Penyakit Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A

hepatitis A
hepatitis A

Penyakit Hepatitis A adalah peradangan hati oleh virus Hepatitis A (HAV). Hepatitis A berbeda dengan hepatitis B dan Hepatitis C dari segi penularannya dan perjalanan penyakitnya. Hepatitis A tidak menyebabkan kronis dan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Hepatitis A cenderung menjadi epidemik dan mewabah. Jumlah kasus hepatitis A di Amerika Serikat bervariasi antara komunitas yang berbeda dan belum terpengaruh secara signifikan oleh pengenalan Vaksin hepatitis sejak awal tahun 1990an.

Penyebab, gejala dan tanda hepatitis A

Penyebab dari hepatitis A adalah virus hepatitis A. penularannya melalui kotoran/tinja penderita biasanya melalui makanan (fecal – oral), bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Masa inkubasi hepatitis A yaitu mulai dari awal infeksi hingga menimbulkan gejala 2 – 6 minggu. Adapaun gejala dari hepatitis A terbagi atas 3 stadium yaitu : pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual

  1. Stadium 1 : gejala pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lemah, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual.
  2. Stadium 2 : stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik), yang dapat terlihat pada mata, kulit dan kuku
  3. Stadium 3 : stadium kesembuhan (konvalesensi). Gejala kuning tidak selalu ditemukan.

Diagnosa hepatitis A

diagnosa hepatitis A adalah dengan menemukan antibodi HAV dalam darah dan pemeriksaan enzim hati yaitu SGOT dan SGPT. Enzim SGOT dan SGPT akan meningkat yang ditandai dengan gejala ikterik.

Pengobatan dan obat tradisional hepatitis A

Hepatitis A sembuh dengan sendirinya sehingga tidak membutuhkan pengobatan khusus seperti halnya hepatitis B dan hepatitis C. Obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati hepatitis A adalah temulawak. Temulawak dikenal sebagai pelindung hati (hepatoprotektor) yang sangat bermanfaat untuk pengobatan hepatitis A.

Pencegahan hepatitis A

Pencegahan hepatitis adalah dengan menjaga kebersihan diri, mencuci tangan sebelum menyentuh atau menyiapkan makanan, cuci dengan sabun dan air hangat. Adapun vaksin untuk mencegah infeksi HAV adalah havrix dan VAQTA. Vaksin kedua diberikan setelah 6 – 18 bulan setelah suntikan pertama. Vaksin kedua ini untuk memastikan perlindungan jangka panjang setidaknya selama 20 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *