Penyakit Hepatitis C

Hepatitis C

lever

lever

Selama ini Anda pasti lebih mengenal Hepatitis B dibandingkan Hepatitis C. Padahal salah satu jenis peradangan hati (liver) tersebut justru menjadi topik utama di dunia medis, karena:

  • Virusnya amat produktif dan bisa memicu terjadinya hepatitis kronik, sirosis hati (kekerasan hati), dan kanker hati primer.
  • Tidak memiliki gejala (silent infection) atau bergejala ringan dan tidak khas sehingga umumnya terabaikan. Banyaknya orang yang tidak terdiagnosis, akan menjadi carrier (pembawa virus) dan menularkannya ke orang lain tanpa sadar.

Hepatitis C merusak sel-sel hati
Penyakit hepatitis C bekerja merusak sel-sel hati. Mekanisme perusakannya sampai saat ini masih belum ditemukan. Namun secara garis besar terjadi proses peradangan pada hati dan perubahan dari sel-sel hati yang sehat menjadi jaringan ikat kolagen yang tidak dapat berfungsi sebagaimana jaringan hati yang sehat. Jika jaringan kolagen ini telah menggantikan sebagian besar sel hati, maka yang akan terjadi selanjutnya adalah kerusakan hati lebih lanjut dan sirosis hati yang dapat menyebabkan kematian.

Cara penularan

  1. Transfusi darah
    Virus Hepatitis C adalah virus yang terkandung dalam darah, sehingga virus ini menyebar/menular melalui darah atau produk-produk darah. Cara penularannya melalui luka tusuk jarum suntik yang tercemar Hepatitis C.
  2. Pemakaian jarum suntik
    Persis seperti penularan HIV, kelompok yang paling rentan terkena hepatitis C adalah pemakai narkoba suntik, tindik atau tato.
  3. Pemakaian bersama alat perawatan tubuh
    Hal ini sering luput dari perhatian banyak orang karena dianggap remeh. Padahal alat ini sangat mungkin menyebabkan luka dan berdarah yang menjadi media penularan hepatitis C. Contoh alat perawatan tubuh adalah silet cukur, sikat gigi, dan gunting kuku.
  4. Hubungan seksual
    Kemungkinannya sangat kecil bila Anda setia pada pasangan. Risiko penularan ini terjadi pada Anda yang suka berganti-ganti pasangan dan tidak pernah menggunakan alat pengaman saat berhubungan seksual.

Gejala Hepatitis C

  • Kelelahan kronis. Hati berfungsi menyimpan energi untuk kebutuhan tubuh. Jika hati rusak, energi yang anda butuhkan untuk melakukan aktivitas setiap harinya mungkin tidak tersedia. Hal itu yang menyebabkan kelelahan.
  • Demam menggigil
  • Tidak nafsu makan, mual, muntah
  • Nyeri perut kanan atas
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.

Namun sangat jarang orang yang terinfeksi VHC mengalami semua gejala Hepatitis C. Gejala tersebut biasanya terjadi hanya pada 5% dari seluruh pengidap Hepatitis C.

Cara Pencegahan

  1. Waspadai kontak darah penderita Hepatitis C
    Penyakit Hepatitis C menular melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi virus Hepatitis C. Untuk menghindari penularan  Hepatitis C, Anda harus menghilangkan kemungkinan kontak dengan darah. Jika anda terluka atau memiliki luka terbuka, obati  dan rawat luka tersebut menggunakan plester yang tepat dengan segera.
  2. Tidak berbagi alat pribadi. Alat cukur, sikat gigi, dan gunting kuku, adalah media potensial penyebaran virus Hepatitis C. Bila melakukan manikur, tato dan tindik tubuh, pastikan alat yang dipakai steril dan kliniknya resmi.

3.      Pastikan jarum suntik baru dan steril
Cara penyebaran yang paling efesien Hepatitis C adalah melalui suntikan yang terkontaminasi oleh darah. Jarum suntik dan alat suntik sebelum digunakan harus steril dan baru, dengan demikian menghentikan penyebaran penyakit Hepatitis C di antara  pengguna obat suntik.

4.      Safe Sex
Meskipun resiko penularan melalui hubungan seksual kecil, Anda seharusnya menjalankan kehidupan seks yang aman. Sebaiknya tetap setia pada pasangan Anda dan biasakan untuk menggunakan kondom.

Penyembuhan hepatitis C

  • Kombinasi Pegylated interferon dan ribavirin
    Terapi ini cukup mahal antara 8-10 juta perbulan sementara waktu pengobatan yang dibutuhkan adalah 6 bulan sampai 1 tahun.
  • Pengobatan tradisional
    Tumbuhan obat/herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai
    hepatoprotektor yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat antiradang, kolagogum dan khloretik yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati.
Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza ), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).

Ingat, Hepatitis C tidak menular melalui:

  • Pemakaian toilet secara bersama
  • Pemakian alat makan dan minum secara bersama
  • Batuk, bersih, berciuman atau berpelukan
  • Air di kolam renang
  • Gigitan nyamuk atau serangga lainnya.

SEHAT HERBA MENYEDIAKAN TANAMAN OBAT UNTUK HEPATITIS

This entry was posted in Artikel hepatitis dan lever and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>