatkan dari Temulawak Sehat Herba. Mengandung 100 % rimpang temulawak yang diproses secara higienis dan tanpa tambahan zat aditif lainnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="pengobatan herbal penyakit hepatitis " href="http://sehatherba.com/artikel-pengobatan-herbal/pengobatan-herbal-lever-sirosis-2.html" target="_blank">KLIK DISINI UNTUK PENGOBATAN HERBAL HEPATITIS</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/mengobati-hepatitis-dengan-tanaman-temulawak.html">Mengobati  Hepatitis Dengan Tanaman Temulawak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/mengobati-hepatitis-dengan-tanaman-temulawak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 20:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[obat herbal untuk hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Virus hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1552</guid>
				<description><![CDATA[<p>Resep Herbal Untuk Hepatitis hepatitis Sebelum mengetahui obat herbal untuk hepatitis. Sebaiknya kita mengenal dan tahu dulu apa itu hepatitis. Disini saya mencoba menjelaskan seluk beluk hepatitis. Istilah &#8220;Hepatitis&#8221; dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html">Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Resep Herbal Untuk Hepatitis </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1553" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/hepatitis-c_0.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1553" title="hepatitis-c_0" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/hepatitis-c_0-150x150.jpg" alt="hepatitis" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">hepatitis</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sebelum mengetahui <strong>obat herbal untuk hepatitis</strong>. Sebaiknya kita mengenal dan tahu dulu apa itu hepatitis. Disini saya mencoba menjelaskan seluk beluk hepatitis.<br />
Istilah &#8220;<strong>Hepatitis</strong>&#8221; dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis A<br />
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.<span id="more-1552"></span><br />
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.<br />
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis B<br />
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.<br />
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.<br />
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.<br />
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis D<br />
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis E<br />
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis F<br />
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis G<br />
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Mencegah Kanker Hati<br />
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.<br />
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.<br />
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.<br />
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.<br />
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.<br />
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.<br />
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.<br />
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kita tahu tentang hepatitis, berikut contoh beberapa resep herbal untuk membantu pengobatan hepatitis:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Resep 1.</strong><br />
30 gram temulawak (dikupas dan diris-iris) + 15 gram sambiloto kering + 60 gram akar alang-alang. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.<br />
<strong>Resep 2.</strong><br />
30-60 gram daun serut/mirten segar + 60 gram pegagan + 30 gram meniran. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.<br />
<strong>Resep 3.</strong><br />
10 gram jamur kayu/lingzhi + 10 gram biji kacapiring (zhi zi), keduanya dicuci, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari. (kedua bahan dapat dibeli di toko obat Tionghoa)<br />
<strong>Resep 4.</strong><br />
60 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular segar + 30 gram tumbuhan jombang segar + 25 gram kunyit. dicuci bersih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Catatan : </strong><br />
&#8211; pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur<br />
&#8211; tetap konsultasi ke dokter<br />
&#8211; untuk perebusan, gunakan periuk tanah, panci kaca atau enamel.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #99cc00;"><a title="pengobatan herbal penyakit hepatitis " href="http://sehatherba.com/artikel-pengobatan-herbal/pengobatan-herbal-lever-sirosis-2.html" target="_self">KLIK DISINI UNTUK PENGOBATAN HERBAL HEPATITIS</a></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html">Resep Obat Herbal Untuk Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/resep-obat-herbal-untuk-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Alternatif Hepatitis dan lever &#8220;sakit kuning&#8221;</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 01:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[hepatoprotektor]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[lever]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[meniran]]></category>
		<category><![CDATA[menormalkan hati]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[sakit kuning]]></category>
		<category><![CDATA[temu ireng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1548</guid>
				<description><![CDATA[<p>Pengobatan Alternatif  Hepatitis HEPATITIS merupakan penyakit yang menurunkan kualitas hidup. Penyakit yang dipicu oleh virus hepatitis  ini bisa menyebabkan peradangan hati. Jika dibiarkan akan memicu sirosis hati atau kanker hati. Untuk menanganinya, Anda bisa menggunakan pengobatan medis standar yang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan pengobatan pelengkap untuk mengurangi gejala dan meminimalkan efek samping &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html">Pengobatan Alternatif Hepatitis dan lever &#8220;sakit kuning&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan Alternatif  Hepatitis<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HEPATITIS </strong> merupakan penyakit yang menurunkan kualitas hidup. Penyakit yang dipicu oleh virus hepatitis  ini bisa menyebabkan peradangan hati. Jika dibiarkan akan memicu sirosis hati atau kanker hati. Untuk menanganinya, Anda bisa menggunakan pengobatan medis standar yang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan pengobatan pelengkap untuk mengurangi gejala dan meminimalkan efek samping obat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan alternatif  hepatitis </strong> juga bervariasi, mulai dari obat herbal seperti <em>milk thistle</em>, akar licorice, ginseng, timus, hingga terapi seperti pijat, chiropractic dan teknik relaksasi. Sekitar 40 persen pasien yang gagal dengan pengobatan medis konvensional, seperti yang dikutip situs <em>webmd</em>, telah mencoba terapi lain dan sebagian besar melaporkan mengalami pengurangan kelelahan, peningkatan kekebalan tubuh dan perbaikan fungsi saluran pencernaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut beberapa pengobatan pelengkap yang bisa menjadi pilihan Anda:<br />
<strong><em><br />
Milk thistle (Silybum marianum)</em></strong> merupakan obat herbal untuk hepatitis C yang paling dikenal dan paling banyak diteliti. Tanaman bunga dari keluarga <em>Asteraceae</em> ini diyakini berfungsi mengurangi peradangan hati dan mempunyai efek antivirus terhadap infeksi hepatitis C.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah studi kecil yang dipresentasikan pada konferensi <em>European Association for the Study of the Liver </em>2008 menunjukkan bahwa <em>milk thistle</em> bisa mengurangi kadar virus hepatitis C di tubuh pasien yang tidak merespon terhadap interferon. Meskipun bukti  yang menunjukkan efektivitas tanaman ini masih sedikit, herbal ini dinyatakan sangat aman, dengan efek samping yang sangat sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akar licorice (<em>Glycyrrhiza glabra</em>)</strong> menggunakan komponen aktif yang terdapat pada akar kering tanaman lucorice. Beberapa studi menunjukkan bahwa herbal ini bisa mengurangi komplikasi hepatitis C (termasuk kanker hati) dan memperbaiki fungsi hati. Akar licorice bisa dikonsumsi sendiri atau dipadukan dengan herbal lain. Dalam sebuah studi, pasien yang mengonsumsi kombinasi akar licorice, <em>milk thistle</em> dan beberapa herbal lainnya mengalami perbaikan jumlah enzim-enzim hati (penanda kerusakan hati  dan peradangan).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ekstrak timus</strong> diambil dari kelenjar timus sapi. Karena timus membantu mengatur fungsi sistem kekebalan, maka ekstrak timus diyakini meningkatkan kekebalan tubuh pasien hepatitis C. Akan tetapi, belum cukup studi untuk mengkonfirmasi teori ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ginseng </strong>telah lama digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan beberapa bukti menunjukan bahwa herbal satu ini bisa membantu fungsi hati. Akan tetapi, belum ada studi spesifik yang melihat manfaat ginseng pada pasien hepatitis C.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lactoferrin</strong> merupakan protein yang ditemukan pada susu. Komponen ini juga terdapat pada air mata dan air ludah. Beberapa studi kecil telah menemukan bahwa saat dikonsumsi sebagai suplemen diet, lactoferrin bisa menurunkan kadar virus hepatitis C dalam darah dan memperbaiki fungsi hati.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan lain </strong>termasuk pijat, akupunktur dan terapi relaksasi. Meskipun terapi ini belum diteliti melalui studi ilmiah, beberapa pasien melaporkan mengalami pengurangan rasa sakit. Selain itu, cara ini juga dinyatakan membantu mengurangi efek samping yang ditimbulkan pengobatan medis standar. (IK/OL-5)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Temu Ireng</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]>


<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
</style>

 <![endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';"><strong>Temu ireng </strong>seringkali digunakan oleh ibu pasca melahirkan sebagai penambah stamina. khasiat temu ireng sebenarnya banyak. diantaranya sebagai pembersih darah dan mencegah tumor. Tanaman ini mempunyai kandungan kimia yang bermanfaat seperti zat pati, damar, lemak, curenmin, dan minyak asitri, sifat, efek dan khasiatnya diantaranya sebagai antiradang, anti bakteri, pembersih darah, antikoagulan, antineoplastik (antikanker) tonic, pelindung hati (hepatoprotektor) dan antibiotik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';"><strong>Daun Mimba</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" SemiHidden="false" UnhideWhenUsed="false"    QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Normal (Web)" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]>


<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman","serif";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
</style>

 <![endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Mimba mempunyai rasa pahit dengan sifat netral. Beragam jenis penyakit bisa dibbantu pengobatannya dengan menggukan bagian tanaman ini. Meski demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa mimba bersifat toksid sehingga orang yang mengonsumsi obat herbal ini harus mematuhi dosis yang telah ditetapkan. Beberapa kandungan kimia yang ada pada mimba diantaranya azadirachtin, minyak gliserida, acetiloksifuranil, dekahidrotetrametil acid, ksosiklopentanatolfuran, asetat keton dan heksahidro-hidroksitetrametil-fenantenon (nimbol).<br />
Daun Mimba memiliki nama latin Azadirachta indica juss, tanaman ini berguna untuk menyembuhkan penyakit kencing manis, malaria, kanker lever/hati, dan jerawat</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Daun Sendok</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1549" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/daunsendok.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1549" title="daunsendok" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/daunsendok-150x150.jpg" alt="daun sendok" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">daun sendok</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Daun sendok mempunyai nama ilmiah plantago mayor termasuk dalam family plantaginaceae. Termasuk tanaman yang mudah ditemukan disekitar kita. Nama daerahnya daun urat, kuping menjangan, ki urat ceuli, sangkabuah, suri pandak dan torongoat. BEntuknya memang sederhana, namu memiliki khasiat yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Sifat yang dimiliki oleh tumbuhan ini adalah : anti inflamasi (anti radang), diuretic (peluruh kencing),peluruh dahak, menghentikan batuk (antitusif), antiseptic, aphrodisiac (meningkatkan kemampuan seksual), memperbaiki penglihatan, dan menormalkan hati (lever).<br />
Daun sendok ini memiliki kandungan zat plantagin, aucubin, ursolic acid, bethasitosterol, hentriacontane, dan L-rhamose. Juga mengandung tannin, kalium dan vitamin B1, C, A. Kalium bersifat peluruh kencing dan melarutkan endapan kalsium yang terdapat dalan ginjal dan kandungan kencing. Zat aktif aukubin selain bersift melindungi hati (hepatoprotektor) juga berkhasiat sebagai antiseptic. Daun sendok berkhasiat mengobati penyakit infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal, batu empedu, batu ginjal, radang prostate, kencing sedikit. Mengobati influensa, batuk rejan, batuk sesak, batuk darah, radang saluran napas (bronchitis), keputihan, diare, disentri, nyeri lambung, dan hepatitis</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Meniran</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1550" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/meniran.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1550" title="meniran" src="http://sehatherba.com/wp-content/uploads/2011/04/meniran-150x150.jpg" alt="meniran" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">meniran</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Meniran atau Phyllanthus urinaria/phyllanthus niruri. Masuk dalam family tumbuhan Euphorbiaceae. Tumbuhan ini sangat mudah tumbuh disekitar pekarangan rumah. Memiliki efek farmakologis astrigent-diuretikum (peluruh air seni), anti piretik (penurun panas), peluruh batu, anti hepatotoksik.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html">Pengobatan Alternatif Hepatitis dan lever &#8220;sakit kuning&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/pengobatan-alternatif-hepatitis-dan-lever-sakit-kuning.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Virus Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 01:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[air seni kecoklatan]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala-gejala hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan nafsu makan]]></category>
		<category><![CDATA[kulit kuning]]></category>
		<category><![CDATA[mudah lelah]]></category>
		<category><![CDATA[VHC]]></category>
		<category><![CDATA[Virus hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1546</guid>
				<description><![CDATA[<p>Pada umumnya penyebab hepatitis virus adalah virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala-gejala hepatitis dapat berupa rasa tidak nyaman/enak di bagian perut, mual, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, demam, kulit kuning dan air seni yang kecoklatan. Tes darah digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut dan, jika mungkin, jenis virus yang menyebabkan infeksi. &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html">Virus Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada umumnya penyebab hepatitis virus adalah <strong>virus hepatitis </strong>B (VHB) dan hepatitis C. Gejala-gejala hepatitis dapat berupa rasa tidak nyaman/enak di bagian perut, mual, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, demam, kulit kuning dan air seni yang kecoklatan. Tes darah digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut dan, jika mungkin, jenis virus yang menyebabkan infeksi.</p>
<p><strong>Virus Hepatitis B</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Virus hepatitis B dapat ditemukan di dalam darah dan cairan/bahan tubuh seperti air mani (semen). Virus hepatitis B dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui darah yang terinfeksi atau lewat cairan/bahan tubuh yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>melalui suntikan atau luka      akibat peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti luka karena jarum      suntik atau penggunaan obat melalui intravena) atau benda tajam lainnya;</li>
<li>melalui hubungan seksual      (terutama virus hepatitis B);</li>
<li>melalui transfusi dengan      darah atau produk darah yang terinfeksi atau transplantasi dengan bahan      yang terinfeksi;</li>
<li>melalui perpindahan secara      tidak langsung dari darah yang terinfeksi lewat penggunaan pisau cukur,      sikat gigi dan barang-barang pribadi lainnya secara bersama-sama.</li>
<li>melalui kontal selaput lendir      (seperti percikan cairan/bahan tubuh lewat mulut, hidung, mata atau kulit      yang terbuka); atau</li>
<li>Selama masa kehamilan,      persalinan dan menyusui dari ibu ke anak.<span id="more-1546"></span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
Virus hepatitis B dapat bertahan dalam darah dan cairan/bahan tubuh di luar tubuh. VHB biasanya tidak tertular melalui hubungan biasa diantara beberapa orang. Orang yang menggunakan peralatan suntik yang telah terkontaminasi memiliki risiko yang sangat tinggi untuk terinfeksi VHB. Pada tempat kerja, sebagian besar infeksi terjadi melalui penularan melaui jarum yang terkontaminasi dan benda-benda tajam lainnya di tempat kerja, atau dari kontak mukosa (seperti: percikan cairan/bahan tubuh dari mulut, hidung, mata, atau kulit yang tidak utuh).</p>
<p>Telah tersedia vaksin untuk mencegah infeksi VHB. Sebagian besar orang dewasa yang telah terinfeksi VHB tidak menderita sakit yang serius dan mungkin tidak berkembang menjadi penyakit kuning. Jika sakitnya benar-benar timbul, tingkat keparahan berbeda-beda. Beberapa dari mereka yang terinfeksi VHB tidak pernah sembuh dari infeksi tersebut dan akan menjadi pembawa penyakit selama hidupnya. Beberapa pembawa penyakit tersebut mampu menularkan penyakit ini kepada yang lainnya, tetapi tingkat infeksinya berbeda untuk setiap orang dan untuk orang yang sama pada waktu yang berbeda.</p>
<p>Risiko untuk menjadi pembawa penyakit ini sangat tinggi terutama pada mereka yang terinfeksi waktu lahir dari ibu mereka yang terinfeksi. Pembawa penyakit dalam jangka waktu yang panjang akan menghadapi risiko sirosis hati dan kanker hati primer.</p>
<p><strong>Virus Hepatitis C (VHC)</strong></p>
<p>VHC menular melalui kontak darah dengan darah, risiko tertinggi terjadi saat penggunaan jarum suntik narkoba secara bersama-sama Tindakan yang berisiko sedang sampai rendah yaitu penularan seperti pada pembuatan tatoo dan menusuk tubuh dengan peralatan yang telah terkontaminasi, luka karena jarum suntik, serta transfusi produk darah dimana tidak dilakukan pengawasan secara ketat, dan penularan dari ibu ke anaknya. Walaupun VHC tidak digolongkan sebagai penyakit infeksi menular seksual, tetapi ada kemungkinan terjadi penularan melalui hubungan seksual jika terjadi darah bercampur, meski hal ini terbilang jarang. Sampai saat ini tidak tersedia vaksin sebagai perlindungan terhadap akuisisi VHC.</p>
<p>Dalam tahap permulaan infeksi sering tidak ada tanda-tanda atau keluhan dari penyakit. Sekitar 75% dari orang yang terkena infeksi HCV akan berkembang menjadi infeksi hepatitis C kronis (jangka panjang). Sebagian besar orang yang menderita hepatitis C kronis akan menampakkan beberapa gejala, berkisar antara ringan sampai parah, setelah kira-kira 10-15 tahun.</p>
<p>Keluhan yang paling sering timbul adalah lelah, mual, sakit dan nyeri otot, sakit pada bagian perut dan kehilangan nafsu makan. Di tempat kerja, infeksi VHC dapat terjadi melalui cedera dari benda tajam yang terkontaminasi atau, lebih jarang, melalui selaput lendir (seperti mata, hidung dan mulut) yang kontak dengan darah.</p>
<p><strong>Virus-virus hepatitis lainnya</strong></p>
<p>Di sini termasuk hepatitis A (dan yang tidak biasa hepatitis E), dan hepatitis D dan G. VHD dan VHG lebih jarang daripada, tetapi kemungkinan menyebar dengan cara yang sama dengan VHB dan VHC, dan dapat dikendalikan dengan upaya-upaya yang disarankan dalam kaidah ini untuk VHB dan VHC.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html">Virus Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/virus-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hepatitis</title>
		<link>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html</link>
				<comments>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 01:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sehat herba]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel hepatitis dan lever]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kanker hati]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[penularan Hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Virus hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatherba.com/?p=1544</guid>
				<description><![CDATA[<p>Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html">Penyakit Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit Hepatitis</strong> adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel penyakit Hepatitis A,B dan C.<span id="more-1544"></span></p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis A</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis A</strong><br />
Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan      mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan,      muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang      terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya      yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.</li>
<li><strong>Penanganan      dan Pengobatan Hepatitis A</strong><br />
Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti      minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan      sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera      mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan      pengobatan dari gejala yang timbul seperti <em>paracetamol</em> sebagai penurun demam dan pusing, <em>vitamin</em> untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta      obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis B</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis B</strong><br />
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah      demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera).      Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak      tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih      beresiko.</li>
<li><strong>Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B</strong><br />
Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang      ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa      ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis      B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ;</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Pemberian obat <em>Lamivudine</em> dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini      digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung      meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor      bersinambungan dari dokter.</li>
<li>Pemberian obat Adefovir      dipivoxil (<em>Hepsera</em>). Pemberian secara oral akan lebih efektif,      tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap      fungsi ginjal.</li>
<li>Pemberian obat Baraclude (<em>Entecavir</em>).      Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari      pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi      peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat      ini belum dikatakan stabil.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Pemberian suntikan <em>Microsphere</em> yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan      menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.      Injeksi <em>Alfa Interferon</em> (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN,      ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam      seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini      adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi      sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih      dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan      pemberian paracetamol.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> <strong>Penyakit Hepatitis C</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li><strong>Gejala Hepatitis C</strong><br />
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak      menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya.      Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera      makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning      yang disebut &#8220;jaundice&#8221; (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat      ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian      pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan      normal.</li>
<li><strong>Penanganan dan      Pengobatan Hepatitis C</strong><br />
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti <em>Interferon      alfa, Pegylated interferon alfa</em> dan <em>Ribavirin</em>. Adapun tujuan      pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda      sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir      penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang      cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong,      untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html">Penyakit Hepatitis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sehatherba.com">Sehat Herba</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://sehatherba.com/artikel-hepatitis-dan-lever/penyakit-hepatitis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>
